Hukum Oersted

 

Hukum-hukum Listrik yang kita gunakan saat ini tidak serta merta muncul begitu saja. Pada mulanya, banyak sekali penemuan di masa lalu yang kemudian diaplikasikan hingga saat ini. Salah satunya adalah Hukum Oersted yang sangat terkenal.

Hukum Kelistrikan ini merupakan salah satu materi di bidang Fisika yang sangat penting.

Untuk lebihmemahami hukum kelistrikan dan elektronika yang banyak kaitannya dengan kehidupan kita saat ini, kita akan membahasa beberapa diantaranya pada point berikut ini ya.

Hukum Oersted

Hukum Oersted
Hukum Oersted

Awal mulanya tentang hukum oersted adalah Hans Christian Oersted yang mengadakan penelitian mengenai pengaruh medan magnet pada kawat yang dialiri listrik. Penemuan ini selanjutnya disebut dengan Penemuan Oersted.

Inti dari bunyi Hukum Oersted sendiri berkisar pada pengaruh magnetik di sekitar kawat yang dialiri oleh arus listrik. Pengaruh magnetik ini juga dapat menarik bahan magnetik lainnya seperti serbuk besi.

Hukum Oersted dapat dikatakan sebagai Bapak dari Hukum Listrik lainnya, karena sebagai dasar pondasi dari Hukum Listrik yang kemudian diteruskan dan dikembangkan oleh penemu-penemu lain yang penemuannya juga berkaitan dengan Hukum Oersted.

 

Hukum Faraday

Hukum Faraday
Hukum Faraday

Michael Faraday adalah ilmuwan yang kemudian ‘meneruskan’ penemuan Oersted terkait dengan medan magnet dan listrik.

Michael Faraday ini tak hanya terkenal akan Hukum Faraday-nya saja, namun juga Efek Faraday, Elektrokimia, Hukum Elekstrolisis Faraday, Paradoks Faraday, Gelombang Faraday dan juga Efek Efisiensi Faraday.

Hukum Faraday berbunyi demikian : “Sebuah garis gaya dalam suatu medan listrik adalah sebuah garis gaya yang dilukiskan apabila garis singgung pada setiap titiknya menunjukkan arah medan listrik pada titik tersebut.”

Hukum Coulomb

Hukum Coulomb
Hukum Coulomb

Hukum selanjutnya yang masih berkaitan dengan kelistrikan adalah Hukum Coulomb. Coulomb ini dicetuskan oleh Charles Coulomb, seorang ilmuwan yang berasal dari Prancis.

Pada tahun 1786, Charles Coulomb mengadakan percobaan untuk menyelidiki interaksi antara benda-benda yang bermuatan listrik. Dari percobaan itulah akhirnya muncul hasil yang kemudian dinyatakan ke dalam Hukum Coulomb.

Hukum Coulomb sendiri berbunyi : “besar gaya tarik menarik atau tolak menolak antara dua benda bermuatan listrik yang terpisah pada jarak tertentu sebanding dengan besar muatan kedua benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda.”

 

Hukum Kirchoff

Hukum Kirchoff
Hukum Kirchoff

Hukum Kirchoff merupakan salah satu hukum juga dalam ilmu Elektronika. Hukum ini biasanya digunakan untuk menganalisa arus dan tegangan dalam rangkaian.

Gustav Robert Kirchoff adalah seorang ahli Fisika dari Jerman yang mencetuskan hukum ini. Hukum Kirchoff memiliki 2 hukum, Hukum Kirchoff 1 yang berkaitan dengan Arus dan Hukum Kirchoff 2 yang berkaitan dengan Tegangan.

  1. Hukum Kirchoff 1

Hukum Kirchoff1 ini dikenal sebagai hukum percabangan karena hukum ini memenuhi kekekalan muatan.

Bunyi Hukum Kirchoff 1 adalah sebagai berikut :

“Jumlah arus listrik yang masuk melalui titik percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan jumlah arus yang keluar melalui titik percabangan tersebut”

 

  1. Hukum Kirchoff 2

Hukum Kirchoff 2 dikenal sebagai hukum simpal (loop rule) dikarenakan pada kenyataannya beda potensial diantara dua titik percabangan dalam satu rangkaian pada keadaan tunak adalah konstan.

 

Bunyi dari Hukum Kirchoff 2 ini adalah : “Pada setiap rangkaian tertutup, jumlah beda potensialnya harus sama dengan nol”

 

Hukum Ampere-Biot-Savart

Hukum Ampere-Biot-Savart
Hukum Ampere-Biot-Savart

Hukum Ampere-Biot-Savart ini memang merupakan gabungan dari 3 ilmuwan jenius yang berasal dari Prancis yaitu Andre Marie Ampere (1775-1863), Jean BaptistaBiot (1774-1862) dan Victor Savart (1803-1862).

Bunyi Hukum ini adalah sebagai berikut : ““Gaya akan dihasilkan oleh arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar yang berada diantara medan magnetik”

 

Hukum Lenz

Hukum Lenz
Hukum Lenz

Selanjutnya Hukum yang masih berkaitan dengan listrik seperti Hukum Oersted adalah Hukum Lenz.

Heinrich Lenz (1804-1865) adalah seorang ilmuwan yang berasal dari Estonia. Dari dialah hukum Lenz yang berkaitan dengan elektromagnetik ini tercetus.

Demikian adalah bunyi dari Hukum Lenz : “arus induksi elektromagnetik dan gaya akan selalu berusaha untuk saling meniadakan (gaya aksi dan reaksi)”

Hukum Lenz ini yang kemudiaj dijadikan patokan dan menjelaskan mengenai prinsip yang bekerja pada generator dan motor yang menggunakan mesin listrik putar.

 

Contoh Penerapan Hukum Oersted dalam Kehidupan Sehari-hari

Mungkin sebenarnya banyak alat yang kita gunakan atau kita lihat dalma kehidupan sehari-hari yang menggunakan konsep listrik dari semua hukum kelistrikan yang sudah kita baca tadi.

Tak hanya Hukum Oersted namun juga banyak hukum listrik lainnya yang cara kerjanya dijadikan dasar untuk mempermudah kinerja suatu alat.

Berikut adalah beberapa contoh alat yang menggunakan penerapan listrik statis :

  • Mesin Fotokopi

Mesin fotokopi yang biasa kita lihat ini menggunakan daya tarik muaran listrik yang berbeda. Bidang hitam yang akan digandakan dicitrakan oleh suatu pola muatan positif pada pelat mesin fotokopi, yang kemudian akan menarik partikel bermuatan negatif dari bubuk hitam halus yang disebut toner.

 

  • Penangkal Petir

Penangkal petir biasanya dipasang di gedung-gedung tinggi atau juga ada di beebrapa rumah yang memang sengaja dipasangi si anti petir ini yang kemudian dihubungkan ke tanah melalui kabel logam.

Penangkal Petir
Bentuk Penerapan Listrik Statis dalam Kehidupan Sehari-hari, Penangkal Petir

Cara kerjanya, ujungnya yang terbuat dari logam berujung lancip ini menyediakan jalan bagi muatan listrik di awan (kilatan petir) untuk berpindah menuju tanah melalui kawat. Apabila aliran listrik tadi sudah doantarkan sampai ke tanah maka muatan listriknya akan hilang.

 

  • Sisir Rambut

Penahkah ketika menyisir rambut terlalu lama kemudian rambut kita menjadi tertarik ke atas? Sebenarnya awalnya rambut kita bermuatan netral namun ketika kita menyisir rambut, ada muatan elektron rambut kita yang berpindah ke sisir.

Ketika sisir mendapatkan tambahan muatan elektron, maka muatannya akan berubah menjadi negatif. Nah, sedangkan rambut akan bermuatan positif. Inilah mengapa rambut kita kemudian menjadi berdiri karena ada muatan elektron dengan cara digosok / disisir.

 

  • Penggaris dengan kain Wool

Percobaan ini mungkin dilakukan pada saat kita berada di bangku sekolah. Penggaris yang terbuat dari mika, kita gosok-gosokkan ke kain wool dan kemudian dapat digunakan untuk menarik serpihan kertas.

Pada awalnya kain wool bermuatan positif, namun setelah digosok, ia akan berubah menjadi negatif dan mengalirkan energinya ke penggaris sehingga dapat menarik serpihan kertas yang ada.

 

  • Cat Semprot

Teknik yang digunakan pada cat semprot juga menggunakan prinsip kerja muatan listrik statis. Cat yang disemprotkan diberi muatan listrik yang berlawanan dengan benda yang dicat, sehingga butir-butir cat yang disemprotkan akan tertarik pada benda yang dicat.

Dengan demikian, hasil pengecatan menjadi lebih merata dan mampu menjangkau bagian-bagian yang sulit, sehingga polusi udara dapat dikurangi.

 

  • Printer Laser

Cara kerja selanjutnya yang menggunakan listrik statis adalah printer laser. Pada saat drum yang bermuatan positif berputar, laser bersinar melintasi permukaan yang tidak bermuatan. Laser selanjutnya menggambar pada kertas yang bermuatan negatif.

Kertas akan melewati fuser setelah ia melewati drum yang berputar. Kertas akan mengalami pemanasan pada bagian fuser ini, yang kemudian menyebabkan kertas terasa panas saat keluar dari printer.

Saat ini printer laser banyak diminati karena lebih ekonomis dan lebih akurat hasilnya.

Nah itu tadi adalah beberapa hukum yang berkaitan dengan Hukum Oersted maupun hukum kelistrikan lainnya. Semoga bermanfaat ya.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply