Teknik pointilis alias pointilisme merupakan sebuah teknik menggambar dengan memanfaatkan wujud lingkaran kecil yang dibentuk pada pola tertentu sehingga menghasilkan bentuk gambar. Pada mulanya seni pointilisme dimaksimalkan oleh Georges Seurat dan Paul Signac pada tahum 1886 sevagai cabang seni Impresionisme. Salah satu pelukis dunia yang terkenal dengan gaya pointilisme merupakan Vincent Van Gogh.

adpaun penjelasan detailnya di sini,

Jenis-jenis Metode Teknik Menggambar

Teknik Pointilis

Teknik Pointilis

Banyak orang mencari bagaimana cara menggambar itu menjadi indah dan enak dilihat. Ternyata untuk menggambar sesuai dengan yang dihharapkan itu memang ada cara teknik khusus yang harus kita tahu sebelum menggambar.

Berikut jenis-jenis teknik menggambar;

  • Teknik Menggambar Arsir
  • Teknik Menggambar Perspektif
  • Teknik Menggambar Blok
  • Teknik Menggambar Dussel (Gosok)
  • Teknik Menggambar Linier
  • Teknik Menggambar Pointilis
  • Teknik Menggambar Aquarel
  • Teknik Menggambar Sketsa

Apa yang Dimaksud dengan Teknik Pointilis

Apa yang Dimaksud dengan Teknik Pointilis

Apa yang Dimaksud dengan Teknik Pointilis

Pointilisme merupakan salah satu teknik dalam lukisan yang memanipulasi ketidak sensitifan mata dalam meneliti detail kumpulan titik sampai kepabel memberikan kesan eksistensi bidang atau warna baru. Lazimnya warna-warna yang bukan adalah warna primer yang disusun secara visual dengan mendekatkan beberapa warna primer.

Metode ini disebut dengan Divisionisme. Tapi Pointilisme dapat pula merujuk terhadap lukisan satu warna atau hitam putih aja. Efek dari perbedaan kerapatan titik dapat mewujudkan halusinasi gradasi warna.

Bagaimana Sejarah Teknik Pointilisme

Bagaimana Sejarah Teknik Pointilisme

Bagaimana Sejarah Teknik Pointilisme

Teknik pointilisme juga disebut dengan teknik pointilis. Pada tahun 1880 an, Seurat ialah satu pionir pointilisme.

Paul Signac ialah seseorang penggerak lainnya. Senima terkemuka lain yang memakai teknik serupa  termasuk Vincent van Gogh, Henri Edmond Cross, John Roy dan Henri Delavallee.

Pointilisme pertama kali disebut divisionisme. Pointilisme yakni nama yang dikasih kemudian yang dialamatkan untuk mengejek gaya tersebut.

Ketika ini, pointilisme merupakan aliran yang diterima luas dan tidak lagi mempunyai konotasi negatif.

Sebagian orang masih mengaplikasikan istilah “divionisme” untuk mengacu lukisan yang mirip dengan pointilisme. Melaikan label ini lebih akurat dipakai untuk menekan teori warna teknis yang digunakan. Sementara pontilisme mengaplikasikan spot titik kecil untuk menjadikan wujud dan strukur, divionisme menciptakan kesan warna yang unik dengan menyandingkan titik-titik warna yang berbeda cocok dengan prinsip-prinsip warna.

Perkembangan Teknik Pointilis Selanjutnya

Lukisan pointilis menjadi pandangan baru teknologi fotografi dan layar warna. Pada layar CRT ataupun LCD, warna-warna juga tak digabungkan seketika, namun dengan mendekatkan tiga bintik merah, biru, dan hijau dengan komposisinya masing-masing sampai dibuat warna baru.

Keuntungan Teknik Pointilis

Keuntungan Teknik Pointilis

Keuntungan Teknik Pointilis

Ketika diamati dari jarak tertentu, spot-spot pada lukisan  teknik pointilis benar-benar saling tercampur dengan spot lainnya. Untuk pencampuran warna, maka warna baru yang dihasilkan bisa menjadi lebih jernih dan kuat dibanding pencampuran lantas pada palet, sebab yang bergabung adalah warna, bukan pigmen.

Ciri-ciri Teknik Pointilisme

Ciri-ciri Teknik Pointilisme

Ciri-ciri Teknik Pointilisme

Untuk mengenali lukisan dengan model pointil, maka saya akan memberikan kalian ciri-ciri bagaimana mengenali lukisan dengan teknik pointilis;

  • Objek yang dilukis akan menonjol terang dari kejauhan dan agak baur jikalau dirasakan dari dekat,
  • Spot yang diterapkan terdiri dari bermacam-macam tipe, bagus besar atau kecil, tebel-tipis, maupun berwarna hitam putih

Teknik Pointilisme Hitam Putih

Pointilisme dapat juga diterapkan untuk menghasilkan lukisan yang berwarna hitam putih. Dengan memakai titik spot hitam dan putih, dapat menjadikan gambar yang dinamis. Teknik pointilidme hitam putih ini umum disebut sebagai stippling.

Teknik Pointilisme Modern

Gambar-gambar yang ada di majalah dan surat informasi dicetak dengan metode yang mirip pointilisme. Spot-spot kecil dari tiga atau empat warna menciptakan ilusi sebuah gambar mempunyai gambar warna lain.

Langsung elektronik dari Tv atau LCD menggunakan teknik yang sama. Langsung mengaplikasikan titik atau pixel merah, biru, dan hijau pada intensitas yang berbeda.

Tiap mata dan otak menafsirkan kumpulan spot titik ini sebagai gambar dengan titik warna. Gambar di Photoshop, kora dan majalah tiap titik beraneka ponitisme modern.

Cara Menggambar dengan Teknik Pointilis

Cara Menggambar dengan Teknik Pointilis

Cara Menggambar dengan Teknik Pointilis

Sesudah tadi kita membahas tentang pengertian apa itu teknik pointilis, kini ketikanya saya akan membahas tentang bagaimana cara menggambar dengan memerapkan teknik pointilis ini. Berikut ini sistem metodenya dalam menggambar dengan menggunakan teknik pointilis dengan gampang dan benar sehingga akan dapat mengahasilkan sebuah gambar dan lukisan yang baik.

Sebelum kalian akan menggambar dengan teknik pointilis, sebaiknya persiapkanlah peralatan untuk menggambar seperti buku gambar atau kertas kosong dan dapat juga mengaplikasikan kanvas jika kalian sudah merasa cukup terampil dalam menggambar. Lalu pensil atau bolpen , spidol, kuas, penghapus, rautan, cat dan penggaris.

Setelah segala perlengkapan kalian telah lengkap dan siap sekarang dikala nya kalian mulai untuk menggambar,

  1. Pertama tentukan objek atau benda apa yang akan kalian gambar. Untuk kalian para pemula sebaiknya carilah objek yang mudah dan tak terlalu sulit untuk digambar. Modelnya seperti buah apel maupun buah jeruk.
  2. Lalu buatlah gambar lingkaran dengan tipis saja, ta usah terlalu tebal dengan mengaplikasikan pensil kalian.
  3. Sesudah itu, buatlah titik-titik yang mengelilingi bagian pinggir sebagai garis rujukan.
  4. Buatlah spot ini secara terus menerus pun hingga jutaan spot.

Sebab, semakin ke dalam titik hal yang demikian, maka akan semakin berkurang juga dan akan kian terang gambar yang kalian buat. Sebaliknya kian keluar spot tersebut karenanya akan kian rapat dan semakin gelap gambar  kelian tersebut.

Menggambar dengan Pointilisme (cara lain)

Menggambar dengan Pointilisme (cara lain)

Menggambar dengan Pointilisme (cara lain)

Inilah metode yang dapat Anda pakai seandainya Anda berharap mencoba berkreasi menggunakan Teknik pointilis. Kian kerap Anda mempraktekkan Teknik ini, karenanya hasil karya Anda juga akan semakin cantik.

Pertama-tama, carilah gambar yang berharap Anda buat sebagai referensi. Setelah itu, cetaklah untuk dijiplak menggunakna Teknik pointilis, atau Anda juga bisa memakai sebuah potret kesukaan. Setelah gambar telah diatur, letakkan kertas di atas gambar hal yang demikian. Apabila berkeinginan, Anda dapat menerapkan klip kertas untuk menjepit gambar di dua sisi supaya tak bergeser.

Sistem pertama yang bisa Anda gunakan yaitu sistem pensil. Pertama, pakai pensil untuk membuat beberapa spot pada kertas. Jika gambar teladan mempunyai beberapa area yang gelap dan berbayang, buatlah spot denga jarak benar-benar dekat. Kalau Anda sampai pada bagian yang berwarna jelas, buatlah spot dengan jarak lebih jauh. Pakai ini sebagai rujukan: kian gelap warna, semakin dekat titiknya.

Cara kedua yang bisa Anda pakai adalah dengan menerapkan cat. Jikalau menggunakan cat, Anda bisa langsung menjiplak warna yang tampak pada kertas Salinan. Sekiranya Anda tidak ingin merusak gambar yang sedang Anda gunaakn sebagai teladan, letakkan selembar plastik jernih di antara gambar absah dan gambar jiplakan yang sedang anda buat. Plastik ini akan melindungi gambar autentik dari cat warna.

Pakai prinsip yang sama dengan pointilis menggunakan pensil, tapi menerapkan warna. Anda malah bisa merubah gambar dengan warna bila diharapkan. Sekiranya Anda menyalin sebuah gambar bernuansa musim panas dan mau mengubahnya menjadi “dingin”, anda cukup mengubah pilihan warna yang diaplikasikan.

Sesudah Anda selesai membuat gambar dengan Teknik pointilis, kertas yang diterapkan utnuk menyalin bisa dipisahkan dari gambar absah dan Anda akan segera menerima alhasil. Sekarang, Anda telah memiliki sebuah karya seni yang dapat dipajang dan dibanggakan, atau juga bisa diberikan ke orang tersayang sebagai hadiah.

Macam Contoh Gambar Teknik Pointilis

Macam Contoh Gambar Teknik Pointilis

Macam Contoh Gambar Teknik Pointilis

Banyak contoh kita siapka yang hari ini bisa kalian cek di bawah. Dengan berbagai metode cara menggambar,hingga pewarnaan yang mnjadi menarik perhtian mata kita. Berikut gambar teknik pointilis yang bagus dan mewah.

Gambar Teknik Pointilis Bunga

Teknik Pointilis Bunga

Teknik Pointilis Bunga. (youtube)

Gambar Pointilis Bunga Semi

Teknik Pointilis Bunga baru

Teknik Pointilisme Bunga baru

Gambar Pointilis Bunga di Alam Bebas

Gambar Pointilis Bunga di Alam Bebas

Gambar Pointilis Bunga di Alam Bebas. (afikrubik)

Yang pertama ialah gambar bunga di alam bebas. Ini bukan judul gambar yang sesungguhnya namun aku yang memberikan judul sendiri sebab tak tahu judul aslinya. Kalau dipandang dari gambar bunga di atas, penciptanya sudah pasti amat telaten dalam membuat gambar hal yang demikian. Disitu kelihatan banyak sekali terdapat spot-spot kecil dan mempunyai warna yang berbeda-beda yakni hijau, ungu, kuning, jingga, biru yang menyatu sehingga terbentuklah gambar bunga yang cantik.

Gambar Pointilis Bunga dalam Pot

Gambar Pointilis Bunga dalam Pot

Gambar Pointilis Bunga dalam Pot

Berbeda dari gambar sebelumnya, gambar di atas memakai spot-titik yang lebih besar untuk menciptkan gambar bunga dalam pot. Media yang dipakai juga berbeda adalah mengaplikasikan cat minyak. Dari kumpulan titik-spot yang diwujudkan terciptalah obyek bunga dalam pot dengan banyak sekali warna-warna yang rumit.

Gambar Teknik Pointilis Bunga Hitam Putih Sederhana

Gambar Teknik Pointilis Bunga Hitam Putih Sederhana

Gambar Teknik Pointilis Bunga Hitam Putih Sederhana

Aku kasih judul bunga hitam putih simpel sebab gambar ini cuma diwujudkan memakai warna hitam dan hanya terdapat satu obyek yakni bunga itu sendiri. Berbeda dari dua gambar di sebelumnya yang memiliki warna yang berjenis-jenis, gambar di atas hanya memakai satu tipe warna ialah hitam. Anda pun dapat mencoba untuk membikin seperti gambar di atas dengan memakai media pensil, spidol atau bolpen.

Gambar Teknik Pointilis Buah

Selain bunga, buah-buahan juga acap kali dijadikan pilihan para siswa di sekolah untuk membuat tugas menggambar pointilisme di sekolah. Ini dikarenakan buah dan bunga relatif lebih mudah dijadikan dibandingkan dengan binatang yang memiliki tingkat kerumitan lebih tinggi.

Gambar Pointilisme Buah

Gambar Pointilisme kumpulan Buah

Gambar Pointilisme kumpulan Buah, (afikrubik)

Nampak kumpulan buah seperti apel, pisang, jeruk dan buah-buah lainnya yang tak aku kenal namanya pada gambar di atas. Spot-titik yang diciptakan sangat rapat sehingga terwujud detail yang benar-benar jelas pada buah-buah yang digambar.

Gambar Pointilis Buah dengan Buah, Buku, Cangkir dan Botol

Gambar Pointilis Buah dengan Buah, Buku, Cangkir dan Botol

Gambar Pointilis Buah dengan Buah, Buku, Cangkir dan Botol

Model berikutnya ialah gambar pointilis buah dengan buku, botol dan cangkir. Anda dapat mencoba gambar ini karena tingkat kerumitannya tak terlalu tinggi. Dapat diamati dari spot-titik yang diciptakan tak terlalu rapat. Anda bisa membuatnya mengaplikasikan spidol warna-warni atau pensil warna yang banyak dipasarkan di toko buku terdekat.

Gambar Pointilis Dua Buah Pir Hitam Putih

Gambar Pointilis Dua Buah Pir Hitam Putih

Gambar Pointilis Dua Buah Pir Hitam Putih

Gambar 2 buah pir di atas menonjol betul-betul simpel dan hanya menerapkan satu tipe warna saja. Penambahan efek bayang-bayang membikin tampak lebih realistis.

Gambar Pointilis Apel, Pir dan Anggur

Gambar Pointilis Apel, Pir dan Anggur

Gambar Pointilis Apel, Pir dan Anggur

Sama seperti gambar sebelumnya, gambar ini tidak menambahkan atribut lain kecuali buah apel, pir dan anggur. Pemberian efek bayang-bayang yang diletakkan di belakang apel memberikan kesan bahwa buah-buah tersebut diletakkan dekat dengan sebuah tembok.

Fakta Tentang Teknik Pointilis

Fakta Tentang Teknik Pointilis

Fakta Tentang Teknik Pointilis

Teknik Pointilis adalah Teknik melukis revolusioner yang digagas oleh Georges Seurat dan Paul Signac di Paris pada pertengahan tahun 1880-an. Ini ialah respons dari munculnya gerakan impresionisme, yang berdasarkan reaksi subjektif dari tiap pekerja seni pada masa itu. Pointilis menuntut pendekatan yang lebih ilmiah untuk memahaminya.

Bersama Seurat dan Signac, beberapa penggiat seni karya lukis pointilis yang terkenal termasuk beberapa penggiat seni Perancis lainnya seperti Henri-Edmond Cross dan Maximilien Luce. Sebagian artis terkenal yang pernah setidaknya satu kali membuat karya lukis pointilis yaitu Van Gogh, Picasso, Mondrian, dan Kandinsky.

Pointilis mencakup aplikasi cat dalam format titik-spot dengan warna yang murni dan tak tercampur. Berdasarkan Seurat dan Signac, Teknik ini akan membuat warna-warna yang ada dibaurkan oleh mata pengamat dan walhasil akan lebih menakjubkan ketimbang mencampurkan warna terlebih dahulu pada palet, seperti sistem yang umum diterapkan.

Seurat, yang meninggal pada umur muda karea penyakit difteria, pernah melukis dua mahakarya pointilis yang peling berkesan dari masa itu: Un Dimanche Après-Midi À L’île De La Grande Jatte (1884-86, sekarang bertempat di Art Institute of Chicago) dan Une Baignade, Asnières (1884, dalam National Gallery in London).

Pentingnya Teknik pointilis pada masa itu untuk para penggiat seni sama pentingnya dengan peran Michel Eugène Chevreul dan bukunya, Principles of Harmony and Contrast of Colors. Sesudah melihat beberapa karya pointilis yang pernah dijadikan, Ia menemukan bahwa keunikan yang sebetulnya terletak pada penggabungan warna, bukan variasi cat yang diaplikasikan.

Sederhananya, peran pilihan dan penggabungan warnalah yang dapat memberi pengaruh penglihatan, bukan komposisi cat tersebut. Segala lukisan pointilis bergantung pada penempatan warna komplementer yang meningkatkan intensitas warna sejenisnya, contohnya warna biru dan jingga.

Nama gerakan pointilis ini bersumber dari sebuah review karya lukis Seurat oleh kritikus seni Perancis yang bernama Félix Fénéon. Beliau menerapkan ungkapan peinture au point (melukis dengan spot. Seurat hakekatnya memilih untuk memakai istilah “divisionisme” atau “kromoluminarisme”, melainkan hasilnya nama pointillisme lah yang paling biasa dipakai.

Untuk Fénéon, salah satu penggiat seni terbaik dalam masa ini, dia diabadikan dalam sebuah lukisan berjudul Signac’s Portrait of Félix Fénéon dari tahun 1890 yang kini menjadi komponen koleksi Museum of Modern Art (MoMA) di New York.Pointilis disebut sebagai salah satu gerakan neo-impresionisme. Dengan kata lain, pointilis berada benar-benar jauh dari impresionisme.

Sebagian karya seperti Un Dimanche Après-Midi À L’île De La Grande Jatte pun pernah dipamerkan sebagai bagian dari pameran impresionisme yang kedelapan (dan terakhir) di Paris pada bulan Mei 1886.

Seperti bagian dari gerakan yang lebih permulaan, para artis pointilis mau untuk mengimplementasikan ilusi optic pada karya mereka. Melainkan, beberpaa dari mereka lalu lebih memilih untuk memakai gerakan yang “mengalir” berupa garis-garis, tetapi tettap mempertahankan terperinci dan ketelitian.

Vincent van Gogh, yang mengenal Seurat dan Signac pada saat beliau tinggal di Paris pada tahun 1886 sampai 1888, mempunyai hubungan yang singkat dengan pointilis. Tentu saja, beberapa karyanya dari jangka waktu Parisian seperti “Self-Portrait” tahun 1887 menonjolkan beberapa pedoman seputar akibat pointilis.

Menurut cerita, sesudah mengujungi sanggar milik Seurat pada suatu hari, ia mendapatkan persepsi yang berbeda seputar warna. Tetapi seluruh ahli sejarah seni ataupun kritikus sependapat bahaw van Gogh terlalu “sangar” untuk Teknik melukis yang membutuhkan ketelitian tinggi seperti pointilis.

Artis lain yang pernah mengaplikasikan Teknik pointilis sekitar masa itu yaitu Camille Pissarro. Setelah meninggalkan gaya impresionisme yang pernah membesarkan Namanya, ia dinilai oleh seorang kritikus seni Paris sebagai “ahli yang senantiasa dan secara berani mengikuti keadaan terhadap teori dan Teknik baru”.

Metafora music seringkali dipakai untuk menolong mendeskripsikan pointilis. Salah satu ungkapan yang paling terang merupakan seluruh spot yang ada seakan berada dalam harmoni. Signac, yang menjadi pemimpin gerakan pointilis setelah Seurat meninggal pada tahun 1891, membuktikan progres pemilihan warna dalam penciptaan karya lukis pointilis seperti halnya seorang composer memilih alat musik dalam menghasilkan simfoni.


Leave a Reply

%d bloggers like this: