Tentang Rumus Gaya Terlengkap

Dalam kehidupan sehari-sehari, penerapan ilmu fisikan banyak kita temui. Salah satunya adalah gaya. Sayangnya masih banyak yang belum mengetahui mengenai rumus gaya dalam fisika. Padahal gaya merupakan salah satu ilmu yang paling banyak dilakukan dalam aktivitas sehari-hari.

Pada artikel ini akan dijelaskan mengeani pengertian gaya dan berbagai penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut penjelasannya.

Pengertian Gaya

rumus gaya
Pengertian Gaya

Gaya merupakan sebuah tarikan atau dorongan yang terjadi pada suatu benda. Definisi dari gaya sendiri adalah interaksi pada suatu benda yang dapat mengakibatkan perubahan pada benda lain maupun benda itu sendiri.

Pengaruh gaya pada suatu benda bisa mengubah bentuk, gerakan, maupun posisi. Gaya dapat mengubah sebuah objek dengan massa tertentu mengalami perubahan. Pada ilmu fisika, gaya termasuk besaran Vektor. Hal ini karena pada gaya terdapat nilai dan arah.

Alat pengukuran gaya disebut dengan dinamometer atau yang lebih dikenal dengan neraca pegas. Sedangkan dalam fisika gaya disimbolkan menggunakan huruf F (Force) dan Satuan Internasional yang digunakan untuk mengukur  gaya adalah Newton.

Rumus Gaya

Rumus Gaya
Rumus Gaya

Besar kecilnya gaya dipengaruhi oleh masssa benda dan percepatan yang terjadi. Oleh karena itu dalam rumus gaya terdapat massa dan percepatan. Rumus mencari gaya adalah:

F = m x a

F = gaya (N)

m = massa benda (kg)

a = percepatan (m/s)

Pengaruh Gaya

Gaya yang terjadi pada suatu benda akan menimbulkan pengaruh. Pengaruh yang terjadi pada benda dapat menyebabkan adanya perubahan-perubahan, diantaranya:

  • Kecepatan gerak benda yang dapat berubah karena pengaruh gaya
  • Mempengaruhi gerak suatu benda, benda diam yang menjadi bergerak
  • Arah gerak benda yang dapat perubah akibat dari pengaruh gaya
  • Perubahan bentuk pada suatu benda akibat gaya

Sifat-Sifat Gaya

Gaya juga memiliki sifat-sifat tertentu. Sifat-sifat tersebut mempengaruhi bangaimana gaya normal dapat terjadi pada suatu benda. Karakteristik dan sifat-sifat gaya yang dapat ditemui adalah sebagai berikut:

  • Gaya dapat mengubah gerak
  • Gaya dapat mengubah posisi
  • Gaya dapat mengubah bentuk

Klasifikasi Gaya

Klasifikasi Gaya
Klasifikasi Gaya

Berdasarkan klasifikasinya gaya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gaya sentuh dan gaya tak sentuh. Kedua jenis gaya tersebut dibedakan berdasarkan pengaruh dari ekternalnya. Berikut adalah penjelasannya:

Gaya Sentuh

Gaya sentuh merupakan gaya yang terjadi pada suatu benda akibat adanya sentuhan pada benda tersebut.  Suatu gaya hanya terjadi jika terdapat sentuhan pada benda tersebut, sedangkan jika tidak terdapat sentuhan maka gaya tersebut tidak akan muncul.

Contoh gaya sentuh adalah serong ibu yang mendorong kereta bayi. Untuk membuat kereta dorong tersebut bergerak, maka seseorang harus mendorongnya.

Pada hal ini terjadi sentuhan antara manusia sebagai sumber gaya dan kereta dorong sebagai target yang dipengaruhi.

Gaya Tak Sentuh

Berbeda dengan gaya sentuh, gaya tak sentuh merupakan suatu gaya yang terjadi pada suatu benda tanpa melibatkan sentuhan. Gaya tetap terjadi pada benda meski tidak terjadi proses sentuhan terhadap benda tersebut.

Contoh gaya tak sentuh ini bisa terjadi pada gaya magnet. Misalnya saja ketika kita meletakkan benda yang terbuat dari besi di dekat magnet, maka benda tersebut akan bergerak mengikuti magnet.

Pada peristiwa ini magnet sebagai sumber gaya mengeluarkan efek yang dapat menyebabkan benda tersebut bergerak tanpa adanya sentuhan.

Jenin-jenis Gaya

Gaya merupakan satu ilmu pengetahuan fisika untuk perlu kalian pelajari dalam masa pembelajaran daasar seperti ini. Jenis-jenis gaya ada banyak macamnya. Di bawah ii kalian akan menemukannya berbagai rumus gaya dan pengertian sampai contohnya yang detail. Yuk cari tahu!

1.      Gaya Gesek

Gaya gesek merupakan gaya yang terjadi akibat adanya pergesekan antara dua benda. Gerakan yang terjadi pada gaya gesek biasanya saling berlawanan sehingga menimbulakan perebuhan tertentu. Terdapat dua jenis gaya gesek, yaitu gesek statisdan gesek kinetis.

Contoh dari gaya gesek adalah gaya yang terjadi pada bola yang menggelinding pada permukaan lantai. Pada peristiwa ini gaya terjadi pada bola dan lantai. Pergerakan bola di lantai tersebut dipengaruhi oleh kasar dan halusnya permukaan lantai.

2.      Gaya Coulumb

Gaya coulumb atau yang lebih dikenal sebagai hukum coulumb merupakan gaya tarik-menarik yang terjadi pada benda bermuata listrik dalam medan listrik. Pada jenis-jenis gaya, gaya coulumb juga disebut sebagai gaya listrik.

Contoh dari gaya ini adalah lampu yang menyala akibat adanya pengaruh dari aliran listrik. Gaya yang terjadi dalam hal ini mengubah energi listrik dari medan listrik menjadi panas yang menghasilkan cahaya pada lampu.

3.      Gaya Gravitasi

Gaya gravitasi merupakan gaya tarik bumi kepada seluruh benda di permukaannya. Setiap benda yang berada di atas permukaan bumi akan mendapat pengaruh dari gaya ini. Gaya ini berguna untuk menjaga setiap benda agar tetap berada di atas permukaan bumi.

Contoh dari gaya gravitasi adalah sebuah bolpen yang jatuh dari atas meja. Bolpen yang jatud tersebut pasti akan mengarah ke bawah. Hak ini terjadi karena adanya gaya tarik bumi yang membuat segala benda yang jatuh dari atas pasti ke bawah.

4.      Gaya Normal

Gaya normal merupakan gaya yang terjadi akibat adanya sentuhan dengan benda lain yang arahnya gerak tegak lurus. Peristiwa gaya normal sering dikaitkan dengan adanya gaya gravitasi. Hal ini disebabkan karena gaya normal menjadi penyeimbang gaya gravitasi.

Contohnnya adalah sebuah buku yang diletakka di atas meja akan tetap diam. Hal ini karena buku tersebut memiliki resultan nol. Namun di dalamnya terdapat gaya yang bekerja, yaitu gaya gravitasi. Gaya lain yang juga bekerja pada benda tersebut adalah gaya normal.

5.      Gaya Berat

Gaya berat pada suatu benda dipengaruhi oleh adanya gaya gravitasi. Berat suatu benda tidaklah tetap karena mengikuti besarnya percepatan gravitasi. Berbeda dengan massa benda yang akan memiliki nilai yang sama.

Berat suatu benda bisa dihitung karena merupakan sebuah gaya. Benda yang berada di wilayah kutub akan memiliki berat yang berbeda dengan benda yang berada di Indonesia. Hal ini karena percepatan gravitasi anatara kedua tempat tersebut berbeda.

6.      Gaya Pegas

Gaya pegas  merupakan gaya yang dihasilkan dari sebuah pegas. Sebuah pegas dapat menimbulkan sifat keelastisan pada suatu benda. Hal ini yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya gaya pegas karena dapat menyebabkan perubahan bentuk.

Contoh gaya pegas adalah seseorang yang bermain ketapel. Ketapel yang ditarik akan merenggan menjadi ukuran tertentu dan setelah dilepaskan bentuknya kembali seperti semula. Hal ini terjadi karena gaya pegas mengubah dipengaruhi oleh keelastisan benda.

7.      Gaya Tegangan Tali

Gaya teganga tali terjadi apabila pada suatu tali terjadi tegangan akibat adanya benda yang berat. Contoh dari gaya ini adalah benda yang digantungkan pada sebuah tali. Pergerakan yang terjadi biasanya membentuk sudut tertentu.

Gaya tegangan tali yang mempengaruhi suatu benda juga dapat menyebabkan timbulnya percepatan sentripetal. Sehingga benda yang terkena gaya tegangan tali tidak hanya bergerak membentuk sudut tertentu tetepi juga bergerak melingkar.

Resultan Gaya

Resultan Gaya
Resultan Gaya

Resultan gaya merupakan hasil penjumlahan dari gaya yang bekerja pada suatu benda. Resultan gaya sendiri memiliki lambang huruf R. Pada penerapannya resultan gaya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu serah dan berlawanan arah.

Berikut adalah rumus gaya untuk menghitung resultan gaya pada benda yang searah dan berlawanan arah.

  • Rumus Resultan Gaya Searah

R= ƩF = F1 + F2

  • Rumus Resultan Gaya Berlawanan Arah

R= ƩF = F1 + F2

Itulah penjelasan singkat mengenai rumus gaya, teori dan jenis-jenisnya. Semoga artikel ini dapat membantu untuk memahami lebih lanjut mengenai ilmu fisika di sekitar kita.

 

Leave a Reply