Kerangka Konseptual

Dalam mengerjakan skripsi mengharuskan adanya variabel penelitian, tanpa adanya variabel penelitian maka pengerjaan skripsi bisa saja molor atau bahkan mandek di tengah jalan. Jika variabel-variabel yang ditentukan penulis skripsi atau penelitian lebih dari satu dan semuanya kemungkinan bertautan maka diperlukan adanya kerangka konseptual, tapi jika peneliti hanya menggunakan satu variabel atau lebih tapi berdiri sendiri maka yang diperlukan adalah deskripsi teoritis dari masing-masing variabel.

Pengertian Kerangka Konseptual Menurut Para Ahli

Kerangka Konseptual
Pengertian Kerangka Konseptual Menurut Para Ahli

Kerangka konseptual menurut Sapto Haryoko dalam Iskandar (2008: 54) menjelaskan secara teoritis model konseptual variabel-variabel penelitian, tentang bagaimana pertautan teori-teori yang berhubungan dengan variabel-variabel penelitian yang ingin diteliti, yaitu variabel bebas dengan variabel terikat.

Secara umum kerangka konseptual adalah susunan kontruksi logika yang diatur dalam rangka menjelaskan variabel yang diteliti. kerangka koseptual ini dibuat/dirumuskan  untuk menjelaskan bangunan aliran logika untuk mengkaji secara sistematis kenyataan empirik.

kerangka konseptual ini ditujukan untuk  memperjelas variabel yang diteliti sehingga elemen pengukurnya dapat dirinci secara kongkrit.

Dengan adanya kerangka konseptual ini maka peneliti akan terfokus pada penelitian yang akan diuji dan akan memudahkan para peneliti untuk menentukan hipotesis awal.

Dalam sebuah penelitan Kerangka konseptual  merupakan langkah awal sekaligus bentuk dari keseluruhan proses penelitian,

maka sebuah Kerangka konseptual  harus menerangkan:

Mengapa penelitian dilakukan?

Mengapa penelitian dilakukan?
Mengapa penelitian dilakukan?

Penelitian itu dilakukan untuk mencari kebenaran dari data atau masalah yang ditemukan. Di sini peneliti harus menemukan jawaban pertanyaan di atas, mengapa penelitian dilakukan? Jawaban atas pertanyaan itu bisa dijawab peneliti jika peneliti benar-benar memahami apa yang akan dikajinya.

Bagaimana proses penelitian dilakukan?

Banyak sekali cara atau proses penelitian, cara atau proses tersebut dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan yang akan diperlukan,atau menyesuaikan dengan objek yang akan diteliti.  Ada yang melakukan penelitian dengan metode sampling, olah literarute (studi pustaka), studi kasus dan lain sebagainya.

Apa yang akan diperoleh dari penelitian tersebut?

Manfaat apa yang akan peneliti peroleh dari sebuah penelitian biasanya sudah dipikirkan peneliti lewat pengambilan hipotesis, tapi walaupun begitu bisa jadi hipotesis peneliti tidak semuany terwujud dalam lapangan penelitian.

Untuk apa hasil penelitian diperoleh?

Untuk menjawab pertanyaan di atas kita bisa kembali ke point satu “mengapa penelitian itu dilakukan”?. Yakni untuk mencari kebenaran dari suatu masalah atau untuk membantah opini atau mitos yang tersebar sejak turun-temurun dikalangan masyarakat.

Pelajari juga: Metode pembelajaran terlengkap

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyusun kerangka konseptual

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyusun kerangka konseptual
Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyusun kerangka konseptual

Menurut Uma Sekaran sebagaimana yang dikutip oleh Sugiyono, bahwa kerangka konseptual yang baik itu meliputi beberapa hal, beberapa hal tersebut adalah :

  1. Variabel-variabel penelitian yang akan diteliti harus jelas.
  2. Kerangka konseptual haruslah menjelaskan hubungan antara variabel-variabel yang akan diteliti, dan ada teori yang melandasi.
  3. Kerangka konseptual tersebut lebih selanjutnya perlu dinyatakan dalam bentuk diagram, sehingga masalah penelitian yang akan dicari jawabannya mudah dipahami.

Dalam menentukan kerangka konseptual, peneliti juga harus menggunakan dasar, atau landasan, berikut adalah beberapa landasan yang sering digunakan oleh para peneliti.

  1. Landasan berpikir deduktif

Deduktif adalah berfikir dari umum kekhusus, maka disini peneliti akan mencari masalah yang umum dulu baru tarik kesimpulan. karena hal demikian maka peneliti harus membuat alisis secara hati-hati dan kritis serta menelaah semua kepustakaan yang berhubungan dengan subyek penelitian secara cermat, sebelum memformulasikan hipotesis yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian tersebut.

  1. Landasan berpikir induktif

Analisis penelusuran hasil penelitian orang lain yang mendahului yang terkait dengan masalah dan tujuan penelitian.

Pelajari juga: Teknik pembelejaran

  1. Landasan ketiga

Adalah merumuskan permasalahan dan penetapan tujuan penelitian atas dasar sintesis dari analisis landasan pertama dan kedua dengan cara berpikir kreatif-inovatif; sintesis pengalaman, teori, fakta, tujuan penelitan dan logika berpikir kreatif disusun menjadi kerangka konseptual penelitian.

Kerangka konseptual penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian. Untuk itu langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh peneliti kami uraikan dibawah ini.

  1. Seleksi
  2. Mengembangkan pernyataan hubungan.
  3. Mengembangkan konsep dalam gambar / kerangka. Yang meliputi :
  4. Disesuaikan dengan pernyataan masalah.
  5. Menjelaskan bagaimana hubungan masalah dengan variabel yang lain, yang diduga sebagai penyebab timbulnya masalah.

… Arah kerangka sesuaikan dengan variable yang akan diteliti dengan mengembangkan konsep dalam gambar/kerangka dengan membuat garis mana yang diteliti dan tidak dengan menggunakan garis sambung atau terputus, serta buat panah untuk bagian yang ada pengaruhnya dan tidak untuk bagian yang tidak ada pengaruh.

Perbedaan Kerangka Teori Dan Kerangka Konseptual

Perbedaan Kerangka Teori Dan Kerangka Konseptual
Perbedaan Kerangka Teori Dan Kerangka Konseptual
  1. Kerangka Teori

Kerangka Teori menjelaskan hubungan antar konsep berdasarkan studi empiris. Kerangka teori ini di dapat dan harus berasal dari teori asal/grand theory. Sebagai contoh masalah perilaku ibu hamil dalam memeriksakan kehamilannya dapat menggunakan kerangka teori dari Green yang sering digunakan mahasiswa, atau dapat juga menggunakan kerangka teori reason action, Health Believe Model, atau teori lain yang sesuai dengan masalah penelitian.

Jika masalah yang diteliti berhubungan dengan penyakit, namun yang diteliti bukalah penyebab penyakitnya melainkan pengetahuan tentang penyakit tersebut, maka dapat menggunakan teori pengetahuan seperti tacit knowledge dan explicit knowledge.

Secara sederhana kerangkat teori harus berangkat dari teori yang sudah ada dan sudah disepakati orang banyak.

Belajar juga yuk: Tentang Kerangka berfikir

  1. Kerangka Konseptual

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, kerangka konseptual adalalah adalah susunan kontruksi logika yang diatur dalam rangka menjelaskan variabel yang diteliti. Dalam sebuah skripsi kerangka Konseptual dapat berpijak pada kerangka teori yang dibentuk pada bab II.

Kerangka teori biasanya lebih kompleks dari kerangka konsep, karena tidak semua variabel dalam kerangka teori diangkat menjadi variabel penelitian.

Oleh karena itu pada BAB II sebelum gambar kerangka konsep penelitian dipaparkan, peneliti wajib menjustifikasi mengapa variabel lain tidak diteliti.

Alasan yang disampaikan harus ilmiah, buka sekedar keterbatasan waktu, dana, tenaga dan kemampuan penelitia saat itu.

Kerangka konseptual akutansi

Dalam dunia akutansi, Kerangka konseptual  disebut sebagai suatu konstitusi, suatu system koheren dari hubungan anatara tujuan dan fundamental yang dapat mendorong standar yang konsisten dan yang menjelaskan sifat, fungsi dan keterbatasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan.

Menurut FASB, kerangka konseptual merupakan suatu konstitusi, suatu sistem yang koheren dari hubungan antara tujuan dan fundamental yang dapat mendorong standar yang konsisten dan yang menjelaskan sifat, fungsi serta keterbatasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan.

Tujuan akan mengindentifikasikan sasaran dan maksud akuntansi, sedangkan fundamental adalah konsep yang mendasari akuntansi, konsep yang memberikan petunjuk dalam memilih kejadian untuk dicatat, mengukur kejadian tersebut, meringkas dan mengkomunikasikan pada pihak-pihak yangberkepentingan.

Menurut Belkaoui, kerangka konseptual dapat dipandang sebagai teori akuntansi yang terstruktur. karena struktur kerangka konseptual sama dengan struktur teori akuntansi yang didasarkan pada proses penalaran logis yang dapat digambarkan dalam bentuk hierarki yang memiliki beberapa tingkatan.

Kerangka kerja konseptual dimaksudkan untuk konstitusi dalam proses penyusunan standar.

Tujuannya adalah memberikan petunjuk dalam menyelesaikan perselisihan yang meningkat selama proses penyusunan standar dengan mempersempit pertanyaan, apakah standar telah sesuai dengan kerangka konseptual ataukah tidak.

Petunjuk FASB dalam menetapkan standar akuntansi

Petunjuk FASB dalam menetapkan standar akuntansi
Petunjuk FASB dalam menetapkan standar akuntansi

Menyediakan kerangka acuan untuk menyelesaikan pertanyaan sebelum ada standar khusus yang mengaturnya. Menentukan batasan pertimbangan dalam penyusunan laporan keuangan. Mempertinggi komparabilitas dengan menurunkan jumlah alternatif metode akuntansi

Nah demikianlah penjelasan singkat mengenai kerangka konseptual. Semoga bisa diaplikasikan dengan baik.

 

Leave a Reply