Pendekatan Pembelajaran

Selain memerlukan metode pembelajaran, ternyata di dalam proses pembelajaran juga diperlukan pendekatan pembelajaran. Ini sebagai upaya untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran. Selain itu, guru juga menggunakan pendekatan pembelajaran guna untuk memandang segala permasalahan baik dari sisi siswa maupun dari sisi guru.

Ketika sudah didapatkan pendekatan pembelajaran yang tepat maka selanjutnya akan ditetapkan strategi pembelajaran yang sistematis.

Proses dari awal hingga akhir ini memang diperlukan waktu yang tidak sedikit sehingga keterampilan guru wajib diperlukan.

Berikut akan dibahas mengenai definisi pendekatan pembelajaran hingga macam-macamnya.

Pengertian dan jenis pendekatan pembelajaran

pendekatan pembelajaran
Pengertian dan jenis pendekatan pembelajaran

Menurut Wahjoedi (1999: 121) mengatakan bahwa pendekatan pembelajaran merupakan cara mengelola kegiatan pembelajaran serta menuntun siswa untuk aktif melakukan tugas belajar sehingga memperoleh prestasi belajar secara optimal.

Sementara menurut Syaifuddin Sagala (2005 : 68) mengatakan bahwa pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang harus ditempuh oleh guru dan siswa untuk mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu.

Menurut Sanjaya (2008 : 127) mengatakan bahwa pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta stratego pembelajaran induktif.

Dari pengertian yang telah dipaparkan oleh para ahli dapat diambil kesimpulan bahwa pendekatan pembelajaran merupakan suatu cara pandang atau titik tolak pendidik dalam hal ini guru digunakan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran sehingga memungkinkan terjadinya proses pembelajaran dan tercapainya kompetensi yang ditentukan sebelumnya.

Pada umumnya pendekatan pembelajaran dibagi menjadi dua jenis yakni:

  1. Pendekatan pembelajaran dengan titik pusat pada siswa.
  2. Pendekatan pembelajaran dengan titik pusat pada guru.

Baca juga: Metode Evaluasi pembelajaran secara efektif

Macam-macam pendekatan pembelajaran

Macam-macam pendekatan pembelajaran
Macam-macam pendekatan pembelajaran

Pendekatan pembelajaran secara umum memiliki dua macam dimana ini akan memudahkan pendidik untuk memilih mana pendekatan pembelajaran yang tepat diterapkan. Berikut macam-macamnya:

  1. Pendekatan kontekstual

Pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang mampu membantu pendidik ketika mengaitkan diantara materi yang diajarkannya. Di dalam pendekatan kontekstual memungkinkan muncul 5 bentuk belajar yakni:

  1. Mengaitkan merupakan strategi yang paling hebat dan merupakan inti dari konstruktivisme. Guru menggunakan strategi ini untuk mengaitkan konsep baru dengan sesuatu yang dikenal dan mudah dipahami siswa.
  2. Mengalami merupakan inti dari belajar kontekstual dimana mengaitkan berarti menghubungkan informasi baru dengan pengalaman atau pengetahuan yang diperoleh sebelumnya. Dengan begitu proses belajar menjadi lebih cepat dan siswa pun dapat memanipulasi peralatan dan bahan ketika dilakukan penelitian.
  3. Menerapkan adalah ketika siswa mampu untuk menerapkan suatu konsep dengan tujuan untuk memecahkan suatu permasalahan. Sedangkan guru dapat memotivasi siswa dengan memberikan sebuah latihan yang relevan.
  4. Kerjasama adalah ketika siswa mampu bekerjasama dalam kelompok untuk mengatasi suatu permasalahan dan memecahkannya. Pengalaman kerjasama ini membantu siswa mempelajari bahan ajar namun tetap konsistem dengan dunia nyata.
  5. Mentransfer merupakan proses dimana guru membuat bermacam-macam pengalaman belajar dengan fokus pada pemahaman buku hafalan.
  6. Pendekatan konstruktivisme

Pendekatan konstruktivisme merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang lebih menekankan pada kreativitas siswa agar menyalurkan semua ide-idenya sebagai upaya untuk pengembangan diri siswa yang berdasar pada pengetahuan.

Pada pendekatan konstruktivisme ini guru memiliki peran hanya sebagai pembimbing dan pengajar dalam proses pembelajaran.

Sehingga guru pun lebih mengutamakan keaktifan siswa untuk mengeksplor kemampuannya.

  1. Pengembangan kemampuan dalam hal ini pengetahuan peserta didik dapat dilakukan sendiri oleh siswa bersangkutan. Melalui kegiatan penelitian langsung, siswa dapat menyalurkan semua ide-idenya sesuai dengan pengalaman dengan menemukan fakta yang sesuai dengan teori yang dipelajari.
  2. Diantara pengetahuan-pengetahuan yang ada harus memiliki keterkaitan dengan pengalaman yang ada di dalam diri siswa.
  3. Setiap siswa memiliki peran masing-masing ketika menentukan apa yang akan dipelajari.
  4. Guru disini hanya berperan sebagai pembimbing dengan menyediakan materi atau konsep yang akan dipelajari siswa untuk kemudian siswa diberikan kesempatan untuk menganalisis sesuai dengan materi yang dipelajari.
  5. Pendekatan saintifik

Pada kurikulum 2013 dikenal pula istilah pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik ini merupakan pendekatan pembelajaran dengan mengikuti kegiatan ilmiah. Untuk alur urutan kegiatan adalah sebagai berikut:

mengamati – bertanya – mengumpulkan informasi atau mencoba – menalar atau mengasosiasi dan kemudian mengomunikasikan.

  1. Pendekatan deduktif

Pendekatan deduktif (deductive approach) merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan logika ketika menarik kesimpulan berdasarkan premis yang telah diberikan. Dalam sistem deduktif yang kompleks, peneliti dalam arti guru mampu untuk menarik lebih dari satu kesimpulan. Pendekatan deduktif terdiri dari pemaparan konsep, definisi, dan istilah-istilah pada awal pembelajaran. Pendekatan deduktif ini dilandasi oleh suatu pemikiran bahwa pembelajaran akan berjalan baik apabila siswa mengetahui pokok permasalahan dan konsep dasarnya.

  1. Pendekatan induktif

Pendekatan induktif (inductive approach) merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan pada kemmapuan untuk menyimpulkan permasalahan dari hal-hal yang bersifat khusus. Metode induktif sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang bersifat umum ke sesuatu yang bersifat khusus.

Pendekatan induktif diawalin dengan pengamatan terlebih dahulu baru kemudian ditarik kesimpulannya.

  1. Pendekatan konsep

Pendekatan konsep merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk menguasai konsep secara benar dengan tujuan agar tidak terjadi miskonsepsi.

Sehingga dapat diartikan pendekatan konsep ini lebih kepada menyajikan konsep tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami bagaimana konsep tersebut diperoleh.

  1. Pendekatan proses

Pendekatan proses merupakan pendekatan pembelajaran yang mana memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami dan menghayati proses penyusunan suatu konsep sebagai keterampilan proses.

Dapat dipahami bahwa pendekatan proses ini lebih menekankan dan mengutamakan proses ketimbang hasil sehingga peserta didik diharapkan mampu untuk benar-benar memahami proses.

Proses disini sangat penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan melatih psikomotorik siswa.

  1. Pendekatan realistik

Menurut Sofyan pendekatan realistik merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang mana berusaha untuk menempatkan pendidikan pada hakiki dasar pendidikan itu sendiri. Sementara menurut Sudarman, pendekatan realistik merupakan pendekatan ajaran yang menggunakan masalah sistuasi dunia nyata atau konsep sebagai titik ukur ketika mempelajari matematika.

Dalam pembelajaran melalui pendekatan realistik, strategi informasi siswa berkembang ketika memecahkan masalah pada situasi yang biasa dikenal.

Keadaan inilah yang dijadikan titik awal pembelajaran pendekatan realistik atau Realistic Mathematic Education (RME). Pada pendekatan realistik ini guru memainkan peran sebagai fasilitator, moderator hingga evaluator.

Pelajari juga: Model pembelajaran kooperatif

Strategi pembelajaran

Strategi pembelajaran
Strategi pembelajaran

Strategi pembelajaran merupakan langkah-langkah sistematik dan sistemik yang digunakan guru untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran sehingga tercapai kompetensi yang ditentukan. Secara umum strategi pembelajaran dibedakan menjadi beberapa klasifikasi yakni:

  1. Expository versus discovery

Expository lebih menekankan pada penyampaian bahan materi secara sistematis dan lengkap, siswa hanya sebagai penerima. Sedangkan discovery menempatkan siswa untik menemukan dimana materi disampaikan namun tidak dalam bentuk final.

Belajar juga: Metode pembelajaran

  1. Group versusu individual

Apabila gropu lebih menekankan pada peran siswa di dalam kelompok maka individual menekankan pada peran individu secara mandiri untuk mencapai tujuan belajarnya.

Itulah penjelas sekilas mengenai pendekatan pembelajaran dengan segala lingkupnya. Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan dengan baik.

Leave a Reply