Model Pembelajaran Kooperatif

Sudah bukan rahasia umum lagi apabila sekolah banyak memprioritaskan siswa pandai satu tingkat di atas siswa dengan kemampuan yang kurang. Kecenderungan ini patut mendapatkan perhatian serta perlu untuk dikaji ulang. Pasalnya, fenomena yang muncul di lingkungan sekolah ini dirasa tidak memperlakukan semua siswa dengan adil namun memilah-milahnya. Salah satu model pembelajaran yang bisa diterapkan adalah model pembelajaran kooperatif.

Selain itu, persoalan yang juga dirasa penting untuk mendapat perhatian adalah terkait dengan model pembelajaran yang selama ini digunakan.

Model pembelajaran konvensional menempatkan guru sebagai pusat pembelajaran yang berfungsi sebagai pusat transfer dan meneruskan informasi sehingga siswa tidak memiliki kebebasan untuk mengkonstruk ide-idenya.

Pada model ini juga menganggap bahwa peran siswa sangat terbatas bahkan cenderung tidak ada sama sekali.

Oleh karena itulah diperlukan model pembelajaran yang mana diharapkan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara efektif dan optimal.

Wagitan (2006) menyimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif bisa menjadi salah satu alternatif karena banyak pendapat yang menyatakan bahwa pembelajaran aktif termasuk kooperatif mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran.

 

Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran Kooperatif
Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

Menurut Slavin (1994) menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa bekerja di dalam suatu kelompok kecil untuk saling membantu siswa lainnya ketika mempelajari suatu materi pelajaran.

Sedangkan menurut Rustaman (2003:206) dalam www.muhfida.com (2009) mengatakan bahwa model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu pembelajaran yang dikembangkan dari teori konstruktivisme dimana teori ini mengembangkan struktur kognitif untuk membangun pengetahuan sendiri melalui berpikir rasional.

Dari definisi tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran kooperatif adalah salah satu pembelajaran efektif dengan cara membentuk kelompok-kelompok kecil untuk saling bekerjasama, berinteraksi, dan bertukar pilihan dalam proses belajar.

Falsafah yang menjadi dasar pembelajaran cooperative learning (pembelajaran gotong royong) di dalam dunia pendidikan adalah homo homini socius yang menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial.

Model pembelajaran kooperatif ini dikembangkan dengan tujuan selain untuk mencapai hasil belajar akademik juga efektif untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa.

Baca juga: Macam & ciri pendekatan pembelajaran

Tipe-tipe Model Pembelajaran Kooperatif

Tipe-tipe Model Pembelajaran Kooperatif
Tipe-tipe Model Pembelajaran Kooperatif
  1. Tipe STAD (Student Team Achievement Division)

Model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini dikembangkan oleh Robert Skavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkin yang mana merupakan pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan cocok digunakan oleh guru yang baru menggunakan pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif tipe STAD terdiri dari lima tahapan utama yakni:

  1. Presentasi kelas. Berarti materi pelajaran dipresentasikan oleh guru dan kemudian siswa mengikuti presentasi guru dengan seksama.
  2. Kerja kelompok. Langkahnya dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 orang. Kemudian para siswa di tiap kelompok mendiskusikan masalah yang diberikan, membandingkan jawaban atau memperbaiki miskonsepsi. Diharapkan di dalam kelompok ini muncul kerjasama yang bisa membantu dalam memahami suatu materi pelajaran.
  3. Tes ini dilakukan setelah materi semua diberikan dengan tujuan untuk mengukur kemampuan siswa.
  4. Peningkatan skor individu. Setiap individu dalam satu kelompok diharapkan mampu mencapai skor tertinggi tes terhadap peningkatan skor rata-rata kelompok.
  5. Penghargaan kelompok. Kelompok yang mencapai rata-rata skor tertinggi akan diberikan penghargaan.
  6. Tipe Jigsaw

Tipe Jigsaw pertama kali dikembangkan dan diujicobakan oleh Elliot Aronson di Universitas Texas dan kemudian diadaptasi oleh Slavin di Universitas John Hopkins.

Arends (1997) dalam bukunya menyimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw adalah suatu pembelajaran yang terdiri dari beberapa anggita dalam satu kelompok yang bertanggungjawab atas penguasaan bagian materi tersebut kepada anggota lain dalam kelompok tersebut.

Belajar juga: Metode pembelajaran terlengkap

  1. Tipe NHT (Numbered Heads Together)

Model pembelajaran kooperatif tipe NHT dikembangkan oleh Spencer Kagan. Tipe ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan pertimbangan jawaban yang paling tepat.

Selain itu, tipe ini juga mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerjasa sama mereka. Adapun langkah-langkah model pembelajaran tipe NHT adalah:

  1. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok mendapat nomor.
  2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
  3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan serta mengetahui jawaban.
  4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama di dalam kelompok.
  5. Teman lain memberikan tanggapan terhadap hasil yang dilaporkan.
  6. Tipe TGT (Teams Games Tournament)

Model pembelajaran kooperatif tipe TGT ini merupakan model pembelajaran dengan membentuk kelompok-kelompok kecil dalam kelas yang terdiri dari 3-5 siswa yang heterogen baik dalam hal akademik, jenis kelamin, ras, maupun etnis.

Inti dari model pembelajaran tipe ini adalah adanya game dan turnamen akademik. Adapun langkah-langkah model pembelajaran tipe TGT adalah:

  1. Presentasi di kelas. Proses transfer materi dilakukan melalui presentasi di dalam kelas yang dilakukan oleh guru saat awal pembelajaran.
  2. Tim/kelompok. Guru selanjutnya membentuk kelompok yang terdiri dari 3-5 orang dan setiap kelompok berusaha mendalami materi dengan baik agar didapatkan hasil baik saat turnamen.
  3. Game ini dimainkan oleh perwakilan setiap kelompok yang sebelumnya sudah dipersiapkan kartu bernomor yang berisi pertanyaan yang harus dikerjakan siswa.
  4. Turnamen ini dilakukan tiap akhir pekan atau akhir subbab. Turnamen ini diikuti oleh semua siswa. Setiap siswa menempati meja turnamen yang mana diisi siswa dengan kemampuan akademik yang setara. Dapat dikatakan setiap meja diisi siswa-siswa homogen yang berasal dari kelompok yang berbeda.

Pelajari juga: Jenis & pengertian variabel penelitian lengkap

Sintak Model Pembelajaran Kooperatif

Sintak Model Pembelajaran Kooperatif
Sintak Model Pembelajaran Kooperatif

Langkah-langkah sintak model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:

  1. Present goals anda set. Pada fase pertama ini guru menjelasakan tujuan pembelajaran dan mempersiapkan peserta didik siap belajar.
  2. Present information. Guru mempresentasikan informasi kepada peserta didik secara verbal.
  3. Organize student in to learning teams. Guru memberikan penjelasan kepada peserta didik tentang tata cara pembentukan tim belajar dan membantu kelompok melakukan transisi yang efisien.
  4. Assist team work and study. Guru membantu tim-tim belajar selama peserta didik mengerjakan tugasnya.
  5. Test on the materials. Guru menguji pengetahuan peserta didik mengenai berbagai materi pembelajaran atau kelompok-kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
  6. Provide recognition. Guru mempersiapkan cara untuk mengakui usaha dan prestasi individu maupun kelompok.

Apa yang telah dijabarkan di atas merupakan sebagian dari penjelasan mengenai model pembelajaran kooperatif.

Segala sesuatu pasti memiliki kelebihan dan kekurangan tak terkecuali pada model pembelajaran kooperatif ini.

Meski begitu, diharapkan dengan adanya model pembelajaran kooperatif ini mampu menyeimbangkan antara peran guru dan siswa ketika proses belajar mengajar.

Dengan penerapan model pembelajaran kooperatif ini diharapkan mampu menjadi metode pembelajaran untuk mengasah kemampuan akademik, pemikiran serta keterampilan siswa. Selain itu, para peserta didik juga mampu bertukar pengetahuan dengan peserta didik lain.

 

Leave a Reply