Struktur Organisasi Yayasan

Sebelum kami menjelaskan struktur organisasi yayasan, alangkah baiknya bila kita memahami konsep yayasan terlebih dahulu. Yayasan adalah suatu bentuk atau entitas non-pemerintah yang didirikan sebagai perusahaan nirlaba (kepercayaan amal), yang meiliki tujuan utama membuat hibah atas organisasi terkait, yang berupa lembaga atau individu untuk tujuan ilmiah, budaya, pendidikan, agama, atau tujuan amal lain.

Secara umum dilihat dari sumber dananya, bentuk yayasan di bagi menjadi dua, yakni yayasan yang didirikan oleh pemerintah, yang mendapatkan sumber dana dari Negara.

Sedangkan bentuk yayasan yang kedua adalah yayasan swasta yang umumnya mendapatkan dana dari sumbangan keluarga, individu, ataupun perusahaan.

Adapun menurut Undang-Undang No. 16 tahun 2001, pasal 1, ayar 1 menjelaskan bahwa yayasan merupakan badan hukum yang terdiri dari kekayaan yang dipisahkan dan ditakdirkan untuk mencapai tujuan tertentu dalam bidang social, keagamaan, dan kemanusiaan. 

Bentuk Struktur Organisasi Yayasan

Dilihat berdasarkan fungsi dan peran yang berbeda, maka yayasan terbagi dalam beberapa bentuk; yayasan pendidikan, yayasan kesehatan, yayasan pemberdayaan masyarakat. Adapun salah satu tujuan pokok didirikannya yayasan adalah untuk membantu menyejahterakan masyarakat sekitar. 

Terdapat beberapa bidang kegiatan yang dikelola oleh yayasan, yakni yayasan yang bergerak di bidang social, kemanusiaan, dan keagamaan. Yayasan yang bergerak di bidang social meliputi lembaga sosiaL, baik lembaga social formal, ataupun lembaga social informal.

Adapun contoh lembaga social tersebut, antara lain,

  • Panti asuhan,
  • Rumah Sakit,
  • Laboratorium, dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam bidang kemanusiaan yayasan dapat berperan sebagai pihak yang memberikan bantuan kemanusiaan, seperti pada korban bencana alam, tuna wisma, fakir miskin, melakukan perlindungan dan pelestarian lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, yayasan kerap kali dibantu oleh lembaga atau kelompok masyarakat setempat ataupun pemerintah, supaya proses bantuan tersebut dapat membantu meringankan kondisi yang sedang terjadi di wilayah tertentu.

Sedangkan dalam bidang keagamaan, yayasan dapat mendirikan sarana ibadah, seperti pondok pesantren, madrasah, panitia zakat, dan kegiatan agama lainnya.

 

Syarat Mendirikan Yayasan

Untuk mendirikan suatu yayasan, dibutuhkan beberapa syarat, yang diatur dalam undang-undang pendirian yayasan, yakni:

  1. Didirikan oleh satu orang atau lebih, yang memisahkan sebagian harta kekayaan pendiriannya menjadi kekayaan awal yayasan tersebut.
  2. Dilakukan melalui akta notaris
  3. Struktur organisasi yayasan secara umum, terdiri dari, Pembina, Pengurus Yayasan, dan Pengawas.
  4. Dapat didirikan berdasarkan surat wasiat.
  5. Dapat memperoleh status badan hukum setelah disahkan akta pendiriannya oleh menteri atau pejabat yang telah ditunjuk.
  6. Tidak boleh memakai nama yang telah dipakai secara sah oleh yayasan lainnya.

 

Contoh Struktur Organisasi Yayasan

Struktur organisasi dalam sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang keagamaan, salah satu bentuknya dapat kita lihat dalam yayasan masjid. Adapun struktur organisasi masjid adalah susunan unit kerja yang memiliki hubungan antara unit satu dengan unit lainnya

Yayasan Masjid

 

Dalam pelaksanaannya unit-unit tersebut memiliki fungsi yang berbeda, namun dihubungkan dengan aturan serta koordinasi. Keterkaitan hubungan tersebut yang menjadikan unit-unit kerja yang ada menjadi satu bentuk kesatuan.

Masjid sebagai tempat ibadah umat islam, dan juga merupakan pusat kegiatan umat islam dalam menjalankan agendanya, membutuhkan sebuah manajemen atau struktur organisasi yang baik, supaya dapat berfungsi secara optimal. Adapun alur yang dapat diterapkan dalam proses pembentukan struktur organisasi yayasan masjid ini, antara lain:

  1. Perencanaan (planning)
  2. Pengorganisasian (organizing)
  3. Pemilihan orang (staffing)
  4. Pengarahan (directing)
  5. Pengawasan (controlling)
  6. Komunikasi (communication)

Dalam kepengurusannya, pengurus masjid dikenal sebagai takmir masjid. Adapun tugas takmir dalam struktur organisasi yayasan masjid, yakni menjalankan program-program yang telah disepakati. Berikut kami coba jelaskan unsur yang harus ada dalam takmir masjid:

  1. Imam Masjid (Dewan Syuriah)
  2. Manajer
  3. Tata Usaha (Sekretaris, bendahara)
  4. Operasional (Pendidikan, social, usaha)

Yayasan masjid sebagai salah satu contoh yayasan yang bergerak dalam bidang keagamaan, diharapkan senantiasa memiliki struktur organisasi yayasan yang baik.

Yayasan masjid yang memiliki struktur organisasi yang baik memiliki peranan yang besar pada kehidupan masyarakat sekitar.

Dalam proses pembuatan struktur organisasi yayasan masjid pun harus tetap memikirkan fungsi dari tiap unit yang dibuat, sehingga setiap unit dapat menjalankan tugasnya masing-masing dengan meminimalisasi tingkat kesalahan yang mungkin terjadi.

Lingkungan kerja  yang efektif pun terwujud dengan pencapaian tujuan yang optimal.

Yayasan Pendidikan

 

Yayasan pendidikan memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan bemanfaat bagi generasi muda, demi tercapainya tujuan; mampu menghasilkan bibit-bibit muda sebagai calon emas penerus kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam pelaksanannya, beberapa yayasan pendidikan juga tidak terlepas dari peran pemerintah dalam programnya untuk turut serta mencerdaskan anak bangsa.

Yayasan pendidikan, dalam hal ini yayasan sekolah, adalah lembaga pendidikan formal yang di dalamnya terdapat tiga perangkat utama, yakni:

Rapat Anggota

Rapat anggota merupakan pemegang kekuasan yang paling tinggi dalam struktur organisasi yang ideal. Hal tersebut mengandung pengertian bahwa, segala bentuk keputusan yang sifatnya mendasar yang berkaitan dengan kebijakan pengembangan aktivitas organisasi yayasan disampaikan dan ditentukan melalui forum rapat anggota.

Perlu juga dipahami bahwa setiap anggota memiliki hak yang sama untuk mengeluarkan pendapatnya. Penyelenggaraan rapat anggota sekurang-kurang sekali dalam setahun.

Pengurus 

Pengurus dalam struktur organisasi yayasan pendidikan, merupakan pemegang mandat, dan dipilih serta dapat diberhentikan oleh anggota. Tugas dan kewajiban pengurus, yakni membuat kebijakan yang tidak menyimpang dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang telah disepakati bersama.

Secara umum, tugas pengurus pada organisasi yayasan pendidikan, adalah memimpin organisasi dan mewakili organisasi atas hal-hal yang terkait dengan pihak-pihak eksternal organisasi yayasan.

Adapun unsur-unsur pengurus yayasan yang ideal, antara lain,

  1. Ketua
  2. Wakil Ketua Umum
  3. Sekretaris
  4. Bendahara
  5. Wakil Ketua Bidang Usaha Keuangan
  6. Wakil Ketua Bidang Usaha Pelayanan Umum
  7. Wakil Ketua Bidang Usaha Komunikasi 

Pengawas

Selain rapat anggota dan pengurus, salah satu perlengkapan organisasi yayasan pendidikan adalah pengawas. Adapun tugas pengawas adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan organisasi yayasan yang ideal.

Sedangkan fungsi lainnya adalah sebagai upaya untuk meminimalisir resiko yang mungkin timbul atas akibat dari terjadinya penyimpangan-penyimpangan kebijakan dari rencana yang telah ditetapkan.

 

Yayasan Sosial Kemanusiaan

 

Yayasan kemanusiaan adalah yayasan yang bergrak dalam bidang social, yang memberikan bantuan dan kepedulian terhadap beragam aksi kemanusiaan. Adapun contoh kegiatannya, yakni, pemberian bantuan terhadap pengungsi korban bencana alam, fakir miskin, tuna wisma, dan lain sebagainya.

Tujuan didirikannya organisasi yayasan kemanusiaan ini adalah untuk melestarikan dan memberikan perlindungan pada mereka yang membutuhkan.

Adapun bentuk struktur organisasi yayasan kemanusiaan, memiliki struktur yang sama dengan bentuk yayasan lainnya, yakni terdiri dari, rapat anggota, pengurus, dan pengawas.

Adapun yang membedakan dari kedua yayasan ini adalah bentuk kegiatannya saja.

Yayasan sebagai bentuk organisasi nirlaba (kepercayaan amal) yang secara umum memiliki tujuan untuk menyejahterakan masyarakat, merupakan lembaga yang memiliki struktur organisasinya sendiri.

Adapun struktur organisasi tersebut dibuat berdasarkan fungsi dan peran masing-masing yayasan.

Struktur organisasi yayasan dibuat untuk terjalinnya kerja sama yang baik pada setiap unit posisi, demi terciptanya lingkungan kerja organisasi yang efektif, sehingga tujuan organisasi yayasan dapat tercapai secara optimal. 

Leave a Reply