Di sini!! Bahasa Jawa Selamat Datang (Sugeng Rawoh!)

Bahasa Jawa Selamat Datang – Bahasa Jawa Halus Selamat Pagi, Siang, Sore, Malam, Datang, Jalan, Tidur, Makan, dll. Bahasa Jawanya selamat adalah sugeng/wilujeng. Sobat pembaca, kali ini saya akan menuliskan kumpulan ucapan selamat dalam bahasa Jawa halus/krama inggil yang sering digunakan dalam berbahasa Jawa sehari-hari, seperti selamat pagi/siang/sonten/malam; selamat jalan, selamat datang, dan lain sebagainya.

kali ini saya akan menuliskan kumpulan ucapan selamat dalam bahasa Jawa halus Bahasa Jawa Halus Selamat Pagi, Siang, Sore, Malam, Datang, Jalan, Tidur, Makan, Kerja, dll

Kumpulan Bahasa Jawa Selamat Datang

sugeng rawoh

bahasa jawanya selamat datang sugeng rawoh. (tokopedia)

Bahasa Jawa adalah bahasa dengan penutur terbanyak di Indonesia, bahasa ini diaplikasikan oleh suku jawa yang zonanya mencakup Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Kecuali itu bahasa jawa juga diterapkan oleh beberapa penduduk di wilayah pesisir Karawang, Subang, Cirebon, Indramayu dan Banten.

Berikut Bahasa Jawa selamat datang;

  1. Selamat Pagi: Sugeng Enjang/Enjing, Contoh penggunaan:
    Selamat pagi pak/bu= sungeng enjang pak/bu
    Selamat pagi sayang=sugeng enjang sayang
  2. Selamat Siang: Sugeng Siang
  3. Selamat Sore: Sugeng Sonten
  4. Selamat Malam: Sugeng Ndalu
  5. Selamat Datang: Sugeng Rawuh
  6. Selamat Jalan: Sugeng Tindhak
  7. Selamat Bekerja: Sungeng Makarya
  8. Selamat Tidur: Sugeng Sare
  9. Selamat Duduk: Sugeng Lenggah
  10. Selamat Ulang Tahun: Sugeng Tanggap/Ambal Warsa
  11. Selamat Tahun Baru: Sugeng Warsa Enggal
  12. Selamat Makan: Sugeng Dahar
  13. Selamat Minum: Sugeng Ngunjuk
  14. Selamat Mendengarkan: Sugeng Midangetaken

Ucapan Selamat Datang Dalam (dialek) Bahasa Jawa

Ucapan Selamat Datang Dalam (dialek) Bahasa Jawa 

Ucapan Selamat Datang Dalam (dialek) Bahasa Jawa. (kompasiana)

Bahasa Jawa dituturkan oleh lebih dari 60 juta penduduk Indonesia (termasuk di Suriname, Kaledonia Baru, Malaysia, Singapura dan lain sebagainya). Terbagi dalam macam-macam dialek dan logat yang tergantung wilayahnya. (Bagi yang lancar bahasa Jawa boleh dibaca boleh tidak) Selain dialek daerah, dikenal juga yang namanya dialek sosial yang garis besarnya sebagai berikut :

  • Ngoko (Kasar): dituturkan kepada rekan (rakan) sebaya, orang lebih tua kepada yang lebih muda, orang yang statusnya lebih tinggi kepada bawahannya.
  • Madyo (menengah) : peralihan antara Ngoko dan Kromo.
  • Kromo (Halus) : dipergunakan kepada orang yang lebih tua atau yang lebih dihormati. Varian lebih tingginya adalah Kromo Inggil, Bagongan dan Kedaton (bahasa Kraton).Nah, kita masuk saja pada sistem pengucapannya.

Bahasa Jawa mempunyai sistem bunyi sebagai berikut :

Huruf Hidup (Vokal) “a” dibaca seperti biasa pada bahasa Indonesia/Melayu “a” atau “o” dibaca seperti mengeja “o” pada kata “bola” misalnya joko, nggowo (membawa) “i” dibaca seperti biasa pada bahasa Indonesia. Namun jika ada dua “i” seperti kata pithik (ayam), dalam bahasa Jawa baku huruf “i” yang kedua akan terbaca seperti “e” pada kata becak (pi:the’).

Namun di dialek Banyumasan dan Jawa Timuran kesemuanya terbaca seperti “e” (pe:the’) “u” dibaca seperti biasa, namun dalam bahasa Jawa Baku, jika ada dua “u”, seperti mudhun (turun) akan terbaca (mu:dhon) dengan “o” seperti bosan, namun di Jawa Timur dan Banyumas terbaca seperti “o” pada bosan semuanya (mo:dhon).

“e” terbagi menjadi tiga macam, yakni;

  1. terbaca seperti peniti, contoh sepi, meri (anak itik),
  2. terbaca seperti ekonomi , contoh édhan (gila), wage, tempe.
  3. terbaca seperti merah, contoh gèthèk (rakit bambu) “o” terbaca seperti ijo.

Huruf Mati (Konsonan) Huruf tertentu seperti b, d, g, j mengalami penekanan sehingga terdengar seperti bh, dh, gh, jh dan diawal kata terdengar seperti mb, nd, ngg, nj contoh:

  • Bogor dilafalkan mbogor,
  • Ganyang dilafalkan ngganyang,
  • Demak dibaca ndema’,
  • Jawa, kadang dibaca njowo.

Kemudian huruf k pada akhir kalimat terbaca seperti apostrof atau koma ‘ain, seperti:

  1. Masak dibaca masa’
  2. Bebek dibaca bebe’
  3. Nyemak (menyimak) dibaca nyema’
  4. Nyamuk dibaca nyamu’

Berikut ini saya berikan ungkapan dasar yang saya dasarkan pada 3 dialek, yakni 2 dialek sosial (Ngoko dan Kromo), serta dialek Jawa Timuran. Kode (N) adalah Ngoko, (K) adalah Kromo dan (JT) adalah Jawa Timuran berikut cara bacanya;

Pengucapan salam

Sugeng Enjang (su:gh?? enjhA:?) = selamat pagi
Sugeng siang (su:gh?? si:yA?) = selamat siang
Sugeng sonten (su:gh?? sont?n) = selamat sore
Sugeng Ndalu (su:gh?? ndhA:lu: ) = selamat malam
Sugeng tindhak (su:gh?? ti:ndhA:?) = selamat jalan
Sugeng Makaryo (su:gh?? ma:karyò) = selamat bekerja
Sugeng Rawuh (su:gh?? ra:woh) = selamat datang

Ungkapan dasariyo (N & JT),

  1. Inggih(K) (i: ?g?h) = ya
  2. Ora (N), Gak (JT), Mboten (K) = tidak
  3. Dhurung(N) (dhu:ro?); Gurung(JT) (gho:ro?), dhereng(K) = belum
  4. Wis (N & JT) ; Sampun (K) = sudah
  5. Piye kabare? (N); Yok opo kabare? (JT); Dhos pundhi kabaripun? (K) = apa kabar?
  6. Apik (N & JT), sae kemawon (K) = baik-baik saja
  7. Amit (N & JT),nuwun sewu (K) = permisi (melewati seseorang)
  8. Kulo nuwun = permisi (ketika bertamu ke rumah seseorang)
  9. Jenengku…..(N); Aranku…(JT); nami kulo….(K) = nama saya…….
  10. Aku seko….(N); Aku teko’….(JT); kulo saking…. (k) = saya dari……
  11. Monggo = silahkan
  12. Piro? (N & JT); pinten? (K) = berapa?
  13. Sopo? (N & JT); sinten? (K) = siapa?
  14. Opo? (N & JT); menopo? (K) = apa?
  15. Kepriye? (N); Yok opo? (JT); Dhos pundhi?/Pripun? (K) = bagaimana?
  16. Endhi? (N & JT); Pundhi? (K) = mana?Kapan? = kapan?/bila?
  17. Aku tresno marang sliramu = aku mencintaimu…

Belajar Bahasa Jawa itu Penting

Belajar Bahasa Jawa itu Penting

Belajar Bahasa Jawa itu Penting. (idn)

Belajar bahasa jawa penting untuk kau yang berkeinginan atau akan tinggal dalam lingkungan yang mayoritas penduduknya berbahasa Jawa, baik itu untuk kepentingan profesi ataupun untuk kepentingan lainnya.
Dengan mengenal sedikit dasar perihal bahasa jawa, diharapkan nantinya kamu lebih mudah dalam bersosialisasi dengan lingkungan disekitar. Atau setidaknya ada kata yang dimengerti ketika kamu mendengar orang lain disekitarmu berbincang-bincang dalam bahasa ini.

Untuk itu, Mari kita segera saja kenalan dengan Kosakata Bahasa Jawa yang acap kali dipakai bagus itu yang halus ataupun kasar.

Walaupun sesungguhnya bahasa Jawa memiliki 3 tahapan penggunaan,. Tapi Dalam video Belajar Bahasa Jawa yang ditemani oleh Mba Niken Larasati ini ada sekitar 111 Kosakata Bahasa Jawa Ngoko dan Bahasa Jawa Krama Inggil/Krama.

Fakta Dibalik Bahasa Jawa & Orang Jawa

Fakta Dibalik Bahasa Jawa & orang jawa

Fakta Dibalik Bahasa Jawa & orang jawa. (hipwee)

Secara sederhana bahasa jawa ngoko digunakan oleh seseorang pada seseorang lain yang seusia atau sudah diketahui dekat. Padahal Bahasa Jawa Krama merupakan bahasa Jawa halus yang biasanya diterapkan dikala berdiskusi terhadap orang tua atau orang yang lebih tua.

Berikut Fakta-Fakta perihal Bahasa Jawa :

  1. Bahasa Jawa Mempunyai Banyak Penutur
  2. Mempunyai Logat atau Logat Berbeda
  3. Terbagi Kedalam Beberapa Strata

Bahasa Jawa Mempunyai Banyak Penutur

Seperti sudah disebutkan sebelumnya. Bahasa Jawa yaitu bahasa dengan penutur terbanyak di Indonesia. Bahasa jawa banyak dituturkan oleh masyarakat yang tinggal di wilayah Jawa tengah, Yogyakarta, Jawa timur dan beberapa penduduk di daerah Banten juga penduduk disekitar kawasan Pantai utara, seperti Karawang, Cirebon, Indramayu dan Subang.

Selain di Nusantara, bahasa Jawa diterapkan oleh masyarakat di negara Suriname dan juga di Aruba, Curacao dan Kaledonia baru. Meskipun jumlah penuturnya tidak sebanyak di negara Suriname yang mayoritas penduduknya juga bersuku Jawa.

Mempunyai Logat atau Logat Berbeda

Sama seperti bahasa Sunda, bahasa Jawa juga mempunyai dialek yang berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Dialek orang yang tinggal di pesisir pantai utara tentu saja akan berbeda dengan Penutur di wilayah Solo dan Yogyakarta yang diketahui lembut.

Terbagi Kedalam Beberapa Strata

Dalam masyarakat Jawa, terdapat sebagian pilihan pengaplikasian Bahasa Jawa dan opsi Bahasa Jawa ini mempunyai level yang berbeda (mulai dari tingkatan bahasa yang kasar hingga tahapan bahasa yang halus).

Nah, tingkatan bahasa inilah yang kemudian memutuskan kesan hormat dan sopan-nya si penutur. Dalam kehidupan bermasyarakat di ruang lingkup masyarakat Jawa, terdapat 3 jenis bahasa, yakni ngoko, madya, dan krama. Dan bahasa krama sendiri masih terbagi lagi menjadi sebagian sub bahasa, seperti Bahasa Jawa Krama Inggil, krama desa, bahasa istana/ keraton, dan bahasa kasar.

 

 

  • Leave a Reply

%d bloggers like this: