Kuliah Membuatmu Sukses 10% Bukan 100%

Saya – Impian semua orang tua agar anaknya dapat sekolah jenjang yang lebih tinggi dari mereka. dan jenjang yang saat ini kita lihat khususnya di Indonesia dalam bidang ppendidikan ialah Perguruan Tinggi atau Universitas.

setelah jenjang pendidikan SMA/Aliyah sederajat, pendidikan Indonesia memposisikan Universitas sebagai ladang terakhir pendidikan. Di dalamnya berbagai jurusan bidang pendidikan yang di sajikan. bahkan setiap beberapa bidang di satukan dalam kumpulan bidang yang sama yang dinamakan Fakultas.

nah model pendidikan seperti inilah yang diganrdungi kebanyakan bahkan mayoritas orang tua di Indonesia yang ingin anaknya masuk dan berproses di dalamnya.

bertujuan ialah tak jauh bisa enjadi cita cita yang di harapkan seperti mereka apa yang di jalani dalam bidang nya tersebut. contoh: cita cita guru SD, maka masuk fakultas pendidikan jurusan Pendidikan SD/MI.

 

 

Cerpen Saya Ketika Daftar Kuliah

Seperti orang kebanyakan menceritakan, ada step step dimana kamu ingin masuk PTN/PTS yaitu,

  • Tentukan bidang ilmu yang akan kamu tekuni
  • Tentukan beberapa program studi yang mnedukung bidang ilmu yang kamu pilih
  • Cari tau pergutruan tinggi yang menawarkan program studi tersebut
  • Tentukan jalur seleksi yang akan ditempuh untuk masuk Perguruan Tinggi
  • Petakan tingkat persaingan dari alternatif program studi yang diminati
  • optimalkan peluang penerimaan di semua jalur seleksi

Itulah rentetan acara kamu ingin sukses menjadi Guru (jika kamu minat menjadi Guru).

saya tidak akan membahas satu satu, kamu akan paham step-step diatas setelah kamu membaca cerita saya ini. oke langsung yaa..

Dulu, setelah lulus Aliyah , saya sempat ingin kuliah di Luar Negri dan akhirnya mendaftar juga tapi belum rejekinya mungkin, alhamdulillah yang penting :”). nah , setelah itu tak pikir panjang. ortu menyarankan opsi kedua yaitu kuoliah di PTN daerah saya di Ponorogo, kebetulan satu-satunya PTN yang ada di kota saya.

86.400 detik sudah saya pastikan untuk daftar di PTN tersebut dengan maksud masuk Fakultas Syariah dengan Program Studi Hukum Keluarga Islam.

Dengan yakin kuat nan pasrah saya daftar dengan jalur Mandiri yang mana jalur pendaftaran ini adalah jalur terakhir dan yang mengadakan ialah dari pihak PTN sendiri. kamu lihat bagaimana niat besar saya ingin masuk kuliah ini. di luar sana sungguh buanyak sekali yang masuk lewat jalur SNMPTN, PMDK PN dll (googling yaa”)). dan mereka sangat kersa belajarnya tuk menempuh itu,.. (luar biasa masyaaAllah)

lega dan senang menuruti apa kata orangtua, sekian perjuangan terobati sudah.

dan alhamdulillah saya diterima di PTN tersebut.

Baik,!

Berhenti disitu, adat kebanyakan PTN/PTS di seluruh Indonesia diberlakukan untuk maba (mahasiswa baru) nya adalah OSPEK. di setiap lini unioversitas beda dalam menamainya, hanya saja intinya adalah masa orientasi perkenalan kampus.

 

Mahasiswa diatas Segala galanya

salah dalam pendidikan
Senior memimpin barisan maba

Sub tema yang menggiurkan. iya bener sekali, dalam masa OSPEK tersebut banyak unsur unsur penyelewengan pendidikan yang tak layak bagi para pelajar yang disebut MAHASISWA. (menurut saya)

Waktu itu saya dkk mendapatkan jadwal OSPEK selama 4 hari. seperti yang saya bayangkan, perpeloncoan akan segera datang.

Benar saja, kami (saya berbicara mewakili temen mahaisswa se indonesia), iya kami. Kami di hari pertama pada hari senin waktu itu di haruskan datang jam 5 pagi dengan dandanan baju putih, celana hitam, membawa peci hitam, dengan membawa tas ransel terbuat dari kardus dan dilapisi warna kuning (mencolok bgt) dan beberapa atribut jika kamu pakai, auto kamu buang.

dan itu semua di bikin sendiri. (atributnya)

Jam 5 kami berdri rapi bak pasukan kepresidenan (wkwkwk). Bahkan yang terlambat saat itu, akan dihentika panitia dan diceramahi layaknya bapak ke anak setelah diketahui anaknya mencuri uang. (lebay dah, tapi ini beneran)

kita berdiri dan kita di teriaki di cemooh di takuti (alibinya memotivasi) hingga jam 6 bahkan lebih biasanya. dan setelah itu kita dipersilahkan makan di tempat yang sebelumnya memang disuruh tuk membawa konsumsi dari rumah.

Oiya, isi motivasinya itu kebanyakan peristiwa 98. yang diisukan waktu itu mahasiswa sangat ganas hingga melumpuhkan rezim Soeharto.

singkat cerita, hal tersebut diulangi terus hingga 4 hari lamanya. dari mulai opening ceremonial pagi dan closing acara tiap harinya. Biasanya setelah jam 7 ada sesi materi dengan para dosen.

 

Opini Maba Untuk kalian

yah, saya telah mengalami maba waktu itu. dan kalian akan bertanya, bagaiman perasaan kamu setelah maba? setelah menjalani OSPEK?

to the point aja ya gaes, ini opini saya:

  1. Saya merasa tidak ada hasil setelah OSPEK tersebut.
  2. tidak produktif
  3. Buang-buang waktu.
  4. menguntungkan suatu kelompok lain, dan merugikan yang lainnya. (kamu akan mereasakan setelah kamu maba)

Mulai bahas satu satu, yang pertama. tidak ada output yang saya rasakan setelah kejadian adat tersebut. karna memang hal ini adalah suatu kebiasaan yang secara turun temurun yang dulunya lebih ekstrim lagi (tanya bapak ibu kalian yang pernah merasakan). dan tidak mau berkembang dengan adanya jaman yang selalu berganti modern ini.

hal ini terlalu pilu, merujuk kepada kebanyakan para alumni PTN/PTS S1 menjajaki penganguran yang signifikan. dan ini menjadi momok besar bagi negara dalam memperluas lapangan pekerjaan.(banyak beritanya sudah).

Yang kedua, tidak produktif. lebih baik saya buka outlet makanan atau jadi resseler buat nambah uang jajan (kasarnya gitu). Tapi tidak semuanya seperti itu, saya yakin kamu disana punya mimpi besar membangun cita-cita yang kamu pendah. ashiaaapppp! 😀

Yang ketiga, buang-buang waktu. tidak jauh dengan alasan yang diatas, tambahan sedikit. 4 hari acara adat ini tidak harus juga kamu ikuti. ada sebagian teman saya yang nyatanya setelah mengikuti aktif perkuliahan selama sebulan, tapi ketika OSPEK dia ada di luar kota. (just for fun and too useless)

Dan terakhir, hala ini menurut saya, mempunyai sedikit sifat krusial yang tidak bisa saya sampaikan. Jika menurut kalian urgent silahkan japri. garis besarnya kalian akan merasakan nya tak selang kamu sudah melewati adat ini dan sudah menduduki semester tua.

 

Kuliah Membuatmu Sukses 100%, asalkan..

sukses kuliah hanya 10%

Cara bagaimana setelah kuliah menjadi Sukses:

  1. Berdoa kepada Allah Menjadi orang sukses dunia akhirat,
  2. Saat belajar di perkuliahan harus sungguh sungguh,
  3. Tidak ada yang instan, harus berani mencoba semua rintangan,
  4. Percaya diri dengan kemampuan diri, tinggalkan komentar netizen,
  5. Bekerja, Belajar lebih keras dari pada yang lainnya,

Apakah ada cara lain, selain kuliah?

Sangat bagus pertanyaan kamu. (Ada buanyak bgt!!)

Perihal itu saya sampaikan 3 yang saya alami sekarang,.

 

Jalan Sukses Selain Kuliah!

jalan sukses banyak pilihan
bukan kuliah menjadi satu satunya jalan tol menjadi orang yang berguna

ini tiga hal yang sedang saya alami, mohon doanya,

  • Bismillah, istikhoroh cari bakat minat kamu
  • saya sendiri minat bisnis, maka saya harus cari komunitas bisnis
  • setelah mendapatkan komunitas, tutor, maka yang terakhir bersungguh sungguh dan istiqomah

One Comment

Leave a Reply