Rumus Rubik Cepat & Mudah

Generasi milennial saat ini tidak asing lagi dengan jenis permainan bernama Rubik. Rubik merupakan permainan yang menuntut daya imajinasi yang tinggi, sehingga dapat melatih kecerdasan otak, dan kecepatan karena dalam memainkannya membutuhkan trik khusus atau bisa disebut dengan rumus rubik. Bagi pemula, mungkin akan terasa sangat susah untuk menyelesaikan satu rubik yang sudah teracak total.

Padahal, terdapat rumus bermain rubik yang bisa digunakan untuk menyelesaikan permainan tersebut.

Rubik tentu saja memiliki segala macam bentuk, mulai dari rubik 3×3 atau rubik ikan, rubik segitiga, hingga rubik 5×5. Kali ini, kita hanya akan membahas rumus rubik dasar saja, yaitu rubik 3×3. Karena sebelum memepelajari rumus rubik lain, kita harus sangat memahami rumus penyelesaian rubik 3×3.

1. Bagian rubik bisa dibagi menjadi 4

rumus rubik

Bagian rubik bisa dibagi menjadi 4

  1. Center Pieces = merupakan kotak yang berada di tengah-tengah (center) pada setiap warna
  2. Corner Pieces = kotak pada pojok kanan kiri, atas bawah pada setiap warna
  3. Edge Pieces = kotak diantara corner dan center pada setiap warna
  4. Layer/lapisan = deret warna atas, tengah dan bawah

Setelah memahami letak setiap bagian rubik, sekarang coba kamu pelajari kode-kode arah gerakan rubik. Nantinya, dua komponen ini akan digabung menciptakan rumus permainan rubik sederhana yang mudah.

2. Arah Gerakan Rotasi Rubik

Arah Gerakan Rotasi Rubik

Arah Gerakan Rotasi Rubik

R (Right/kanan) = gerakan memutar sisi kanan searah jarum jam.
R’ (R aksen) = gerakan memutar sisi kanan berlawanan arah jarum jam.
L (Left/kiri) = gerakan memutar sisi kiri searah jarum jam.
L’ (L aksen) = gerakan memutar sisi rubik sebelah kiri berlawanan arah jarum jam.
U (Up/atas) = gerakan memutar sisi atas searah jarum jam.
U’ (U aksen) = gerakan memutar sisi rubik bagian atas berlawanan arah jarum jam.
D (Down/bawah) = gerakan memutar sisi bawah searah jarum jam.
D’ (D aksen) = gerakan memutar sisi bawah berlawanan arah jarum jam.
F (Front/depan) = gerakan memutar sisi depan searah jarum jam.
F'(F aksen) = gerakan memutar sisi depan berlawanan arah jarum jam.
f (Front double) = gerakan memutar sisi F double searah jarum jam.
f’ (Front aksen double) = gerakan memutar sisi F’ double searah jarum jam.
B (Back/belakang) = gerakan memutar sisi belakang searah jarum jam.
B’ (B aksen) = gerakan memutar sisi belakang berlawanan arah jarum jam.

Masing-masing rubik memiliki rumus bermain yang berbeda-beda. Kita akan ulas secara singkat satu-persatu.

3. Rumus Bermain Rubik 2×2

Rumus Bermain Rubik 2x2

Rumus Bermain Rubik 2×2

Rubik 2×2 adalah rubik yang hanya memiliki 4 kotak di setiap sisi warna. Seperti bentuk kubus pada umumnya, rubik ini punya 6 sisi, dan masing-masing sisi memiliki warna yang berbeda. Rubik 2×2 adalah bentuk paling kecil diantara rubik yang lain. Justru itu, rubik ini adalah yang penyelesaiannya lumayan rumit. Tapi semuanya bisa dipelajari, asalkan kita terus mencoba hingga berhasil. Hebatnya lagi, rekor dunia rubik dapat diselesaikan hanya dalam waktu tidak sampai 5 detik.

4. Rumus Rubik 4×4

Rumus Rubik 4x4

Rumus Rubik 4×4

Kali ini rubik 4×4 , rubik ini memiliki 16 kotak di setiap sisi warnanya. Cara bermain rubik ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Pada dasarnya inti bermain rubik 4×4 ini sama dengan teknik bermain rubik 3×3. Bahkan, prinsip keduanya pun sama, yaitu memiliki corner, edge dan center. Rumusnya 80% sama, hanya saja di beberapa algoritma ada perubahan gerak.

Hal ini disebabkan karena pada rubik 3×3 hanya terdapat 3 layer dan 1 titik center, sedangkan pada rubik 4×4 terdapat 4 layer dan 4 titik center (2×2). Untuk itu sebelum mempelajari rumus bermain rubik 4×4 kita harus sudah mahir dalam rumus rubik 3×3 yang akan dipelajari pada artikel ini.

5. Rubik 5×5

Rubik 5x5

Rubik 5×5

Sedangkan, rubik 5×5 adalah rubik yang ukurannya paling besar. Dengan, 25 kotak warna pada setiap sisinya. Berbeda dengan rubik 4×4, rubik 5×5 dan rubik 3×3 memiliki center yang pasti/fix . Jadi dengan rubik 5×5 kita tidak perlu menentukan posisi masing masing sisi. Putih sudah pasti akan berseberangan dengan sisi kuning, merah akan berseberangan dengan orange, begitu juga biru berseberangan dengan hijau.

Langkah awal yang harus dilakukan untuk menyelesaikan rubik ini adalah, kita menyelesaikan dulu rubik 3×3 yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, mengapa rubik 3×3 disebut rumus rubik dasar. Karena, rumus rubik lain bergantung dengan rumus rubik 3×3.

6. Rubik Piramida

Rubik Piramida

Rubik Piramida

Rubik piramida atau bisa disebut rubik segitiga. Seperti namanya, rubik ini tentu saja berbentuk segitiga. Rubik ini memiliki 4 sisi segitiga yang didalamnya terbagi menjadi 9 segitiga lebih kecil. Rubik ini yang paling berbeda, karena penyelesaiannya tidak bergantung pada rubik 3×3. Rumus rubik segitiga ini lumayan rumit, sehingga kita harus mengerjakannya secara teliti dan perlahan. Arah gerakan yang digunakan hanya sedikit namun secara berulang.

7. Rumus Rubik 3×3 atau Rubik Ikan

Rumus Rubik 3x3 atau Rubik Ikan

Rumus Rubik 3×3 atau Rubik Ikan

Rubik 3×3 adalah rubik yang paling mudah cara menyelesaikannya. Oleh karena itu, sebelum mempelajari rumus rubik yang lain, kita harus paham betul rumus main rubik 3×3 yang akan diulas satu persatu dibawah ini.

a. Langkah pertama

  • • Buat bentuk cross berwarna putih, hal ini tidak memerlukan cara khusus. Namun, lebih mudah diselesaikan dengan mencari center berwarna kuning lebih dahulu, kemudian hadapkan ke atas.
  • Lalu, cari edge berwarna putih, dan kumpulkan mendekati center kuning dalam berbagai kondisi, sampai membentuk cross/plus berwarna putih.

b. Langkah Kedua

Ratakan sisi/layer bagian bawah menjadi putih semua, carilah corner yang mengandung warna putih

  • Kemudian, perhatikan warna yang bersebelahan dengan corner putih tersebut. Jika corner berada di kanan, dan warna pada kiri corner adalah merah, maka warna merah jadikan (front/muka) pada sisi kiri corner. Sebaliknya, jika corner berada di sebelah kiri dan warna pada samping kanan corner adalah warna hijau, maka hijau jadikan (front/muka) pada sisi kanan corner. (gambar 7.1)
  • Untuk kanan ber-algoritma seperti ini : R U R’
  • Untuk kiri ber-algoritma seperti ini : L’ U’ L
  • Jika menemukan posisi seperti dibawah ini (Gambar 7.2)
    Maka, warna putih yang tersisa harus dipindah ke atas dulu. Jika di kiri gunakan rumus kiri, jika di kanan gunakan rumus kanan. Jika posisi putih diatas, gunakan algoritma kanan-kiri untuk menyelesaikan semua putih dibawah.
  • Dan selesailah sisi bawah dengan warna putih semua, sekaligus layer pertama dengan format warna seperti ini (Gambar 7.3)

c. Langkah Ketiga

Di langkah ketiga ini, kita akan mengisi bagian warna yang kosong di sampingnya menjadi 2 layer seperti ini

  • Cari edge yang tidak ada warna kuning.
  • Misalkan yang kita temui adalah warna merah-hijau / hijau-orange, maka kita pilih salah satu. Saya contohkan dengan pilih warna merah-hijau, maka kamu putar sisi atas (U) sampai edge hijau bertemu dengan center hijau.
  • Tempatkan merah dan hijau menjadi font. Kemudian, kumpulkan warna merah pada sisi yang memiliki center merah
  • Jika sisi center merah berada di kiri maka algoritma yang digunakan U’ L’ U L U F U’ F’, jika berada di kanan maka algoritma yang digunakanU R U’ R’ U’ F’ U F.
  • Jika menemukan warna lain, tetap gunakan algoritma yang sama hingga layer 2 terisi penuh dengan warna yang sama.

d. Langkah Keempat

  • Buat cross kuning pada sisi atas (gambar 7.4), fokus kan pada edge, jika menemukan warna kuning pada corner maka abaikan.
  • Jika menemukan kondisi hanya satu warna kuning pada center, maka gunakan algoritma (R U R’ U’) F’ f (R U R’ U’) f’. (f kecil adalah putar 2 layer F (double)).
  • Jika menemukan kondisi 3 warna kuning secara vertikal maka gunakan algoritma F R U R’ U’ F’
  • Jika menemukan kondisi warna kuning berbentuk L terbalik maka gunakan algoritma f R U R’ U’ f’.
  • Maka terbentuk cross kuning seperti di bawah (gmbr 7.5)

e. Langkah Kelima

  • Ratakan sisi atas dengan kuning (gambar 7.6)
  • Jika menemukan kondisi 1 : F (R U R’ U’) (R U R’ U’) (R U R’ U’) F’
  • Jika menemukan kondisi 2 : f (R U R’ U’) f’ F (R U R’ U’) F’
  • Jika menemukan kondisi 3 : R U R’ U R U2 R’ (rumus ikan), disebut rumus ikan karena warna kuning membentuk posisi seperti ikan, usahan mulut ikan berada di pojok kiri seperti pada gambar.
  • Jika menemukan kondisi 4 : (r U R’ U’) (r’ F R F’)
  • Jika menemukan kondisi 5 : (R U R’ U’) (R U’ R’ U2) (R U’ R’ U2) R U R’
  • Jika menemukan kondisi 6 : F R’ F’ L F R F’ L’

f. Langkah Keenam

  • Memperbaiki corner layer 3
  • Tempatkan corner sesuai pada tempatnya, misal sisi merah corner harus berwarna merah, dan sisi hijau corner harus berwarna hijau.
  • Letakkan corner yang sudah jadi di bagian kiri, lalu kita jadikan yang kanan menggunakan algoritma R U2 R’ U’ R U2 L’ U R’ U’ L.

g. Langkah Rumus Rubik Ketujuh

Kita memasuki tahap penyelesaian, yang merupakan rumus terakhir untuk menyelesaikan rubik 3×3.

  1. Letakkan sisi yang warnanya sudah jadi di belakang.
  2. Pindah edge merah di kiri searah jarum jam.
  3. Untuk searah jaurm jam gunakan algoritma : F2 U L R’ F2 L’ R U F2
  4. Untuk yang tidak searah jarum jam : F2 U’ L R’ F2 L’ R U’ F2.
  5. Lakukan rumus tersebut secara teliti dan berulang, hingga semua sisi warna lengkap dan sesuai tempatnya.

Demikianlah, rumus cepat yang bisa dipakai untuk menyelesaikan rubik 3×3. Pahami dan terapkan rumus rubik diatas secara berulang, hingga kalian bisa menyelesaikan rubik 3×3 dengan mudah. Pelajari juga rumus rubik jenis lain, pasti akan terasa lebih mudah karena kalian sudah menguasai rumus rubik dasarnya.

  • Leave a Reply

%d bloggers like this: