Puisi sahabat yang akan kita ulik pada artikel inimerupakan jenis dari berbagai macam puisi yang ada di Indonesia. Puisi adalah bentuk karya sastra yang terikat oleh ritme, rima dan penyusun bait dan baris yang bahasanya menonjol cantik dan penuh makna. Puisi terbagi menjadi dua, adalah puisi lama dan puisi modern. Puisi lama masih terikat dengan jumlah baris, bait, maupun rima ( sajak ).

Puisi lama yakni pantun dan syair. Puisi modern tidak terikat pada bait, jumlah baris, atau sajak dalam penulisannya. Sehingga puisi modern disebut puisi bebas.

Jenis-Jenis Puisi

Jenis Jenis Puisi

Jenis Jenis Puisi. (canva)

Puisi lama

Puisi lama ialah puisi yang terikat oleh regulasi-hukum. Hukum- regulasi itu antara lain:

  1. Jumlah kata dalam 1 baris
  2. Jumlah baris dalam 1 bait
  3. Persajakan (rima)
  4. Banyak suku kata tiap baris Irama

Ciri puisi lama:

  • Adalah puisi rakyat yang tidak dikenal nama pengarangnya.
  • Tahu melalui mulut ke mulut, jadi yakni sastra verbal.
  • Amat terikat oleh undang-undang-tata tertib seperti jumlah baris setiap bait, jumlah suku kata maupun rima.

Mantra

Mantra yaitu ucapan-ucapan yang dianggap memiliki energi gaib. Contoh:

Assalamu’alaikum putri satulung besar
Tulisan beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Saya menyanggul rambutmu
Saya membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu

Pantun

Pantun yakni puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap-tiap bait 4 baris, tiap-tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris permulaan sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun buah hati, muda-mudi, agama/nasehat, teka-teki, jenaka. Model pantun pengarahan:

  • Kalau ada jarum patah
    Jangan dimasukkan ke dalam peti
    Apabila ada kataku yang salah
    Jangan dimasukkan ke dalam hati

Karmina

Karmina yaitu pantun kilat seperti pantun namun pendek. Contohnya:

Dulu parang kini besi (a)
Dulu sayang kini benci (a)

Seloka

Seloka ialah pantun berkait. Misalnya:

Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan.
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan.

Gurindam

Gurindam merupakan puisi yang berdirikan tiap-tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi bimbingan. Contoh:

Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang (b)
Bagai rumah tiada bertiang (b)
Jika suami tiada berhati lurus (c)
Istri bahkan kelak menjadi kurus (c)

Syair

Syair ialah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri setiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi bimbingan atau cerita.

Contoh lirik sebuah syair:

Pada zaman dulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijak (a)

Talibun

Talibun yakni pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris. Contoh:

Sekiranya buah hati pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli duluKalau buah hati pergi berjalan
Ibu cari sanak malah cari isi
Induk semang cari dulu

Puisi baru

Puisi baru formatnya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, ataupun rima.

Ciri-ciri Puisi Baru:

  1. Wujudnya rapi, simetris;
  2. Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
  3. Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair walaupun ada pola yang lain;
  4. Sebagian besar puisi empat seuntai;
  5. Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
  6. Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar): 4-5 suku kata.

Balada

Balada yaitu puisi berisi kisah/cerita. Balada ragam ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama diaplikasikan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya. Contoh: Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Balada Matinya Seorang Pemberontak”.

Himne

Himne adalah puisi pujaan untuk Kuasa, tanah air, atau pahlawan. Ciri-cirinya ialah nyanyian pujian untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau almamater (Pemandu di Dunia Sastra). Kini ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diistilahkan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Kuasa) yang bernapaskan ketuhanan. Contoh:

Pun batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan namaMu dengan metode sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan kelok
bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat senantiasa kupandang patungMu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Artikel dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenalMu tersalib di dalam hati.
(Saini S.K)

Ode

Ode ialah sajak lirik untuk mengucapkan pujian terhadap seseorang, benda, peristiwa yang dimuliakan, dan sebagainya2 . Nada dan gayanya benar-benar sah (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung bagus kepada pribadi tertentu atau peristiwa awam. Contoh:

Generasi Kini
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri saya, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa
Asmara kemegahan baru
Pantun estetika Indonesia
Tulisan jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia
(Teladan Hadi)

Epigram

Epigram yakni puisi yang berisi pengarahan/ajaran hidup. Epigram berasal dari Bahasa Yunani epigramma yang berarti unsur pengajaran; didaktik; bimbingan membawa ke arah kebenaran untuk diwujudkan petunjuk, ikhtibar; ada model. Contoh:

Hari ini tak ada daerah berdiriSikap lamban berarti matiSiapa yang bergerak, merekalah yang di depanArtikel menunggu sebentar sekalipun pasti tergilas.(Iqbal)

Asmara

Romansa merupakan puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. Berasal dari bahasa Prancis Romantique yang berarti keindahan perasaan; problem beri sayang, rindu dendam, serta beri mesra

Elegi

Elegi yakni puisi yang berisi ratap tangis/duka. Berisi sajak atau lagu yang menyatakan rasa kesedihan atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terlebih sebab kematian/kepergian seseorang. Contohnya:

Senja di Pelabuhan Model
Ini kali tak ada yang mencari cintadi antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali.
Kapal, perahu tiada berlaut menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat suram.

Ada juga kelepak elang menyinggung muram,
desir hari lari berenangmenemu bujuk pangkal akanan.
Aku bergerakdan sekarang tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Saya sendiri.

Berjalanmenyisir semenanjung, masih pengap harap sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalandari pantai keempat,
sedu penghabisan bisa terdekap(Chairil Anwar)

Satire

Satire yaitu puisi yang berisi sindiran/kritik. Berasal dari bahasa Latin Satura yang berarti sindiran; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tak puas hati satu klasifikasi (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim, dsb.). Misalnya:

Aku bertanya
tapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.
(WS Rendra)

Distikon

Distikon, merupakan puisi yang tiap-tiap baitnya terdiri atas dua baris (puisi dua seutas). Model:

Berkali kita gagalUlangi lagi dan cari nalarBerkali-kali kita jatuhKembali berdiri jangan mengeluh(Or. Mandank)

Terzina

Terzina, puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga seutas). Contoh:

Dalam ribaan bersuka ria datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Cuma bagai sang surya
Mewarna bagaikan sari
(Sanusi Pane)

Kuatren

Kuatren, puisi yang tiap-tiap baitnya terdiri atas empat baris (puisi empat seutas). Teladan :

Hanya-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang timbul jua
Tulisan dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Cuma hati jua
Layu lipu rindu-sendu
(A.M. Daeng Myala)

Kuint

Kuint, yakni puisi yang tiap-tiap baitnya terdiri atas lima baris (puisi lima seuntai). Contohnya berikut ini:

Hanya kepada tuan

Satu-satu perasaan

Hanya dapat saya kisahkan

Kepada tuan

yang pernah diresah gelisahkan

Satu-satu kenyataan

Yang bisa dirasakan

Hanya dapat aku kisahkan

Kepada tuan

yang enggan menerima kenyataan(Or. Mandank)

Sekstet

Sekstet, yakni puisi yang tiap-tiap baitnya terdiri atas enam baris (puisi enam seuntai). Model:

Merindu Bagia
Seandainya hari’lah tengah malam
Angin stop dari bernapas
Sukma jiwaku rasa karam
Dalam laut tak terwatas
Menangis hati diiris sedih
(Ipih)

Septima

Septima, merupakan puisi yang tiap-tiap baitnya terdiri atas tujuh baris (tujuh seutas). Teladan:

Indonesia Tumpah Darahku
Duduk di pantai tanah yang permai
Penerapan gelombang pecah mengucur
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung baik terbukti
Ditimpah air mulia tampaknya
Tumpah darahku Indonesia namanya(jawir)

Oktaf atau Stanza

Oktaf/Stanza, ialah puisi yang setiap baitnya terdiri atas delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai). Contoh:

Awan
Awan datang melayang pelan
Serasa berimajinasi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus kesudahannya seri
Undang-undang wujud menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap kini
Dalam kehidupan teguh hening
(Sanusi Pane)

Soneta

Soneta, yaitu puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris. Soneta berasal dari kata sonneto (Bahasa Italia) perubahan dari kata sono yang berarti suara. Jadi soneta merupakan puisi yang bersuara.

Di Indonesia, soneta masuk dari negeri Belanda disampaikan oleh Muhammad Yamin dan Roestam Effendi, karena itulah mereka berdualah yang dianggap sebagai ”Teladan/Bapak Soneta Indonesia”.

Ketika soneta Indonesia tak lagi patuh pada persyaratan-persyaratan soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih memiliki kebebasan dalam segi isi ataupun rimanya. Tulisan menjadi pegangan adalah jumlah barisnya (empat belas baris). Contohnya:

GembalaPerasaan siapa ta ‘kan nyala ( a )
anak berelagu dendang ( b )
Seorang saja di tengah padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )
Beginilah nasib si kecil gembala ( a )
Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
pagi meninggalkan kandang ( b )
Pulang ke rumah di senja kala ( a )
Jauh sedikit sesayup hingga ( a )
Terdengar olehku bunyi serunai ( a )
Melagukan alam nan molek permai ( a )
gembala di segara hijau ( c )
puputmu menurutkan kerbau ( c )
Maulah aku menurutkan dikau ( c )
(Muhammad Yamin)

Puisi kontemporer

Kata kontemporer secara umum bermakna masa kini sesuai dengan perkembangan zaman atau selalu menyesuaikan dengan perkembangan situasi zaman. itu, puisi kontemporer dapat diartikan pula sebagai puisi yang lahir dalam kurun waktu terakhir. Puisi kontemporer berupaya lari dari ikatan konvensional puisi itu sendiri.

Puisi kontemporer seringkali mengaplikasikan kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa, mengaplikasikan kata-kata yang makin kasar, ejekan, dan lain-lain. kata-kata simbolik atau lambang intuisi, gaya bahasa, melodi, dan sebagainya dianggapnya tidak seperti itu penting lagi.

Puisi mantra

Puisi mantra ialah puisi yang mengambil sifat-sifat mantra. Sutardji Calzoum Bachri yaitu orang yang pertama mempersembahkan puisi mantra dalam puisi kontemporer. Ciri-ciri mantra merupakan:

  1. Puisi Mantra bukanlah sesuatu yang dihadirkan untuk dipahami melainkan sesuatu yang dikenalkan untuk menimbulkan dampak tertentu
  2. Mantra berfungsi sebagai penghubung manusia dengan dunia misteri
  3. Mantra mengutamakan efek atau dampak berupa kemanjuran dan kemanjuran itu terletak pada instruksi.

Contoh:

Shang Hai
ping di atas pong
pong di atas ping
ping ping bilang pong
pong pong bilang ping
mau pong? bilang ping
berharap mau bilang pong
berharap ping? bilang pong
ingin berharap bilang ping
ya pong ya ping
ya ping ya pong
tidak ya pong tak ya ping
ya tidak ping ya tak pong
sembilu jarakMu merancap nyaring
(Sutardji Calzoum Bachri dalam O Amuk Kapak, 1981)

Puisi mbeling

Puisi mbeling merupakan format puisi yang tak mengikuti undang-undang. Hukum puisi yang dimaksud merupakan ketetapan-ketetapan yang awam berlaku dalam puisi.

Puisi ini timbul pertama kali dalam majalah Aktuil yang menyediakan lembar khusus untuk menampung sajak, dan oleh pengasuhnya adalah Remy Silado, lembar hal yang demikian diberi nama \”Puisi Mbeling\”.

Puisi mbeling yakni komponen dari gerakan mbeling yang dicetuskan oleh Remy silado, suatu gerakan yang dimaksudkan untuk mendobrak sikap rezim orde baru yang dianggap feodal dan munafik.

Dalam bahasa Jawa mbeling berarti jahil atau memberontak kepada kemapanan dengan sistem sistem yang menarik perhatian3. Kata-kata dalam puisi mbeling tak perlu dipilih-pilih lagi. Dasar puisi mbeling yaitu main-main. Puisi mbeling berciri mengutamakan unsur kelakar;

  • pengarang memanfaatkan segala elemen puisi berupa: bunyi, rima, irama, opsi kata dan tipografi untuk mencapai efek kelakar tanpa ada maksud lain yang disembunyikan (tersirat).

Misalnya:

Sajak Sikat Gigi
Seseorang lupa menggosok giginya sebelum tidur
Di dalam tidur ia bercita-cita
Ada sikat gigi menggosok-gosok mulutnya supaya terbuka
ia bangun pagi hari
Sikat giginya tinggal sepotong
Sepotong yang sirna itu agaknya
Tersesat di dalam mimpinya dan tidak dapat kembali
Aturan dia berpendapat bahwa, kejadian itu terlalu berlebih-lebihan
(Yudhistira Ardi Nugraha dalam Sajak Sikat Gigi, 1974)

itu, puisi mbeling juga memperkenalkan kritik sosial. Lebih-lebih kepada sistem perekonomian dan pemerintahan, dan menyajikan ejekan kepada para penyair yang bersikap sungguh-sungguh kepada puisi.

Dalam hal ini, Taufik Ismail menyebut puisi mbeling dengan puisi yang mengkritik puisi.

Puisi konkret

Puisi konkret yakni puisi yang disusun dengan mengutamakan wujud grafis berupa tata wajah hingga menyerupai gambar tertentu. Puisi seperti ini tidak sepenuhnya mengaplikasikan bahasa sebagai media. Di dalam puisi konkret pada biasanya terdapat lambang-lambang yang dibuat dengan benda dan/atau gambar-gambar sebagai ungkapan ekspresi penyairnya. Teladan:

Doktorandus Tikus I
selusin toga
mengangaseratus tikus berkampus
diatasnya dosen dijerat
profesor diracun kucing
kawin dan bunting
dengan predikat sungguh-sungguh memuaskan
(F.Rahardi dalam Soempah WTS, 1983)

Tokoh-tokoh Puisi Kontemporer

Tokoh-tokoh Puisi Kontemporer

Tokoh-tokoh Puisi Kontemporer

Sebelum lebih dalam kita mengulik tentang puisi sahabat, kamu harus tau sejarah para tokoh puisi kontemporer era millenials sekarang. Bisa kamu kenali di bawah ini.

Tokoh-tokoh puisi kontemporer di Indonesia dikala ini, yakni sebagai berikut:

  1. Sutardji Calzoum Bachri dengan tiga kumpulan puisinya O, Amuk, dan O Amuk Kapak
  2. Ibrahim Sattah dengan kumpulan puisinya Hai Ti
  3. Hamid Jabbar dengan kumpulan puisinya Wajah Kita

Contoh-contoh Puisi Persahabatan

Contoh-contoh Puisi Persahabatan 

Contoh-contoh Puisi Persahabatan

Contoh Puisi Persahabatan Yang Hancur

Semuanya usai sudah
Kita hanya cerita di laman terakhir
Hanya dengan gores hitam
Kita hilang di telan rasa

Hancur sudah semua kenangan yang kita bina
Pelangi menghianati langit
Dan hujan mendustakan awan
Semuanya tersenyum bagai biadab tanpa dosa

Kenapa rasanya harus sesakit ini
Kenapa hati ini seakan remuk bertulang
Mungkin karena aku terlalu naif
Hingga kadang jatuh ke langit

Persahabatan yang kita rajut bertahun mahun
Putus di raib ego
Hilang dimakan emosi
Mati di kunyah marah

Harusnya kita tidak emosi
Hingga dengan begitu mudah mengucapkan perpisahan
Yang akhirnya membuat hati menyesal

Andai saat itu kutahu bahwa ini akhirnya
Kan kukatub emosi yang menyetankan dada saat terakhir bertemu
Yang ada hanya sesal yang kian membatu.

Contoh Puisi Persahabatan Sejati

Pernahkah kamu merasakan sakit hati jia sahabatmu mendapatkan musibah?. Begitulah efeknya ketika kita sangan peduli dan empaty kepada sahabt kita. Apalagi kalo sudah klik, hingga makanpun terus bareng. hehehe. Puisi sahabat untuk mewaki persahabatan sejati sebagai berikut;

Sahabat sejati kan selalu di hati
Takkan mati meski dimusnah
Hidup di lembah hati yang dalam
Ada di sana tukmengukir kenangan

Sahabat sejati kau kan kukenang
Hingga nyawa di ujung angin
Hingga jasad membeku biru
Hingga mata mencintai hitam

Kau takkan terlupa
Ribuan memori datang dan pergi
Tapi tentangmu kukatup di celah hati
Takkan hilang meski tubuhku raib di telan kelam

Sahabat dirimu teramat berarti
Banyak cerita yang bisa kucerita pada anak cucuku kelak
Semua tentang kita yang takkan terpisah
Selalu hidup di hati

Kadang aku ingin menjadi kokoh
Hingga aku bisa menjadi tameng sedihmu
Meski akhirnya kaulah yang menjadi pelipurku
Kaulah yang memelukku saat dunia mencaciku

Kau sahabat sejati yang pernah kupunya
Kau adalah salah satu bintang di langit yang selalu ada di hati dan doaku
Di hitam hidupku ini mungkin hany kau setitik putih yang kupunya
Ajarkanku bahwa hidup adalah anugerah

Terima kasih sahabat sejati
Untuk setiap pelukan kujadikan warna di hitam langit
Agar aku taklupa hangatmu
Agar aku taklupa bahwa aku punya bintang terindah di langit malam.

Contoh Puisi Persahabatan Yang Jauh

LDR, bahasa sekarang untuk mendiskripsikan suatu hubungan jarak jauh. Tidak hanya pasangan yang bisa merasakan ini, namun satu hubungan persahabatan yang sangat erat akan juga mendapatkan feeling yang sama. Untuk itu puisi sahabat ini bisa mewakilinya:

Teringat aku akan seseorang yang jauh
Seorang sahabat yang jauh disebrang laut
Teringat aku akan kisahnya
Teringat aku akan semua yang ada pada dirinya

Sungguh aku sangat merindukannya
Aku ingin bertemu dan berbicara dengannya
Ingin kupeluk ia hingga tubuh ini beku
Ingin kugenggam jemarinya

Sahabatku semoga kau sehat di sana
Semoga tuhan berbaik hati padamu
Semoga apa yang kau ingin cepak terwujud
Aku di sini sangat merindukanmu

Wahai sahabatku
Takpeduli sejauh apa jarak memisahkan kita
Rindu gilaku takkan bisa ia halau
Doa tulusku takkan bisa ia tahan
Semuanya untukmu

Berjuang di sana
Kembalilah jika kau ingin pulang
Aku takbisa berjanji akan ada saat kau pulang suatu hari nanti
Karena kadang saat itu tiba aku sudah mati berkalang tanah.

Contoh Puisi Persahabatan Jadi Cinta

Saat dimana perahabatan menjadi satu tempat yang nyaman dan saling sharing begitu, maka akan muncul kecocokan satu sama yang lainnya untuk mendukung menjadi satu pasangan. Dan puisi sahabat yang satu ini pas banget untuk kamu.

Aku jatuh cinta pada seseorang
Seseorang yang takpernah melihatku
Seseorang yang baginya aku adalah seorang sahabat
Aku hanya seorang sahabat di matanya

Rasanya sesak sangat
Ketika melihatnya bersama orang lain
Ingin aku koyak hati merana ini
Hingga hilang tanpa sisa

Tapi apalah daya
Aku hanya seorang sahabat
Hanya seorang sahabat hanya itu
Bahkan untuk cemburu saja aku tidak berhak

Hanya bisa melihat dari jauh
Hingga aku buta bahwa cinta ini menyiksaku
Cinta untuknya memakanku perlahan
Hilang di telan angin

Seandainya saja cinta ini rumput
Kan kucabut ia hingga akar
Takkan kusisa meski hanya sehelai di hatiku
Karena kutahu rasa ini teramat sakit
Sakit hingga mungkin aku takut jatuh cinta kembali.

Puisi Sahabat Pendek

#Ungkapanku Padamu#

Engkau sejati yang abadi…
Selalu membawa rindu…
Sahabat selalu ada cinta,
Tapi cinta terkadang tak bersahabat
Tanpa engkau, pelangi akan pudar
Tanpa pelangi, engkau bisa menggantikan
Aku hargai kebersamaan kita
Terjalin selamanya

Puisi Sahabat Anak SD

#Di Koridor Sekolah#

Apa kabar Kau yang di sana?
Tahukah kamu,
Aku selalu tak percaya dengan semua ini
Setiap pulang sekolah aku selalu di sini
Karena di tempat ini,
Di koridor sekolah kita selalu bersama,
Bermain, dan tertawa
Meskipun ragamu entah ke mana
Dan jiwamu telah melayang
Tapi di pikiran dan hatiku masih ada kau, teman

Puisi Sahabat Terbaikku

#Rindu Sahabat#

Di kala malam datang
Di saat itulah aku selalu merindukanmu
Kamu yang dulu selalu bersamaku
Kini kau telah jauh di negeri orang
Kita terpisahkan oleh jarak yang begitu jauh.

Andai kau tau
Aku di sini selalu merindumu
Aku rindu pada sosok dirimu yang begitu ceria
Entah gimana keadaanmu sekarang.

Hanya potret gambarmu yang bisa menepis rindu ini
Kau adalah sahabat terbaikku
Jangan lupakan aku
Walau raga kita jauh, tetapi kita tetap satu tujuan.

(By: Verrenika Asmarantaka)

Puisi Sahabat yang Hilang

#Bicara Hati#

Ingin ku sampaikan sebuah pesan
Ingin Ku ungkapkan sebuah rasa
Ingin ku unggah sebuah asa
Ingin ku buka sebuah cerita

Namun
Tak kuasa mulut ini bicara
Tak kuasa mulut ini bersuara
Tak kuasa mulut ini berkata-kata

Hanya
Tersampaikan dalam hati
Terungkapkan dalam hati
Terunggahkan dalam hati
Terbuka dalam hati

Hati yang bicara…
Bicara Hati
(Oleh A. Kristianto)

Puisi Sahabat Kecil

#Doa Untuk Sahabat Kecil#

Tuhan terimakasih…
Kau hadirkan dia jadi sahabatku…
Sehingga tampak jelas arahku ke mana aku menuju…
Tuhan terimakasih….Kau hadirkan dia jadi terangku…
Sehingga tampak jelas jalanku kemana aku ayunkan langkahku…
Berikanlah dia sinar cahaya-Mu tambahkan cantiknya
Berikanlah dia suara-Mu tambahkan akal dan bijaknya
Berikanlah dia kekayaan-Mu tambahkan rezekinya
Berikanlah dia jalan-Mu bukakan jodohnya
Berikanlah dia nafas-Mu panjangkan umurnya
Dia yang semalam tersenyum dalam mimpiku.

Puisi Tentang Persahabatan yang Mengharukan

#Selamat Tinggal#

Sahabat,
Pertolonganmu selalu ada
Peneranganmu selalu hadir
Aku sadar ini semua

Walaupun terkadang amarah menyulutku
Tapi,
Karena keabadian kisah persahabatan
Amarah itu padam
Dan kita tetap bersama
Karena kau yang terbaik

Terimakasih dari ketulusan
Kesedihanku melambai
Selamat tinggal sahabat,
Entah kapan air mata ini berhenti mengalir

Puisi Tentang Perpisahan Sahabat

#Berpisah Oleh Waktu#

Diawali dari perkenalan
Tersusun menjadi keakraban
Mengisi hari-hari penuh makna
Terjalin persahabatan antara kita

Hari-hari kian berlalu
Walaupun aku dan kamu hanya sebatas waktu
Kita telah ukir sebuah persahabatan
Melangkah dalam satu rasa, suka maupun duka

Telah berlembar-lembar cerita kita torehkan
Berbaur dalam persahabatan yang indah
Kamu begitu mengerti apa mau dan maksudku
Sahabat… kaulah teman dalam hidupku

Puisi Buat Sahabat Tersayang

#Tak Ingin Berpisah#

Bergandeng tangan
Kemanapun kita berjalan
Berjalan menyusuri lorong kecil pun jalanan besar
Tak pernah sekalipun menyerah
Tuk sampai sebuah tujuan

Erat sungguh kala itu
Kau pegang tanganku
Begitupun aku
Memoriku masih ingat betul
Kala itu kita masih begitu polosnya

Berjalan tak peduli itu duri,
hutan lebat, ataupun berliku
Kita terjang begitu saja
Akupun tak takut apapun itu
Karna aku tak sendiri

Ada kamu sahabatku…
Aku percaya padamu
Menyusuri jalan yang berliku
Mengambil keputusan tanpa pemikiran panjang

Semoga bermanfaat dan bisa disebarkan ke seluruh teman-teman kita yang membutuhkan


Leave a Reply

%d bloggers like this: