Tentang Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah salah satu skill yang wajib dimiliki setiap orang. Terutama dibutuhkan untuk mendampingi jalannya suatu organisasi untuk mencapai tujuan. Pengertian kepemimpinan memiliki makna yang berbeda-beda berdasarkan situasi organisasi yang dipimpin.

Memahami 4 hal dasar berikut ini akan membantu kamu memperdalam pemahaman kepemimpinan.

Tentang Pengertian Kepemimpinan Secara Umum

Kepemimpinan adalah keahlian pada diri seseorang untuk mempengaruhi dan mengajak orang lain untuk bekerja sama dan meraih suatu tujuan yang telah ditetapkan.

Pengertian Kepemimpinan secara umum memiliki keterkaitan dengan posisi seorang pemimpin. Pemimpin adalah seseorang yang diberikan wewenang untuk memutuskan langkah-langkah penting dalam organisasi.

 

Teori Kepemimpinan

Teori kepemimpinan memberi definisi pengertian kepemimpinan berdasarkan beberapa sudut pandang yang berbeda.

  • Teori Karakter

Pengertian Kepemimpinan dalam teori ini dikenali berdasarkan karakteristik atau sifat-sifat khas yang terhubung dengan kesuksesan seseorang dalam memimpin organisasi seperti kecerdasan, kepribadian, fisik, ketelitian, komunikasi, dan sebagainya.

Seorang pemimpin biasanya memiliki kecerdasan diatas para pengikutnya. Krikpatrick dan Locke menambahkan bahwa pemimpin tidak harus memiliki kecerdasan yang tinggi akan tetapi harus memiliki “hal-hal yang tepat atau karakter sifat untuk menjadi efektif.”

Kepribadian seorang pemimpin juga lebih siaga, percaya diri, penuh kreatifitas dan inisiatif.

Pemimpin juga memiliki karakter fisik yang dominan, dapat dilihat dari penampilannya yang berbeda dari pengikutnya. Secara nyata di lapangan karakter fisik tidak selalu menentukan keberhasilan seseorang sebagai pemimpin.

Teori ini kurang mampu menjelaskan pengertian kepemimpinan, karena mengabaikan faktor situasional dan karakter pengikut.

Berikut beberapa karakteristik pemimpin yang diungkapkan Stogdill dari hasil penelitiannya selama 70 tahun, yaitu:

  • Memiliki rasa tanggung jawab dan keinginan untuk menyelesaikan target
  • Memiliki tekad yang kuat dalam mencapai tujuan
  • Menyukai petualangan dalam mencari solusi dari masalah yang dihadapinya
  • Memiliki dorongan inisiatif dalam situasi sosial
  • Memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan memiliki branding(kekhasan) diri
  • Sanggup menanggung resiko dari keputusan yang diambil
  • Sanggup menghadapi tekanan
  • Mampu memberi toleransi terhadap frustasi dan penundaan
  • Mampu mempengaruhi perilaku orang lain
  • Sanggup membangun sebuah sistem interaksi sosial yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

 

  • Teori Perilaku

Pengertian Kepemimpinan menurut teori ini dilihat dari perilaku individual yang menjadi tolak ukur pembeda pemimpin dan bukan pemimpin.

Teori ini memiliki dua pendekatan, yaitu: pekerjaan terpusat (job centered) dan karyawan terpusat (employee centered).

Job centered adalah sebuah kondisi pemimpin yang berpusat pada pekerjaan. Mengawasi jalan pekerjaan sebagai fokus utama.

Employee centered adalah sebuah kondisi pemimpin lebih berpusat pada hubungan dengan karyawan, memperhatikan tingkat kepuasan karyawan yang diharapkan akan berimbas baik pada hasil pekerjaan.

 

  • Teori Kepemimpinan Kontingensi

Pengertian Kepemimpinan menurut teori yang dikembangkan oleh Fiedler menitikberatkan pada prestasi kerja organisasi dipengaruhi oleh sistem motivasi dari pemimpin dan sejauh mana pemimpin dapat mengendalikan dan mempengaruhi situasi tertentu.

 

Fiedler mengemukakan bahwa efektivitas kepemimpinan tergantung pada korelasi antara gaya kepemimpinan dengan situasi yang kondusif, sebagai berikut:

  • Struktur kebutuhan pemimpin, berdasarkan motivasi yang ingin dicapai dalam penyelesaian tugas atau hubungan antar pribadi
  • Kendali situasi pemimpin, pemimpin memiliki keyakinan bahwa tugas bisa diselesaikan.

Kendali situasi merupakan fungsi dari interaksi pemimpin dengan anggota (termasuk didalamnya tingkat keyakinan, kepercayaan dan rasa hormat kepada pemimpin),  struktur tugas (prosedur penugasan pekerjaan terstruktur atau tidak terstruktur), dan kekuasaan jabatan (segala wewenang yang dimiliki pemimpin kepada bawahannya seperti mempekerjakan, memecat, dan sejenisnya).

  • Hubungan antara struktur kebutuhan pemimpin dan kendali situasi.

Fiedler menilai kembali keadaan dalam variabel interaksi pemimpin-anggota, struktur tugas dan kekuasaan jabatan, dan menyimpulkan sebuah kondisi seperti interaksi pemimpin anggota baik atau buruk, struktur tugas tinggi atau rendah, dan kekuasaan jabatan kuat atau lemah.

Semakin baik hubungan pemimpin dan anggotanya, semakin baik struktur tugas, semakin kuat kekuasaan jabatan akan memperkuat kendali yang dimiliki pemimpin.

 

  • Teori Kepemimpinan Situasional

Teori ini dikembangkan oleh Hersey dan Blanchard. Pengertian kepemimpinan dalam teori ini menekankan pada hubungan antara gaya kepemimpinan efektif dengan tingkat kematangan para anggotanya.

Kepemimpinan dalam teori ini menuntut pemimpin untuk mampu menganalisa situasi.

Sistem pendelegasian akan sesuai diberikan kepada anggota yang telah mampu memotivasi dirinya sendiri.

 

Tujuan Kepemimpinan

Di dalam pengertian kepemimpinan telah tercakup tujuan kepemimpinan, yaitu:

  • Sarana untuk Mencapai Tujuan

Memahami pengertian kepemimpinan pada dasarnya adalah untuk mencapai tujuan suatu organisasi.

Dalam pengertian kepemimpinan telah dijelaskan beberapa hal mengenai perilaku, karakter serta hubungan antara pemimpin dan anggota yang diharapkan mampu diaplikasikan untuk mencapai tujuan.

Tercapai atau tidaknya tujuan tersebut akan memperlihatkan jiwa kepemimpinan pada diri seseorang.

  • Memotivasi Orang Lain

Dalam pengertian kepemimpinan juga telah dijelaskan bagaimana pemimpin memahami situasi anggotanya dan memotivasi mereka.

Dengan kepemimpinan yang baik anggota diharapkan mampu termotivasi dan mempertahankan motivasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Tips Menjadi Pemimpin

Pengertian Kepemimpinan adalah sebuah kemampuan maka ini bisa kita pelajari. Berikut tips untuk mampu menjadi pemipin yang baik:

  • Mulailah dengan memimpin diri sendiri

Sebelum memimpin orang lain, pimpinlah diri sendiri untuk menjadi rolemodel untuk anggota kamu.

Menjadi pemimpin berarti kamu akan menjadi seseorang yang semua tindak tandukmu akan mempengaruhi pola sikap mereka dalam menyelesaikan tugas..

  • Jadilah pemimpin yang berjalan beriringan bukan sekedar perintah

Pemimpin yang berjalan beriringan dengan anggotanya tidak akan meninggalkan karyawannya dengan segudang tugas tanpa membuka ruang diskusi.

Gaya kepemimpinan ini biasanya lebih disukai oleh anggota organisasi, mereka merasa dihargai sehingga meningkatkan efektivitas kinerja mereka.

Berbeda dengan tukang perintah yang terkesan asal kasih tugas. Gaya kepemimpinan ini terkesan kaku dan tidak memberikan kesempatan anggota untuk mengemukakan pendapat.

  • Melatih kecerdasan emosional

Selain IQ ada juga yang namanya EQ atau kecerdasan emosional. Dalam berorganisasi kecerdasan seperti ini sangat dibutuhkan untuk berinteraksi.

Emosi yang stabil membawa dampak yang positif dibandingkan dengan emosi yang labil. Emosi yang labil akan membawa pengaruh negatif kepada kinerja anggota.

  • Praktikkan kepemimpinan secara konsisten

Sebagaimana kemampuan lainnya yang membutuhkan proses, kepemimpinan juga membutuhkan praktik yang konsisten.

Seiring proses untuk memimpin dengan baik kita akan semakin fleksibel dengan berbagai situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan.

  • Pemimpin tidak selalu benar

Dengan menerapkan pemikiran bahwa pemimpin juga manusia, maka pemimpin akan menyadari bahwa dirinya bisa melakukan kesalahan. Pemimpin sejati bisa menerima kritik dan saran yang membangun dari anggotanya.

Bukannya terlihat rapuh dan tidak memiliki kompetensi, mengakui kesalahan justru membuat kamu dihormati anggota organisasi.

Teruslah belajar untuk meminimalisir kesalahan.

 

 

 

 

Leave a Reply