Struktur Organisasi Kelas

Sebenarnya disadari atau tidak, kita sudah mulai mengenal pembentukkan struktur organisasi sejak kecil. Mulai dari lingkup sekolah, baik dari tingkatan SD, SMP, SMA/SMK; struktur organisasi kelas sudah dikenalkan pada setiap siswa. Adapun pada posisi dari struktur organisasi kelas tersebut mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda.

Berikut kami coba jelaskan struktur organisasi kelas dengan penjelasan tugas dari masing-masing posisi.

Struktur organisasi kelas perlu dibangun sedari dini, supaya kesadaran siswa berorganisasi dapat terasah dengan baik ketika mereka sudah beranjak dewasa.

Meskipun dalam pembentukkan struktur organisasi kelas ini beberapa siswa masih beranggapan bahwa hal ini masih sekedar sarana untuk belajar saja, dan belum tentu diperlukan.

Mengenal struktur organisasi kelas pun tidak terlepas dari peranan pihak lain (selain siswa), yakni guru. Berikut kami coba paparkan salah satu contoh dari struktur organisasi kelas:

  • Wali kelas 

 

Dalam struktur organisasi kelas, peran wali kelas atau guru atau yang kerap kali disebut sebagai dewan Pembina kelas, bertugas memberikan pengarahan dan bimbingan pada siswa. Hal ini menjadikan siswa lebih nyaman dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam struktur organisasi kelas tersebut. Bimbingan wali kelas juga menentukan keberhasilan suatu struktur organisasi kelas yang telah dibuat, supaya tetap berjalan efektif untuk mencapai suatu tujuan bersama.

  • Ketua Kelas

 

Ketua kelas biasanya ditugaskan sebagai perwakilan kelas dalam penyampaian suatu informasi dari pihak internal, yakni wali kelas; ataupun pihak eksternal, yakni guru-guru atau kepala sekolah, yang informasinya akan disebarkan pada anggota kelasnya, dan bertanggung jawab penuh, atas hal-hal yang berkaitan dengan kelas.

Ketua kelas dalam struktur organisasi kelas biasanya dipilih melalui proses pemilihan di dalam kelas. Siswa kelas tersebut akan menunjuk rekannya yang dianggap berkompeten untuk menjadi seorang ketua atau pemimpin mereka.

Cara lain bisa juga terjadi apabila siswa mengajukan dirinya sendiri untuk menjadi ketua kelas, sebab dirinya merasa memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin untuk kelasnya.

Wakil Ketua Kelas

 

Dalam proses pemilihan ketua kelas dalam struktur organisasi kelas, biasanya siswa yang mendapat suara terbanyak kedua, yang akan menjadi wakil ketua kelas.  Wakil ketua kelas dan ketua kelas secara bersama-sama diharapkan dapat menentukan kebijakan organisasi di dalam kelas. Oleh karena itu, ketua kelas dan wakil ketua kelas diharapkan memiliki visi dan misi yang sama terhadap organisasi.

Sekretaris

 

Selain ketua kelas, wakil ketua kelas, terdapat jabatan sekretaris. Adapun tugas sekretaris adalah sebagai pengurus hal-hal yang bersifat kesekretariatan dan memiliki kewajiban mengurus administrasi kelas.

Bendahara

 

Posisi selanjutnya dalam struktur organisasi kelas, yakni bendahara. Bendahara memiliki peranan mengurus laporan dan manajemen keuangan kelas.

  1. Sekbid (Seksi Bidang) 

Keberadaan sekbid ini tergantung kebutuhan dari tiap organisasi kelas. Biasanya bidang dalam struktur organisasi kelas pada setiap sekolah atau kelas bisa berbeda-beda. Dengan adanya seksi bidang tersebut sudah dapat mewakili struktur organisasi kelas yang tidak terlalu besar.

 

Kepengurusan Dalam Struktur Organisasi Kelas

Dalam pelaksanaannya dalam struktur organisasi kelas baik dari tingkatan kelas SD, SMP, SMA/SMK, untuk penjelasan lebih lanjut, kami coba paparkan tugas dari tiap posisi dalam struktur organisasi kelas tersebut.

  • Ketua Kelas, adalah pemimpin siswa yang ada di dalam kelas berikut seksi yang ada di bawahnya, dengan tugas dan fungsi sebagai berikut dalam struktur organisasi kelas:
  1. Memberikan instruksi pada struktur organisasi di bawahnya.
  2. Menjadi pemimpin dalam tiap rapat kelas.
  3. Bertanggung jawab atas tiap kejadian yang berkaitan dengan seluruh siswa dalam kelas.
  4. Menjadi perwakilan dari kelas atas kegiatan yang bersifat eksternal yang kemudian akan disampaikan pada seluruh siswa di dalam kelas.

 

  • Wakil Ketua Kelas, memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut dalam struktur organisasi kelas:
  1. Ikut serta bersama-sama dan bertanggung jawab dengan ketua kelas akan keberlangsungan organisasi.
  2. Menjadi orang pertama yang dapat memberi ide dan masukkan atas hal-hal yang berkaitan dengan kemajuan kelas.
  3. Menjadi pengganti ketua kelas, bila ketua kelas sedang berhalangan hadir untuk menghadiri suatu rapat.

    Sekretaris, memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut dalam struktur organisasi kelas:

    1. Menulis notulen atas tiap rapat yang diadakan di kelas, dan membagikan hasil notulensi rapat tersebut pada pihak yang berkepentingan.
    2. Turut hadir dan mendampingi ketua kelas dalam tiap rapat kelas.
    3. Aktif menyiapkan kegiatan surat-menyurat dan administrasi kelas.
    1. Bendahara, memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut, dala:
    2. m struktur organisasi kelas:
    1. Mencatat dan memberikan laporan keuangan pada ketua kelas. Biasanya laporan keuangan dibuat secara berkala, yakni bulanan, pertengahan tahun, dan tahunan.
    2. Memberikan pertimbangan pada ketua kelas, khususnya mengenai pemasukan dan pengeluaran keuangan kelas.
    3. Membuat tanda bukti atas uang masuk dan uang keluar yang dipakai untuk keperluan kelas.
    1. Seksi Bidang Pendidikan, memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut dalam struktur organisasi kelas:
    1. Membuat jadwal pelajaran yang telah disetujui bersama dan membagikan informasi tersebut pada siswa lainnya.
    2. Mengajak dan membantu siswa lainnya yang kemampuan belajarnya masih kurang.
    1. Seksi Bidang Pendidikan, memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut dalam struktur organisasi kelas:
    1. Memimpin doa saat memulai aktivitas belajar di kelas, dan memimpin doa saat aktivitas belajar di kelas sudah selesai.
    2. Secara aktif mengajak siswa beribadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing.
    3. Ikut melaksanakan acara-acar besar keagamaan di dalam kelas.
    1. Seksi Bidang Kebersihan, memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut dalam struktur organisasi kelas
    1. Membuat jadwal piket kebersihan kelas, dan secara aktif menghimbau siswa untuk secara berkala melaksanakan kewajiban piket mereka sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat dan disepakati bersama.
    2. Mengajak siswa lainnya untuk menjaga kebersihan kelas, baik di dalam maupun di luar kelas. Sebagai contoh, aktif menghimbau siswa untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, melarang siswa mencoret dinding kelas, membuat himbauan untuk senantiasa menjaga kebersihan dan keindahan kelas.
    3. Bertanggung jawab atas kebersihan dan kenyamanan serta keindahan kelas sebagai tempat yang nyaman untuk belajar.

    Siswa yang masuk dan terpilih dalam struktur organisasi kelas ini diharapkan memiliki kompetensi dan bertanggung jawab sepenuhnya akan posisi yang diemban. Sebab kemampuan yang dimiliki berpengaruh pada kemajuan organisasi kelas tersebut. Dengan adanya struktur organisasi kelas ini, dapat membuat siswa secara aktif mengikuti organisasi lainnya yang dapat membuat kehidupannya semakin terarah menuju hal-hal yang baik dan terorganisir.

     

    STRUKTUR ORGANISASI KELAS PADA JENJANG YANG LEBIH TINGGI

     

    Pembelajar struktur organisasi kelas yang dimulai dari tingkat SD, membuat siswa menjadi lebih aktif saat siswa tersebut memasuki jenjang yang lebih tinggi lagi, seperti struktur organisasi kelas SMP, SMA/SMK. Secara umum pembuatan struktur organisasi kelas pada jenjang yang lebih tinggi ini, secara dasar/basic memiliki bagan/skema yang sama, hanya saja para siswa bisa lebih aktif mengikuti organisasi lainnya, selain organisasi di dalam kelas. Sebagai contoh, pada tingkatan ini terdapat bentuk organisasi lain, yakni, organisasi paskibra, olahraga, OSIS, kerohanian, pramuka, kesenian, kesehatan, dan lain sebagainya. Diharapkan dengan adanya pelbagai pilihan tersebut, dapat membentuk mental serta jati diri anak, dan membantu proses pemikiran anak tersebut menjadi lebih matang dan dewasa. Pada akhirnya, pembiasan akan pemahaman dan keikutsertaan pada struktur organisasi kelas ini dapat membawa manfaat yang lebih besar lagi pada siswa di masa mendatang, ketika mulai menghadapi dan terjun ke masyarakat secara luas. 

     

    Leave a Reply