Kerangka Berpikir

 

Kerangka berpikir secara umum dijadikan sebagai argumentasi ketika akan merumuskan suatu hipotesis. Untuk itu dibutuhkan kerangka cara berpikir dengan berlandaskan pada logika deduktif yang mana menggunakan pengetahuan ilmiah sebagai premis dasar. Berikut penjelasan lengkap mengenai kerangka cara berpikir ilmiah.

Pengertian kerangka berpikir

 kerangka berpikir
Pengertian kerangka berpikir

Ada beberapa dari para ahli pendapat mengenai definisi dari kerangka berpikir ini. Menurut Eecho hal itu  merupakan suatu pemahaman yang melandasi pemahaman lainnya yang mana pemahaman ini adalah yang paling dasar dan menjadi pondasi bagi setiap pemikiran selanjutnya.

Sedangkan menurut Uma Sekaran dalam Sugiyono (2011: 60) kerangka berpikir merupakan model konseptual bagaimana sebuah teori dihubungkan dengan berbagai faktor yang sebelumnya telah diidentifikasi sebagai masalah yang sangat penting.

Dari pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa kerangka berpikir adalah sintesa hubungan mengenai variabel yang disusun berdasar pada ragam teori yang sebelumnya sudah dideskripsikan dan selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis untuk menghasilkan sintesa mengenai hubungan diantara beberapa variabel penelitian.

Untuk selanjutnya sintesa penelitian ini digunakan untuk merumuskan hipotesis.

Belajar juga: Tentang Metode Pembelajaran Terlengkap 

Esensi kerangka berpikir

Esensi kerangka berpikir
Esensi kerangka berpikir

Di dalam kerangka berpikir juga memiliki esensi atau sesuatu yang terkandung di dalamnya sebagai berikut:

  1. Alur pikiran yang logis dalam menjawab permasalahan yang didasarkan pada landasan teoritik atau hasil penelitian yang relevan dengan objek penelitian.
  2. Kerangka logika (logical construct) yang bisa menunjukkan serta menjelaskan permasalahan yang telah dirumuskan dalam bentuk kerangka teori.
  3. Model penelitian yang bisa disajikan secara skematis dalam bentuk gambar atau model matematis yang menyatakan hubungan-hubungan antar variabel penelitian atau merupakan ringkasan dari kerangka pemikiran yang digambarkan daam suatu model. Selanjutnya baru dirumuskan suatu hipotesis.

Pelajari juga: Kerangka konseptual lengkap dengan contohnya

Ciri-ciri kerangka berpikir

Ciri-ciri kerangka berpikir
Ciri-ciri kerangka berpikir

Untuk dapat disebut kerangka berpikir maka harus memenuhi beberapa kriteria di bawah ini:

  1. Diharuskan menguasai teori yang akan digunakan untuk melakukan argumentasi serta mengikuti perkembangan dari teori yang terus-menerus mengalami pembaharuan.
  2. Analisis filsafat dari teori keilmuan diarahkan pada cara berpikir sebagai dasar pengetahuan mana yang perlu disebutkan secara tersurat layaknya prinsip, asumsi,dan postulat.

BAca juga: Cara & Teknik analisis data

Cara membuat kerangka berpikir

Cara membuat kerangka berpikir
Cara membuat kerangka berpikir

Untuk lebih memudahkan dalam pembuatan kerangka berpikir maka diperlukan langkah-langkah efektif dalam penyusunannya dengan cara sebagai berikut:

  1. Menentukan variabel yang akan diteliti

Langkah pertama adalah menentukan variabel yang akan diteliti. Ini bertujuan untuk menentukan kelompok teori yang akan dikemukakan ketika menyusun kerangka berpikir sebelum mengajukan hipotesis.

Pada langkah pertama ini tentukan berapa jumlah variabel serta nama variabel sebagai titik tolak yang digunakan sebagai penentuan teori.

  1. Biasakan untuk membaca buku dan hasil penelitian

Pada langkah kedua anda perlu untuk membiasakan membaca buku hasil penelitian yang relevan dengan penelitian. Buku ini dapat berupa ensiklopedia, kamus, atau buku tesktual. Sementara untuk kajian buku yang dibaca dapat berupa jurnal ilmiah, laporan penelitian, tesis, skripsi, ataupun disertasi yang relevan.

  1. Kemukakan deskripsi teori dan hasil penelitian

Langkah ketiga adalah dengan mengemukakan teori terkait dengan variabel yang akan diteliti.

  1. Melakukan analisis kritis mengenai teori serta hasil penelitian

Ketika sudah mengemukakan teori maka langkah selanjutnya adalah menganalisis teori dan hasil penelitian secara kritis. Ketika menganalisis ini peneliti dapat melakukan kajian apakah teoriyang digunakan sudah sesuai dengan objek penelitian atau belum.

Hal ini untuk meminimalisir kesalahan penggunaan teori yang sering terjadi.

  1. Analisis komparatif mengenai teori dan hasil penelitian

Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis serta komparasi dengan cara membandingkan teori satu dengan teori lainnya. Kemudian dari situlah peneliti mampu untuk memadukan teori satu dengan teori lainnya tersebut atau mereduksinya jika dianggap terlalu luas.

  1. Mengambil sintesa kesimpulan

Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan sebuah sintesa atau kesimpulan sementara. Perpaduan sintesa antar variabel akan melahirkan kerangka berpikir untuk kemudian dapat dilakukan perumusan hipotesis.

  1. Menyusun kerangka berpikir

Setelah mengambil sintesa maka kemudian disusunlah kerangka berpikir. Kerangka berpikir ini dapat berupa kerangka asosiatif atau komparatif.

  1. Merumuskan hipotesis

Langkah terakhir adalah dengan merumuskan hipotesis. Hipotesis ini bukanlah hasil mutlak sehingga dapat diuji kebenarannya dikemudian hari. Contoh mudahnya apabila kerangka berpikir berbunyi “jika komitmen kerja tinggi, maka produktivitas lembaga akan tinggi.

Maka untuk hipotesisnya dapat berbunyi “terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara komitmen kerja dengan produktivitas kerja”.

Contoh lainnya, apabila kerangka berpikir berbunyi “karena memanfaatkan teknologi tinggi maka produktivitas kerjanya lebih tinggi dibandingkan dengan lembaga B yang teknologi kerjanya rendah”.

Sedangkan untuk hipotesisnya berbunyi “terdapat perbedaan yang signifikan pada produktivitas kerja antara lembaga A dan B atau produktivitas kerja lembaga A lebih tinggi jika dibandingkan dengan lembaga B”.

Jenis-jenis kerangka berpikir

Jenis-jenis kerangka berpikir
Jenis-jenis kerangka berpikir

Secara umum terdapat tiga jenis kerangka berpikir sebagaimana berikut ini:

  1. Kerangka teoritis

Kerangka teoritis ini dikenal juga dengan paradigma dimana memiliki arti sebuah penjelasan yang menegaskan terkait dengan teori yang dijadikan sebagai landasan atau grand theory serta digunakan untuk menjelaskan fenomena yang sedang atau akan diteliti.

  1. Kerangka operasional

Kerangka operasional merupakan penjelasan terkait dengan variabel yang diturunkan dari konsep-konsep yang sudah dipilih serta menjelaskan mengenai hubungan antara variabel tersebut. Tak lupa juga menjelaskan segala sesuatu yang bisa dijadikan indikator untuk mengukur variabel yang berkaitan.

  1. Kerangka konseptual

Kerangka konseptual merupakan uraian yang menjelaskan konsep yang ada pada asumsi teoritis yang digunakan untuk mengabstraksikan atau mengistilahkan unsur yang terkandung dalam objek yang akan diteliti serta hubungannya antara konsep yang digunakan.

Satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah dalam memaparkan kerangka berpikir merupakan alur logika berpikir mulai dari penegasan teori hingga munculnya konsep dan variabel yang diteliti.

Untuk memadukan antara asumsi teoritis dan asumsi logika maka peneliti terlebih dahulu harus melakukan kajiam penelitian.

Contoh kerangka berpikir

Untuk lebih memudahkan para guru memahami bagaimana kerangka berpikir dan langkah yang harus ditempuh seperti yang telah dipaparkan, berikut contohnya:

Kerangka berpikir tentang studi kasus tingginya prisonisasi

Pada dasarnya kerangka berpikir adalah arah penalaran untuk mencari jawaban sementara dari rumusan masalah yang telah disebutkan sebelumnya. Sementara dalam pembahasan prisonisasi adalah salah satu referensi yang dapat dijadikan sebagai upaya untuk memaksimalkan bonus demogrfi yang dikolaborasikan dengan semangat proklamasi sebagai wujud perjuangan. Skema mudahnya seperti berikut:

Skema 1: studi kasus tingginya prisonisasi di lembaga pemasyarakatan yang ada di Indonesia.

Skema 2: prisonisasi akan menjadi ancaman bagi keutuhan keutuhan NKRI dan juga sebagai bonus demografi.

Skema 3: pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan rekonsiliasi pada lembaha pemasyarakatan dengan pendekatan konstitusi serta pendekatan kebangsaan.

Skema 4: dampak penelitian sebagai solusi imajinatif untuk menciptakan cita-cita bangsa serta negara.

Nah itulah ulasan mengenai kerangka berpikir beserta penjelasan mudahnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply