33 Nasehat Pepatah Orang Jawa Lengkap Tentang Kehidupan, Jawa Alus, Inggil dan Kuno

Belajar Bahasa Jawa – Sebagai salah satu suku terbesar di Indonesia tentunya masyarakat Jawa telah melalui berbagai macam lika liku kehidupan yang telah dilalui oleh nenek moyang mereka. Sebagai pusat peradaban dan pendidikan di Indonesia, orang-orang Jawa terkenal dengan pitutur atau nasehat Bahasa Jawa tentang kehidupan.

Banyak banget falsafah yang telah disampaikan turun temurun oleh sesepuh Jawa untuk dijadikan pelajaran hidup. Dan dibawah ini merupakan kumpulan pitutur atau nasehat Jawa tentang kehidupan. Awalnya nasehat ini dalam Bahasa Jawa tersebut tidak terbatas hanya untuk kalangan orang Jawa saja.

Seperti rule lain, kata-kata mutiara tersebut juga bersifat universal. Artinya, dapat dipakai oleh semua orang. Nasehat Bahasa Jawa tentang kehidupan ini perlu kita dalami dan kita serapi. Memahaminya tak cukup satu atau dua kali. Namun, dengan mempraktekkan dan disertai banyak baca, maka akan terlaksana apa yang diharapkan oleh para leluhur kita.

Berikut nasihat Bahasa Jawa Alus Tentang kehidupan kita semua,

gambar Allah mboten sare
by Canva.com
  1. Surya dira janingrat, lebur denning pangastuti; Segala sifat keras hati, angkara murka, hanya bisa dikalahkan oleh sikap bijak, sabar dan lembut.
  2. Sepiro gedhine sengsara yen tinampa among dadi coba; Seberapapun masalah yang besar jika diterima dengan lapang dada lapang dan ikhlas maka hanya menjadi cobaan yang ringan.
  3. Sak apik-apike uwong yen awihe pitulong kanthi cara dedemitan; Sebaik-baik orang adalah orang yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi.
  4. Gusti Allah mboten sare; Allah tidak tidur. Jadi, apa yang dilakukan semuanya tidak lepas dari pengamatan yang Maha Kuasa.
  5. Aja Mbedakke marang sapadha-padha; Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia.
  6. Natas, nitis, netes; Dari Tuhan kita ada, bersama Tuhan kita hidup, dan bersatu dengan tuhan kembali.
  7. Memayu hayuning pribadi, memayu hayuning kulawarga, memayu hayuning sesama, memayu hayuning bawana; Bersikap baik untuk diri sendiri, keluarga, dan semua sesama makhluk hidup.
  8. Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan; Tuhan itu dekat meski kita tubuh kita tidak dapat menyentuhnya dan akal kita dapat menjangkaunya.
  9. Alam iki sejatining Guru; Alam adalah guru yang sejati.
  10. Mohon, mangesthi, mangastuti, marem; Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk meyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat berguna bagi sesama.
  11. Urip kang utama, mateni kang sempurna; Selama hidup kita melakukan perbuatan baik maka kita akan menemukan kebahagiaan dikehidupan selanjutnya.

Kalimat Mutiara Jawa Krama Inggil

kata bijak jawa alus
by canva.com

Tidak jarang pula para tokoh cendekiawan Jawa menggunakan kata mutiara bahasa Jawa kromo Inggil untuk memotivasi dirinya sendiri. Nasehat Bahasa Jawa Tentang Kehidupan berupa Jawa krama inggil ini menggambarkan ke-Bhinnekaan kita hidup di Indonesia ini.

Jadi tidak heran apabila banyak kata mutiara bahasa jawa kromo inggil yang di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan sudah populer di kalangan masyarakat Indonesia. Dan menjadi Nasehat Bahasa Jawa tentang kehidupan bagi rakyat
Indonesia seluruhnya.

Berikut kalimat mutiara Jawa Krama Inggil;

  1. Tansah ajeg mesu budi lan raga nganggo cara ngurangi mangan lan turu; Kurangilah makan dan tidur yang berlebih agar badan kita sehat optimal dalam aktifitas.
  2. Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning Hyang sukmo; Mulailah untuk bertindak sebisamu, baru akhirnya serahkan semuanya kepada Allah Yang Maha Esa.
  3. Ambeg utomo, andhap asor; Selalu jadilah yang utama, namun harus selalu rendah hati.
  4. Ora kena nglarani; Jangan suka menyakiti hari orang lain.
  5. Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kasempurnaning pati; Berupaya mencari kesempurnaan hidup lahir batin dan mencari kesejahteraan di akhirat nanti.
  6. Ala lan becik iku gegandhengan, Kabeh kuwi saka kersaning Pangeran; Hal yang bernilai kebaikan dan keburukan itu saling bersamaan, semua itu atas kehendak Gusti Allah pangeran..
  7. Manungsa mung ngunduh wohing pakarti; Di dalam kehidupan, manusia itu sebenarnya hanya akan memetik hasil atas apa yang ia perbuat sendiri.
  8. Narimo ing pandum; Jagalah selalu kelakuanmu, jangan sombong atas kekuatan, kedudukan ataupun latarbelakang siapa dirimu.
  9. Memayu Hayuning Bawono; Kita sebagai Manusia mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia.
  10. Kuat dilakoni, nek ra kuat ditinggal ngopi; Menghadapi keramian halayak kehidupan duniaharus menerimanya dengan kuat nan sabar, santai aja dan hadapi dengan senyuman dan secangkir kopi tuk mendamaikan suasana.
  11. Witing tresno jalaran songko kulino; Cinta bisa tumbuh karna terterbiasa sering ketemu, sering curhat, sering jalan.

Pesan Nasehat Jawa Kuno Warisan

nasehat bahasa jawa alus
by www.canva.com

Budaya pemikiran orang Jawa ini bahkan dapat menambah wawasan kebijaksanaan serta mengajarkan hidup kita agar senantiasa” eling lan wasapodo!” ingat dan waspada. Dan kita rangkum dalam kata-kata bijak Jawa kuno. Dan ini merupakan nasehat Bahasa Jawa tentang kehidupan kita. Inilah kata-kata bijak Jawa kuno,

  1. Memayu hayuning bawana, ambrasta dur hangkara; Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagian dan kesejahteraan, serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.
  2. Urip iku urup; Hidup itu harusnya memberi manfaat bagi kita dan orang lain sekitar. Semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, dan jika manfaat yang kita berikan kecil hasilnya, jangan sampai menjadikan keresahan bagi orang sekitar.
  3. Ojo gumunan, ojo getunan, ojo kagetan, lan ojo aleman; Jangan mudah terheran-heran, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut-kejut dan jangan mudah kolokan atau manja.
  4. Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan; Jangan mudah sakit hati manakal musibah menimpa diri, jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.
  5. Ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake; Berjuang tanpa perlu membawa massa, menang tanpa merendahkan atau memepermalukan.
  6. Sekti tanpo aji-aji, sugih tanpo bondho; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan, kekayaan atau keturuna. kaya tanpa didasari kebendaaan.
  7. Ojo melek barang kang melok, ojo mangro mundak kendo; Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak meewah cantik, indah. jangan berpikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.
  8. Ojo ketungkul marang kalungguhan, kadonyan lan kemareman; Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memeroleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.
  9. Ojo kuminter mundak keblinger, ojo cidro mundak ciloko; jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.
  10. Aja adigang, adigung, adiguno; Jaga kelakuan/ tatakrama, jangan sombong dengan kekuatan, ataupun latarbelakangmu.
  11. Alon-alon waton klakon; Pitutur ini mengisyaratkan kehati-hatian, wasapada, istiqomah, keuletan, dan yang jelas tentang safety.

Dan semua itulah nasehat bahasa jawa tentang kehidupan yang kita sisipkan dan kita saring kali ini. Semoga para pembaca menikmati semua pitutur bijak bahasa jawa ini, dan dapat menjadi rujukan untuk menoleh pelajaran dimasa yang akan datang.

Masih banyak sekali ungkapan-ungkapan bijak dalam istilah bahasa Jawa yang populer dan menjadi nasehat bahasa jawa tentang kehidupan yang bisa mengajarkan kita arti kehidupan.

Alon-alon asal klakon!

Pitutur singkat diatas, mengartikan bahwa banyak orang yang sukanya terburu-buru dalam memecahkan masalahnya hingga keputusannya. Hla tersebut dilakukan karna dapat mengupayakan sisa waktu lebih banyak.

tapi,.

Hal ini menjadikan sifat arogansinya tumbuh dan itu bahaya. Lebih baik mengerjakannya dengan pelan-pelan asal terselesaikan.

Inilah kutipan terakhir dari Samlaga tentang nasehat bahasa Jawa tentang kehidupan.

Semoga dapat memberikan pelajaran bagi semuanya. 🙂

Leave a Reply