Bagi para pemula yang ingin bisa membaca al-quran, ilmu pertama yang harus dikuasai adalah tentang hukum tajwid. Sebagaimana ilmu yang lain, Ilmu Tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari cara bagaimana dapat membunyikan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci al-Quran maupun bukan.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia menjelasakan bahwa ilmu adalah suatu pengetahuan atau kepandaian tentang suatu bidang tertentu.

Berkaca dari penjelasan tersebut jelas bahwa ketika kita ingin mendapatkan pengetahuan yang mana merupakan pengetahuan yang dibenarkan maka menguasai pengetahuan itu sendiri merupakan jalan yang harus ditempuh.

Karena seiring berjalannya waktu dan zaman, banyak orang yang ngawur ingin belajar suatu pengetahuan namun tidak tahu ilmu apa yang harus digunakan untuk mendapatkan pengetahuan tersebut, akibatnya dia hanya sekedar tahu tanpa bisa menguasai.

Begitu juga ketika kita ingin belajar al-quran yang baik dan benar, maka sudah seharusnya kita harus menguasai ilmu hukum tajwid terlebih dahulu.

Apa itu Ilmu hukum Tajwid?

Pengertian tentang ilmu tajwid.

Pengertian tentang ilmu tajwid.

Ilmu hukum tajwid merupakan suatu ilmu yang mempelajari bagaimana membaca al-quran yang baik dan benar. Dapat dikatakan ilmu tajwid ini merupakan suatu ilmu yang berisi metode-metode yang digunakan ketika ingin membaca al-quran dengan baik dan benar.

Selain itu, dengan mempelari ilmu tajwid, setidaknya ketika kita membaca al-quran maka akan enak didengar dan benar bacaannya dnegan kaidah-kaidah yang telah ditentuka. Berbeda halnya ketika kita tidak menggunakan ilmu hukum tajwid ketika membaca al-quran.

Hukum mempelajari ilmu tajwid

Pengertian tentang ilmu hukum tajwid. (1)

Hukum mempelajari ilmu tajwid

Mempelajari ilmu hukum tajwid ketika ingin bisa membaca al-quran hukumnya adalah fadhu kifayah. Artinya wajib bagi setiap orang tanpa namun, ketika ada diantara kita sudah bisa bahkan menguasai ilmu tersebut maka gugurlah kewajiban orang lainnya untuk mempelajari.

Meski begitu, sudah seyogyanya kita sebagai umat muslim wajib untuk mempelajari ilmu tajwid tanpa terkecuali ketika ingin membaca al-quran.

Belajar ilmu tajwid itu tidak sesulit yang dibayangkan. Meski banyak sekali hukum bacaan yang harus dipelajari, namun tatkala kita serius belajar tentu dengan metode yang tepat pun dengan guru yang tepat segala sesuatunya pasti akan lebih mudah.

Tak butuh waktu lama kalian pun akan cepat untuk menguasainya dengan syarat ilmu tajwid setiap hari digunakan pada saat membaca al-quran atau istilahnya dijadikan kebiasaan. Pada dasarnya segala sesuatu yang dibiasakan jauh akan melekat kuat di otak sehingga kalian pun akan sangat cepat dalam menguasai sesuatu tersebut.

15 hukum bacaan dalam ilmu tajwid dasar

belajar hukum ilmu tajwid

Belajar ilmu tajwid itu ada tahapannya dimulai dari yang paling dasar hingga yang paling tersulit. Hal ini bertujuan agar dalam proses belajar itu mudah. Berikut 15 hukum bacaan dalam ilmu tajwid secara lengkap beserta contoh yang mudah untuk dipahami.

  1. Idzhar

Idzhar artinya jelas atau terang. Intinya apabila ada nun sukun/mati atau  huruf tanwin bertemu dengan salah satu huruf idzhar halqi (  ه ا ح خ ع غ) maka hukum bacaannya adalah idzhar dan harus dibaca dengan jelas.

Contoh:

contoh idzhar halqi

contoh idzhar halqi

  1. Idgham

Idgham disini dibagi menjadi dua:

  • Idgham bighunnah

Apabila ada nun sukun/mati atau huruf tanwin bertemu dengan huruf empat yakni ( ى ن م و) maka hukum bacaannya adalah idgham bighunnah dan harus dibaca secara dengung. Contoh:

contoh Idgham

contoh Idgham

  • Idgham bilaghunnah

Apabila ada nun sukun/mati atau huruf tanwin bertemu dengan huruf dua yakni ( ل ر) maka hukum bacaannya adalah idgham bilaghunnah dan harus dibaca tanpa disertai dengung. Contoh:

Idgham bilaghunnah

contoh Idgham bilaghunnah

  1. Ikhfa’

Ikhfa’ artinya disamarkan atau tidak jelas. Jadi apabila ada nun sukun/mati atau huruf tanwin bertemu dengan huruf (ت ث ج د ذ س ش ص ض ط ظ ف ق ك) maka hukum bacaannya adalah ikhfa’ dan harus dibaca samar-samar atau tidak jelas dan sedikit mendengung. Contoh:

  • Ikhfa’ kubro atau ikhfa’ aqrob

Ikhfa’ kubra ini adalah nun sukun atau tanwin yang bertemu dengan huruf ikhfa’ yang jenisnya lebih dekat pengeluaran huruf hijaiyahnya dengan makhroj huruf nun. Huruf-huruf itu ialah  (ت, د, ط).
Suara yang dihasilkan dari pertemuan ini mendekati bunyi “n” dengan suara mendengung lalau ditahan 2 ketukan.

Ikhfa' kubro atau ikhfa' aqrob

Ikhfa’ kubro atau ikhfa’ aqrob

  • Ikhfa’ sugra atau ikhfa’ ab’ad

Ikhfa’ sugra ini atau ikhfa’ ab’ad ini maksudnya ialah apabila nun sukun atau tanwin bertemu dengan huruf ikhfa’ yang makhroj nya jauh dari huruf “n”. Dan itu hurufnya ialah (ق, ك).

Cara membacanya berdengaung dengan ukuran pendek saja, dan bacaaan ini mngarah kepada bunyi “ng”. Contohnya:

Ikhfa’

Ikhfa’ sugra

  •  Ikhfa’ wustha atau ikhfa’ ausath

kalo ikhfa’ ausath ini, huruf ikhfa’nya tidak berjauhan dan tidak dekat dengan makhroj huruf “n”. Maka bacaannya itu mengarah ke “n-ng”, adapun huuf fa’ mengarah ke bunyi “m-f”. Huruf-huruf ikhfa’ wustho, yaitu (ث , ج , ذ , س , ش , ص , ض , ز , ظ , ف)

contoh ikhfa'

contoh ikhfa’ wustho, tidak jauh dan tidak dekat.

  1. Iqlab

Iqlab artinya menukar atau mengganti. Apabila ada nun sukun/mati atau huruf tanwin bertemu dengan huruf (ب) maka hukum bacaannya adalah iqlab dan cara membacanya dengan mengganti huruf   menjadi suara    dengan merapatkan dua bibir diserta mendengung. Contoh:

contoh iqlab

contoh iqlab

  1. Ikhfa’ syafawi

Apabila ada mim mati bertemu dengan huruf ba’ maka hukum bacaannya ikhfa’ syafawi dengan dibunyikan secara samar-samar. Contoh ikhfa’ syafawi:

  •  Ali imron ayat 15: اَؤُنَيِّئُكُمْ بِخَيْرٍ
  •  Ali imron ayat 50: لَكُمْ بَعْضَ
  • Al baqoroh ayat 8: وَمَاهُمْ بِمُؤْمِنِيْنَ
  1. Idgham mimi

Apabila ada mim mati bertemu dengan huruf mim maka hukum bacannya idgham mimi dan harus dibunyikan seperti menyuarakan mim secara rangkap atau tasydid. Comtoh idgham mimi:

  • Al baqoroh ayat 10: قُلُوْبِهِمْ مَرَضٌ
  • Al isro’ ayat 56: زَعَمْتُمْ مِنْ دُوْنِ
  • Ali imron ayat 10: اَوْلاَدُهُمْ مِّنَ اللهِ
  1. Idzhar syafawi

Apabila ada mim mati bertemu dengan huruf selain mim dan ba’ maka hukum bacannya adalah idzhar syafawi dan harus dibaca dengan jelas. Contoh idzhar syafawi:

  •  فَلَهُمْ اَجْرُهُمْ
  • اَلَمْ تَرَكَيْفَ
  • لَهُمْ جَنَّتٌ
  1. Qalqalah sugra (kecil)

Qalqalah pada dasarnya adalah bunyi huruf yang dipantulkan baik dalam kondisi mati atau sengaja dimatikan. Huruf qalqalah ada empat yakni ( ق ط ب ج د) . Qalqalah sugra ialah apabila ada salah satu dari huruf qalqalah yang berbaris mati dan baris matinya itu asli bukan karena waqaf atau mati karena diharakat sukun. Contoh:

contoh qalqalah sugra

contoh qalqalah sugra

  1. Qalqalah kubra (besar)

Qalqalah kubra adalah apabila ada salah satu dari huruf qalqalah yang telah mati karena tanda waqaf atau berhenti. Contoh:

contoh qalqalah kubra

contoh qalqalah kubra

  1. Mad mad thobi’i

Hukum bacaan mad memiliki arti melanjutkan atau melebihkan. Dapat dikatakan hukum bacaan ini berarti memanjangkan suara suatu bacaan. Mad dibagi menjadi dua yakni mad tabi’i atau asli dan mad far’i yang juga dibagi menjadi beberapa hukum bacaan. Mad itu ada tiga huruf yakni alif, wawu, dan ya’. Untuk mad tabi’i atau mad asli terjadi apabila huruf berharakat fathah, kasroh, dhommah bertemu dengan alif, wawu, ya’ yang mati. Dan ini harus dibaca 1 alif atau dua harakat. Contoh:

  • Al baqoroh ayat 2: لَا رَيْبَ
  • ayat 3: الَّذِيْنَ
  • ayat 4: يُؤْمِنُوْنَ
  1. Mad mad iwad’

Apabila pada akhir kalimat terdapat huruf yang berharakat fathah tanwin dan harus dibaca waqaf (mati) dengan panjang 2 harakat. Contoh mad iwad: Surat Alkahfi ayat 1, ۞عِوَجًا   , ayat 2: ۞حَسَنًا              

  1. Mad wajib muttashil

Apabila ada huruf mad tabi’i bertemu dengan huruf hamzah dalam satu kata. Panjang bacaan 5 harakat atau 2,5 alif. Contoh:

1. السَّمَاء : Assamaaaaa i
2.  ٌسَوَاء   : Sawaaaaa un
3. تَبُوأ     : Tabuuuuu a
4. هَنِيْأ    : Haniiiii an
  1. Mad arid lissukun

Apabila ada huruf mad tabi’i bertemu dengan huruf hidup dalam satu kalimat dan dibaca waqaf. Panjang bacaan 2 hingga 6 harakat. Contohmad arid lissukun:

  • “Nun” dibaca mati karena waqof setelah Mad Thobi’ : إِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ 
  • “Mim” dibaca mati karena waqof setelah Mad Thobi’ : لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ
  1. Mad badal

Mad badal adalah mad sebagai pengganti huruf hamzah di awal kata. Panjang bacaan 2 harakat. Contoh mad badal:

  • لَآيَاتٍ terdapat dalam surat al-jasiyah ayat 3
  • وَآيَاتِهِ terdapat dalam surat al-jasiyah ayat 6
  • آيَاتِ  terdapat dalam surat al-jasiyah ayat 8
  1. Mad jaiz munfasil

Yakni mad tabi’i yang bertemu dengan huruf hamzah dalam dua kata yang bersambung. Panjang bacaannya adalah 2 hingga 6 harakat. Contoh mad jaiz munfasil:

  • اِلَّا اَنْفُسَهُمْ , surat al baqoroh ayat 9
  • قَالُوْ اِنَّمَا, surat al baqoroh ayat 11

Itulah 15 hukum bacaan tajwid dasar yang sangat mudah untuk dipelajari. Sebenarnya masih sangat banyak hukum bacaan  tajwid yang lain namun akan jauh lebih efektif jika kita belajar dari yang dasar untuk kemudian berlanjut ke tahapan selanjutnya. Selamat belajar!

Categories: SMP

Leave a Reply

%d bloggers like this: