Adab Membaca al Quran merupakan suatu anjuran meski belum masuk ke ranah wajib. Al Quran tidak lain merupakan kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW di Mekkah al-Mukaramah. Di dalam al Quran terdapat berbagai pengetahuan, ilmu, dan masih banyak lainnya terlebih terkait dengan masalah ibadah sehingga dalam membacanya pun terdapat adab-adabnya.

Sebagai manusia yang dikaruniai oleh Allah berupa akal sudah seyogyanya menghormati kalam ilahi yakni al Quran sebagai bukti kecintaan kita pada Allah.

Selain itu, subagai umat Islam tentu wajib untuk menjunjung atau mengagungkan al Quran di atas segala-galanya.

Pun ketika membacanya sudah seyogyanya untuk meresapi, memahami dalam hati untuk kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan kali ini akan diulas adab membaca al Quran yang diperinci menjadi beberapa pembahasan dengan tujuan untuk mempermudah pembaca dalam memahami sehingga diharapkan ke depannya mampu diamalkan secara baik dalam kehidupan sehari-hari.

Adab membaca al Quran secara umum

Adab membaca al Quran secara umum

Adab membaca al Quran secara umum

  1. Setiap umat muslim yang ingin membaca al Quran wajib untuk bersuci terlebih dahulu. Bahkan untuk sekedar menyentuhnya pun juga wajib dalam keadaan suci. Hal ini mengacu pada firman Allah dalam surah Al-Waqi’ah ayat 79 sebagai berikut:

لا يمسه الا المطهرون

Laa yamassuhu illal muthohharun

Artinya: “ Tidak menyentuhnya (Al Quran) kecuali orang-orang yang disucikan”. (Q.S. Al-Waqi’ah: 79)

Pada dasarnya ada dua pendapat atau pemahaman terkait dengan ayat tersebut yakni:

  • Pertama, pemahaman bahwa dalam keadaan suci ini berarti suci secara lahir yakni seseorang yang akan membaca atau menyentuh al Quran harus berwudhu terlebih dahulu bagi yang berhadast kecil atau mandi junub terlebih dahulu bagi yang berhadast besar.
  • Kedua, pemahaman ini lebih menekankan bahwa dalam keadaan suci ini bermakna secara batin artinya ketika ingin membaca atau membaca al Quran maka hati orang tersebut harus benar-benar suci sehingga apa yang terkandung dalam al Quran mampu diresapi.
  1. Mengambil al Quran dengan tangan kanan atau lebih baik dengan kedua tangan. Ini sebagai wujud kita dalam memuliakan al Quran sebagai kalam ilahi. Namun, ketika dibawa dengan berjalan maka diharuskan untuk menaruh di depan dada dengan kedua tangan.
  2. Tidak menaruh al Quran di sembarang tempat. Selain itu, sebaiknya menaruh al Quran lebih tinggi daripada lainnya atau dengan kata lain tidak ada benda lainnya yang berada di atas al Quran.
  3. Ketika membaca al Quran diajurkan untuk menghadap kiblat layaknya ketika sholat. Selain itu, sebaiknya ketika membaca alp-Quran disunnahkan menggunakan pakaian yang sopan dan suci kalau perlu menggunakan parfum.
  4. Mengawali membaca al Quran dengan mengucapkan taawudz dan basmallah.
  5. Disunnah ketika membaca al Quran dengan tartil dan tajwid yang benar. Selain itu, ketika membacanya disunnahkan disertai dengan pemahaman artinya tidak hanya sekedar dibaca melainkan juga dipahami maksud dan arti setiap ayat yang dibaca dan tidak boleh dibaca dalam keadaan terburu-buru.
  6. Ketika membaca al Quran dianjurkan tidak diselingi dengan berbicara kepada sesama atau dalam arti lain tidak dijeda hingga akhir bacaan. hal ini dimaksudkan bahwa ketika membaca al Quran maka fokus kita benar-benar tertuju pada al Quran tanpa mengikutsertakan dengan kepentingan lain sebagai wujud kecintaan dan cara kita memuliakan al Quran.
  7. Ketika sudah capek karena terlalu banyak membaca al Quran maka alangkah baiknya untuk dihentikan untuk kemudian dilanjutkan di lain waktu. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahan ketika membaca tatkala sudah merasa capek. Selain itu, wajib menghentikan membaca al Quran ketika ingin menguap, kentut atau segala sesuatu yang mengganggu kita ketika membaca.
  8. Dianjurkan untuk selalu istoqomah atau konsisten ketika membaca al Quran. Misalkan saja sehari sekali pada waktu setelah maghrib atau di waktu yang sekiranya senggang.
  9. Dianjurkan ketika membaca al Quran tidak menaruhnya di lantai atau dengan kata lain menaruh di atas meja atau diangkat dengan kedua tangan.

Adab membaca kitab suci secara khusus

Adab membaca al Quran secara umum

Adab membaca kitab suci secara khusus

Adab membaca al Quran secara khusus ini dimaksudkan untuk membatasi antara yang umum (mengenai semua orang) dengan yang lebih khusus (hanya dikhususkan oleh orang tertentu). Pun dengan permasalahan baru yang muncul terkait dengan adab ketika membaca al Quran.

  1. Banyak sekali pertanyaan yang mempermasalahkan bolehkah membaca al Quran lewat aplikasi al Quran di Handphone. Hal ini sebagai akibat dari perkembangan teknologi dan kini sudah menjadi rahasia publik jika manusia tidak bisa lepas dari handphone. Lantas bolehkah membaca al Quran lewat aplikasi tersebut?

Hingga kini banyak sekali perdebatan terkait permasalahan tersebut namun pendapat yang paling santer terdengar bahwa dibolehkan membaca lewat aplikasi di HP karena pada dasarnya aplikasi tersebut juga merupakan al Quran namun bukan mushaf. Meski begitu, akan jauh lebih baik jika membaca al Quran lewat mushaf cetakan sebagai bentuk taabbudh atau ibadah kepada Allah SWT.

Permasalahan yang kedua adalah haruskah berwudhu atau bersuci terlebih dahulu ketika ingin membaca al Quran lewat aplikasi Hp? Jawaban paling umum dan relevan adalah tidak ada keharusan untuk bersuci atau berwudhu terlebih dahulu lantaran aplikasi al Quran di Hp bukanlah sebuah mushaf sekaligus untuk menghindari segala kemungkinan negatif lantaran Hp sering dibawa kemana-mana.

  1. Adab membaca al Quran bagi seorang wanita
  • Sebagaimana pada umumnya ketika kita beribadah kepada Allah khususnya ibadah wajib maka wajib bagi kita untuk menutup aurat secara sempurna. Begitu juga ketika kita membaca al Quran, meski bukanlahn dikategorikan sebagai ibadah wajib namun alangkah lebih baiknya jika kita membaca al Quran untuk menutup aurat dan memakai pakaian yang sopan.
  • Salah satu larangan bagi wanita ketika membaca al Quran adalah dalam keadaan haid atau mestruasi. Jadi ketika seorang wanita haid sangat dilarang untuk membaca al Quran namun ketika hanya menghafal tanpa menyentuh mushaf maka tetap diperbolehkan. Hal ini mendasarkan pada anjuran membaca al Quran harus dalam keadaan suci.

Larangan ketika membaca al Quran

Adab membaca al Quran

Larangan ketika membaca al Quran

  1. Dilarang riya’  ketika membaca al Quran

Maksudnya adalah ketika kita membaca al Quran maka jangan sekali-kali membaca karena niat untuk pamer agar dikira orang yang taat atau alim. Selain karena riya’ merupakan akhlak tercela, meniatkan riya’ ketika membaca al Quran maka bukan pahala yang didapat melainkah dosa. Wallahu a’lam bishowab.

  1. Jangan berlebihan ketika membaca al Quran

Maksud dari berlebihan disini adalah menghabiskan waktu sepanjang hari untuk membaca al Quran tanpa memperdulikan bahwa kita juga perlu ibadah lain, bekerja, hingga bersosialisasi dengan masyarakat.

  1. Jangan menjadikan al Quran sebagai ladang untuk mencari rezeki

Al Quran merupakan kalam ilahi yang mana harus kita muliakan serta agungkan. Untuk itu jangan sampai menggunakan al Quran sebagai ladang untuk mencari rezeki. Tetapi niatkan selalu untuk beribadah kepada Allah SWT, Tuhan semua manusia.

Itulah ulasan mengenai bagaimana kita bersikap ketika membaca al Quran. Menjaga adab ketika membaca al Quran merupakan cermin ketakwaan umat muslim. Wallahu a’lam bishowab. Semoga bermanfaat.

Categories: SMP

Leave a Reply

%d bloggers like this: