Instrumen Penelitian

Ketika berencana untuk melakukan penelitian maka sudah seyogyanya untuk memikirkan instrumen penelitian. Hal ini dikarenakan instrumen penelitian ini memiliki fungsi sebagai alat bantu dalam pengumpulan data. Bentuk instrumen penelitian ini juga sangat berkaitan dengan metode pengumpulan data.

Secara umum instrumen penelitian merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi yang akan digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan ketika penelitian. Alat ini dipilih sesuai dengan jenis data yang diinginkan dalam penelitian. Dapat ditarik kesimpulan bahwa instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data.

Dalam dunia pendidikan instrumen penelitian ini biasanya digunakan untuk melihat serta mengukur prestasi belajar siswa, faktor yang memiliki hubungan atau pengaruh terhadap hasil belajar siswa, perkembangan hasil belajar siswa, keberhasilan proses belajar mengajar guru serta keberhasilan pencapaian suatu program tertentu. Lantas bagaimana definisi instrumen penelitian menurut para ahli?

Definisi instrumen penelitian menurut para ahli

instrumen penelitian
instrumen penelitian

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Menurut KBBI instrumen penelitian merupakan alat yang digunakan untuk mengerjakan sesuatu; sarana penelitian untuk mengumpulkan data sebagai bahan olah penelitian.

Menurut Suharsimi Arikunto

Menurut Suharsimi Arikunto instrumen penelitian merupakan alat bantu yang dipilih serta digunakan untuk mengumpulkan data dengan tujuan agar kegiatan penelitian tersebut menjadi lebih sistematis dan mudah.

Menurut Ibnu Hajar

Instrumen penelitian menurut Ibnu Hajar merupakan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan informasi kuantitatif mengenai variabel yang berkarakter dan objektif. Berikut jenis data yang dimaksud Ibnu Hajar:

  • Data kuantitatif merupakan jenis data yang berkaitan erat dengan jumlah atau kuantitas yang bisa dihitung atau disimbolkan dengan ukuran.
  • Data kualitatif merupakan jenis data yang berkaitan erat dengan nilai kualitas seperti indikator sangat baik, sedang, cukup, kurang dan sebagainya.
  • Data nominal, ordinal, interval, atau data rasio.
  • Data primer atau sekunder.

Menurut Sugiyono

Menurut Sugiyono pengumpulan data dapat dilakukan di berbagai tempat dan berbagai sumber serta dengan berbagai cara. Apabila dilihat dari tempatnya maka pengumpulan data dapat dilakukan di laboratorium, di rumah, di kantor dan lain sebagainya. Apabila dilihat dari sumbernya maka pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan sumber primer dan sekunder. Sumber primer ini merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya sedangkan sumber sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumber misal melalui perantara orang lain atau umumnya bisa berbentuk dokumen.

Belajar juga yuk: Tentang metode pembelajaran terlengkap

Jenis-jenis instrumen penelitian

Jenis-jenis instrumen penelitian
Jenis-jenis instrumen penelitian

Dalam perkembangannya, instrumen penelitian terbagi menjadi beberapa jenis sebagai berikut:

Instrumen tes

Menurut Arikunto (2002: 127) instrumen tes merupakan serentetan pertanyaan, latihan atau lainnya yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, atau kemampuan yang dimiliki individu atau kelompok.

Macam-macam instrumen tes:

  1. Tes kepribadian, tes ini dipakai untuk mengetahui kepribadian seseorang. Biasanya yang diukur berupa self-concept, kreativitas, disiplin, kemampuan khusus dan lain-lain.
  2. Tes bakat. Berbeda dengan tes kepribadian tes bakat ini lebih untuk mengetahui bakat seorang individu.
  3. Tes intelegensi. Tes ini merupakan tes yang dipakai untuk melakukan prediksi terhadap tingkat intelektual seseorang.
  4. Tes sikap yaitu digunakan untuk melakukan pengukuran terhadap sikap seseorang.
  5. Tes minat yakni tes yang digunakan untuk mengetahui minat seseorang.
  6. Tes prestasi merupakan tes yang dipakai guna mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari materi.
  7. Instrumen non tes

Macam-macam instrumen non tes adalah:

Angket atau kuesioner

Angket atau kuesioner merupakan sejumlah pertanyaan dalam bentuk tertulis yang digunakan untuk mengetahui sebuah informasi dari beberapa responden yang diambil mengenai suatu permasalahan yang diteliti. Kuesioner ini dapat berbentuk pilihan ganda, isian, check list, dan Rating scale.

Keuntungan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian:

  • Peneliti tidak perlu hadir
  • Dapat dibagikan dalam jumlah banyak tergantung berapa responden yang diinginkan
  • Responden dapat menjawab semua pertanyaan dengan leluasa

Kelemahan menggunakan kuesioner:

  • Validitas sering dipertanyakan
  • Kuesioner sering tidak dikembalikan tepat pada waktu yang ditentukan

Interview

Interview atau wawancara merupakan penggalian data secara langsung dengan tujuan untuk memperoleh informasi dari narasumber.

Dilihat dari pelaksanaannya interview dibagi menjadi atas:

  • Interview bebas dimana penanya bertanya mengenai segala sesuatu yang diperlukan meski terkadang juga keluar dari objek yang ingin ditanyakan.
  • Interview terpimpin yang mana penanya menyiapkan sederetan pertanyaan secara lengkap sebelumnya.
  • Interview bebas terpimpin yang mana merupakan kombinasi dari dua jenis interview sebelumnya.

Observasi

Observasi atau biasa dikenal pengamatan merupakan kegiatan untuk mengamati suatu objek dengan alat indera. Observasi ini dibagi menjadi 2 jenis yakni observasi non-sistematis dan observasi sistematis.

Pelajari juga: Evaluasi pembelajaran

Dokumentasi

Ini merupakan instrumen yang penting karena untuk mendapatkan semua informasi maka dibutuhkan dokumentasi. Metode dokumentasi dapat dilakukan dengan dua cara yakni dokumentasi yang memuat garis-garis besar atau berdasarkan kategori dan metode check list.

Kekuatan instrumen

Kekuatan instrumen
Kekuatan instrumen

Salah satu faktor yang mempengaruhi validitas hasil penelitian adalah kualitas instrumen yang digunakan ketika mengambil data. Peneliti harus berusaha untuk menyusun instrumen agar diperoleh instrumen yang kuat sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Kekuatan instrumen ini ditentukan oleh dua hal yakni tingkat validitas dan tingkat reliabilitas.

Baca juga: teknik analisis data

  1. Validitas instrumen penelitian

Validitas merupakan pengukuran tingkat kebenaran suatu instrumen. Ketika instrumen valid maka sudah dapat dipastikan kebenarannya. Ada empat kategori yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas instrumen ini:

  1. Validitas isi yakni instrumen dikatakan valid apabila sesuai dengan standar isi kurikulum yang berlaku.
  2. Validitas konstruk yakni kevalidan instrumen yang didasarkan pada kesesuaian instrumen dengan konstruksi teoritik dimana instrumen tersebut dibuat.
  3. Validitas prediktif yakni kevalidan instrumen yang didasarkan pada kemampuan instrumen untuk memprediksi hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang.
  4. Validitas konkuren yakni kevalidan instrumen yang didasarkan pada kesesuaiannya dengan hasil pengukuran lain terkait dengan variabel yang digunakan.

Sedangkan menurut pengujiannya validitas instrumen dibedakan menjadi dua macam yakni:

  1. Validitas internal yakni kevalidan instrumen yang didasarkan pada kesesuaian antara bagian-bagian instrumen terhadap instrumen secara keseluruhan.
  2. Validitas eksternal yakni kevalidan instrumen yang didasarkan pada data-data yang terkait dengan variabel yang diukur serta dihasilkan oleh instrumen lain.
  3. Reliabilitas instrumen penelitian

Reliabilitas merupakan tingkat ketidakpercayaan pada suatu instrumen. Jadi dapat dikatakan instrumen dianggap reliabel apabila instrumen tersebut memiliki reliabilitas yang tinggi. Dilihat dari cara pengujiannya, reliabilitas dapat dibedakan menjadi dua macam yakni:

  1. Reliabilitas internal yakni reliabilitas instrumen yang didasarkan pada hasil pencocokan antar bagian dari hasil tes. Sedangkan untuk pengujiannya dilakukan hanya dengan satu kali uji coba.
  2. Reliabilitas eksternal yakni reliabilitas instrumen yang didasarkan pada hasil pencocokan terhadap hasil tes yang ternyata berbeda baik satu instrumen atau beberapa instrumen.

Itulah sekilas penjelasan mengenai instrumen penelitian yang bisa diterapkan ketika melakukan penelitian khususnya di bidang pendidikan. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply