Apa yang Kamu Cari di Gontor?. Slogan ini atau ungkapan kata ini yang selalu terbenak di hati ku hingga aku 5 tahun sudah keluar dari Gontor, namun tetap ingat dengan slogan ini. BTW, Kalimat otu di pampang tegak di bagian gedung baru (gedung anak baru shigor) tepatnya di selatan Masjid Jami’, Masjid JAmi’ itu adalah gedung penyambut bagi yang berkunjung ke Gontor.

Jadi ya semua bisa lihat, kalimat itu.

Namun, aku rasa tak cukup mengungkapkannya. Memang tak cukup untuk mengungkapkan tersebut, karena sehari hidup di Gontor itu seperti hidup di di lain alam, hehe (lebay bet).

Bayangin aja kamu hidup sendiri, belum ada satu orang pun yang kamu kenal di ribuan orang itu, dan kamu dituntut untuk berdisiplin dengan aturan yang serba konsekuensi besar waktu itu. Ngebayanginya sangat super duper kan hidupnya!..

Nah, aku yang masuk Gontor dari lulusan SD, jadi SMP hingga SMA nya mondok di Gontor. Pasti kebayang dong kecilnya, posturnya bahkan pola pikir yang masih kekanak-kanakan.

Disisi lain memang dari keinginan hati ingin masuk Gontor,tapi kaget juga setelah masuk ternyata kehidupan yang sangat disiplin. Tapi diisi lain ortu aku juga gak tega melihat itu, meski berat untuk menyekolahkan di lain sekolah selain Gontor.

Baca ini: 7 Alasan saya masuk Gontor

Mungkin hal itu, alasan terbesar ortu saya ga tega nyekolahkan saya ke lain sekolah selain Gontor.

Sisi Kehidupan Nyantri di Gontor

gontor

Sisi Kehidupan Nyantri di Gontor. (inspira data)

Banyak alumni Gontor dibuat silau oleh banyak pujian, bahkan setahun baru keluar sudah masuk dalam antrian menantu idaman (wkwkw).

  1. Penampilan bak boyband Muslim ala ala Korea
  2. Mahir mengajar anak-anak , kebanyakan SD, TPA
  3. Berpenampilan kece badai, (PeDe bet pokoknya kalo dah tampil di public)
  4. Wangi (katanya kebanyakan netizen saat anak gontor sliweran)

Kurang apa cobaa!?….. Untuk bisa dikatakan calon menantu idaman (wkwkwk)

NAMUN KETAHUILAH!

Hidup tak sesimple itu FERGUSO!

Ku kiaskan mereka menjadi aku aja, biar ga jauh jauh kehidupan mereka lebih tragis menangis di Gontor saat nyantri ,.hehe (padahal beda beda sih pengalaman mereka)

Pertama, dulu aku sangat gendut sebelum masuk Gontor. Dikala sudah keterima di Gontor dan meraungi kehidupan bak tentara Nasional Indonesia, maka berubahlah badan ini menjadi kerempeng, kucel, dekil nan banger (amis).

Dan itu smua yang bilang Bapak aku sendiri… kan tega bgt yaa!

Sempet juga, waktu itu keluarga besar berbondong-bondong menjengukku. Bukan karena sakit, niat mereka ingin melihat suasana Pondok dan anak ganteng ini (kata mereka).

Saat itu lagi sekolah sore,
Nah!, biasanya di Gontor itu sekolah sorenya dari jam 2 hingga jam 3.

Keluarga aku dateng jam 2 lebih sedikit. Posisiku pasti di kelas dong..

Di jemputlah aku oleh om,  biasa ku sapa pak Kur.

Suasana hujan deras dan aku membersamainya, berjalan berdua. Aku dan Pak Kur bersama menuju asrama.

Sesampainya di asrama, pecahlah tawa haru mereka melihat kondisiku saat itu. Dekil, baju lusuh dkk itu masih menempel di badan kecilku. (wkwkwk malu nyritainnya)

Singkat cerita, mereka pamit setelah bincang kangen cukup lama.

dan tak ketinggalan, satu hal tradisi keluarga kami yaitu memberikan satu petuah dengan satu amplop, dan pastinya di dalam amplop itu berupa uang saku. Dan pulanglah mereka,.. hiks …

Dan menyambung pembahasan sebelumnya tadi, bahwa aku yang telah lulus 4 tahun setelah nyantri, kisah tidak berhenti untuk diceritakan ke sanak saudara lainnya, dimana mereka menjengukku dengan penuh tawa dan haru (kasian juga mungkin)..

Sedangkan ponakan ku yang mendengar kisah itu, pada ketawa membersamai bullying deras melaju terhadapku semua. Tapi, stay cool aja aku mah..

Mereka yang hanya ngrasain bangku SMP – SMA Negeri yang kece (tapi miris pergaulannya), belum pernah merasakan syahdunya duduk di bangku santri, sangat tercengang mendengar kisah itu, dan bahagiaa melihat aku sekarang agak bersihan,.. wkwk parah deh!

Kan mualuuu banget, dan itu tiap kali aku muncul saat ngobrol bareng, hal itu di ungkit terus!

Yaa salaam.. yaa sudahlah

Anak Gontor itu Sukar Dicari

alumni gontor

Saat para mahasiswa Gontor sedang melakukan upacara.

Bukan untuk sombong bikin subheading seperti itu, hanya saja sebutan tersebut adalah hasil dari search and resaerch aku setelah otw 5 tahun keluar nyantri dari Gontor. Jika kamu keberatan yaa jangan marah, doain aja yang terbaik.. wkwk

Pasti terbenak pertanyaan, Kok bisa gitu?

Pertanyaan itu muncul, setelah ku ceritakan sekilas kepahitan cerita di atas kan.

Jujur nii, Gontor memang luar biasa mendidik santrinya. Untuk penerimaan santri baru saja, Gontor dengan sistemnya, tidak memajang promo baleho, atau bahkan website bahwa “Tahun.. Gontor menerima siswa baru” , mustahil!! dan very aneh.

Yaa terbukti, kabar terbaru untuk calon santriwati 2019 berpusat di mantingan berjumlah 3000 an, itu pun masih banyak yang di tolak karena tak memenuhi nilai ujian tes yang ada. (apalagi caalon santri putra, lebih banyak insyaaAllah)

Aku selama 6 tahun di Gontor, bisa tahu bagaimana mengatur waktu. Bayangkan!!

Dari jam 9 malam mulai tidur hingga tidur lagi, aku dkk digembleng secara sistematis.

Berbahasa Arab dan Inggris 24 jam hukumnya wajib, konsekuensi melanggarnya ialah gundul itu paling berat, namun posisi push up sejam, lari 8 kali muteri lapangan di siang hari dengan dasar tanah berpaving, itu adalah sanksi yang masih bisa di kasi toleransi.

Yaa kita meski kucel dan lain-lain itu, kita masih memperhatikan kerapian kok, jadi masalah rambut pun jika gundul itu menjadi aib besar di keluarga cemara kami,.wkwkwk

Aturan demi aturan pun aku legowo menjalaninya, ..

Bukan hanya bahasa yang menyertai sanksi berat, namun attitude keseharian yang anggun dan sopan, berbicara baik itu semua sangat di tekankan dalam kedisiplinan tersebut.

Bahkan jika kita khilaf, mencuri apapun itu, bahasanya seperti ini: Ketahuan mencuri satu pulpen pun akan di Scorsing (setahun) atau di pulangkan (pulang selama-lamanya).

Kan ngeriii!

yaa begitulah indahnya nyantri di Gontor.

santriwati mantingan

santriwati mantingan

Namun, Gontor dengan sintesanya, mampu bergerak dan unggul di setiap aspek lini pendidikan maupun pengajarannya. Kurikulumnya yang stelah diakui oleh beberapa sekolahan tinggi luar negeri seperti Universitas Al Azhar Cairo, Mesir, Universitas Madinah di Madinah, Universitas Sudan hingga beberapa Universitas di negara Barat.

dan kurang lebih baru 3 tahun, Indonesia baru mengakui kurikulum Gontor.

Mandiri dengan kurikulumnya, KMI (Kulliyatul Mu’alliminal Islamiyyah). Menjadikan Gontor sebagai pusat rujukan para pondok alumni, yyang menginginkan sistem itu terlakasana di pondok-pondok mereka. Bahkan KMI ini menjadi pusat pendirian pondok modern di Indonesia.

oiya, ngomong-ngomong tentang modern, aku jadi kepikiran kenapa Gontor menyematkan kalimat modern di nama resmi lembaganya. Penasaran kan!?

Kok Bisa PeDe saat di Public (forum umum)?

pendaftaran masuk gontor

Acara yang diselenggarakan oleh IKPM Türkiye Kırklareli Şubesi + PPI Kırklareli + Kırklareli Gençlik Merkezi????☺ dalam acara Program pengenalan Kültür dan Baju adat kepada masyarakat khususnya anak di kirklaleri.. . . .

Satu penilaian ini, seperti yang menjadi penilaian kalangan manusia. Jika satu diantara 5 orang gerombolan ada yang wangi, maka dianggap gerombolan itu wangi semua. Atau jika Presiden Indonesia orangnya baik, santun dan cerdas, maka di mata dunia Indonesia pun kan dijuluki negara yang rakyatnya santun, baik dan cerdas. Begitupun sebaliknya.

Jadi yaa seperti itu,.. banyak kok yang pemalu, banyak juga yang suka private bersosial.

Namun, kebanyakan dari kita adalah orang yang berdikari, ber-leadership, dan suka menolong, dan suka menabung, hehe

Namun, kita selalu ingat dengan petuah K.H. HAsan Abdullah Sahal:

Kalo hanya hidup saja, kambing pun juga hidup.

Kalo hanya ingin makan saja, maka monyet juga bisa makan.

Kali hanya pinter saja, maka yahudi pun lebih pinter ,.

Maka, jadilah orang yang bermanfaat bagi orang sekitarmu.

Dimana kalian injak, maka kalian tanggung jawab (bermanfaat) untuk semua. Begitulah kurang lebih ta’wilnya.

Maka, aku yakin, mereka yang banyak di ketahui orang dengan positiv pergerakan mereka, ada banyak lagi anak-anak alumni Gontor sedang berjuang untuk kemaslahatan umat.

KEMBALI ke LAPTOP!! (hiya hiya hiya)

Dulu, Aku orangnya pemalu sebenarnya, lebih tenang menyendiri, ga ada skill khusus yang ku bawa. Namun setelah keluar dari Gontor, pujaan, pujian itu semua menjadi tekanan batin di diriku. oohh!

Gimana enggak, dalam posisi nyaman, seseorang akan enggan bahkan susah untuk berdiri dan pindah dari posisi itu. Apalagi dengan banyak request dan tanggapan orang di luar sana yang sering memojokkan.

“ayo dong jadi pengajar seminggu aja di sekolahan ibu ku..”

 

“ayo dong maju, tuh mc nya ga dateng.. katanya alumni Gontor!??”

 

“ayo dong jelasin di depan, ngewakilin sekelas yaa.. katanya, kamu anak Gontor…”

(diatas obrolan mereka) Para masyarakat budiman lagi memohon tapi menghujat.

Kamu pasti pernh diposisi ini,

Mau berperan tapi belum ada skill, mau maju tapi maluu, mau menolak tapi terus di katain.

hemmm

“Rasa Bosan…
Membukakan jalan mencari peran,
Keluarlah dari zona nyaman…”

…Begitulah kurang lebih liriknya, lagu dari Fourtwnty

nah, itulah diatas pelajaran yang aku ambil dari Gontor, sebenarnya masih buanyak BGT.

….Cuman bingung mau lanjut dari mana,

Gpp. Kamu bisa rquest DM langsung di Instagram @gala.hakam

Semoga manfaat ya .. 🙂

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Categories: Update

Leave a Reply

%d bloggers like this: