Samlaga Belajar Gambuh – Alhamdulillah dengan segala kesyukuran, saya dapat menyelesaikan artikel ini dengan rasa bahagia. Pasalnya tembang Gambuh ini adalah tembang yang baru saya pelajari selam hidup saya, dan ini menarik. Kita akan mengulik tuntas insyaaAllah sejarahnya hinggga maksud tujuan dari tembang ini.

Apakah kalian sudah membaca artikel saya, tentang tembang Kinanthi?.

Di artikel tersebut cukup lengkap tembang Kinanthi, dan ada beberapa kesamaan dengan tembang yang akan kita pelajari pada sekarang ini, yaitu tembang macapat Gambuh. Tapi sedikit menyinggung dengan tembang Kinanthi diatas bahwa, tembang itu ditunjukkan kepada ABG dari remajanya, artinya anak-anak yang mulai tumbuh dewasa perlu bimbingan dari para seniornya.

Baik, kita akan masuk dalam pelajaran tentang Puisi tradisional Jawa Gambuh.

Apa itu Tembang Macapat Gambuh

tembang gambuh

Pengertian tembang gambuh.

Di artikel sebelumnya, telah menjelaskan singkat apa itu tembang, metrum, guru gatra, guru wilangan dan lain sebagainya, bisa cek disini.

Untuk itu kita langsung saja ke poin dari materi artikel kita sekarng yaitu, pengertian dari Tembang Gambuh. Tembang ini adalah bersal dari kata jumbuh, yang bermakna sesuai, tepat  atau kecocokan, kesepahaman serta bijaksana.

Bijaksana yang artinya dapat menempatkan posisi diri pada sesuatu sesuai porsinya, tempat dan mampu bersikap adil. Tembang macapat Gambuh ini bernilaikan tentang ajran dan nasehat kepada generasi muda dalam sikap pergaulan dan tingkahlaku dalam menjalin hubungan dengan shabat dan masyarakat lainnya.

Karakter Tembang Macapat Gambuh

tembang macapat gambuh

Watak tembang Gambuh ini berisikan tentang persahabatan dan keramahtamahan, dan juga dapat digunakan untuk menyampaikan beragam kisah kehidupan yang pada intinya digunakan sebagai pedoman dan pengalaman dalam pergaulan.

Tembang Macapat Gambuh Merupakan Tembang Tengahan

tembang macapat gambuh

canva.

Puisi tradisional Jawa yang satu ini merupakan golongan tembang tengahan. Tembang-tembang yang beridiri bersama dengan tembang Gambuh ini sebagai berikut; Jurudhemung, Wirangrong, Balabak, dan Megatruh.

Nah, mereka itu dalam satu golongan yaitu tembang tengahan.

Tembang tengahan / Sekar madya
Jurudhemung
7
8a8u8u8a8u8a8u
Wirangrong
6
8i8o10u6i7a8a
Balabak
6
12a12a12u
Gambuh
5
7u10u12i8u8o
Megatruh
5
12u8i8u8i8o

(wikipedia.org)

Maka, sekilas akan asay deretkan tembang -tembang golongan tengahan ini atau yang dimaksud Sekar Madya.

Tembang Jurudhemung

Berikut ini barisan contoh dari puisi tradisional Macapat Jurudhemung;

Ni ajeng mring gandhok wetan
wus panggih lan rara mendhut Alon wjike kang wuwus
heh mendut pamintanira
Adhedhasar adol bungkus
Wus katur sarta kalilan
Dening jeng kyai Tumenggung

Artinya:
Untuk pertama kalinya di tengah esensi dan di masa depan,
Alon adalah orang yang berbicara tentang kepercayaan Anda.
Berdasarkan paket hadiah dan layanan.
Dalam kasus kyai Tumenggung

Tembang Wirangrong

Dibawah ini contoh dari Tembang Macapat Wirangrong;

Dèn samya marsudêng budi
Wiwéka dipunwaspaos
Aja-dumèh-dumèh bisa muwus
Yèn tan pantes ugi
Sanadyan mung sakecap
Yèn tan pantes prenahira

Tembang Balabak

Byar rahina Kèn Rara wus maring sendhang
mamèt wé
Turut marga nyambi reramban janganan
antuké
Praptêng wisma wusing nyapu atetebah
jogané

Tembang Megatruh

SIngkat dari pengertian tembang Megatruh, berasal dari kata Megat/Pegat (bahasa Jawa) yang artinya berpisah, dan kata Ruh yang artinya jiwa. Maka, Artinya Megatruh ialah berpisahnya roh atau jiwa menuju alam keabadian.

Karakter Tembang macapat Megatruh yaitu tentang kedukaan atau kesedihan, dalam hal ini digambarkan sepertihalnya orang yang berduka karena ditinggal mati oleh orang yang dikasihi dan dicintai. Berikut Contohnya;

Sigra milir kang gèthèk sinangga bajul
Kawan dasa kang njagèni
Ing ngarsa miwah ing pungkur
Tanapi ing kanan kéring
Kang gèthèk lampahnya alon

Konsep Tembang Macapat Gambuh

tembang gambung

canva.com

Seperti pada umumnya, konsep tembang Jawa mempunyai konsep yang unik dan berseni. Ini juga tidak jau beda dengan Tembang Kinanthi yang kita pelajari di artikel sebelumnya, Tembang Gambuh juga memiliki guru Gatra dan guru Wilangan serta guru Lagu. Sebagai berikut,

Guru Gatra: 5 baris setiap bait, Maksudnya tembang macapat Gambuh ini memmiliki 5 larik (baris kalimat)

Guru Wilangan: 7,10, 12, 8, 8, Maksudnya baris pertama terdiri dari 7 suku kata, baris kedua berisi 10 suku kata, dan seterusnya.

dan Guru Lagu yaitu: u, u, i, u, o, maksudnya baris pertama berakhir dengan vokal u, baris kedua berakhir dengan vokal u, dan baris ketiga berakhir dengan vokal i, dan begitu seterusnya,.

Contoh Bait-Bait Tembang Macapat Gambuh

tembang gambuh

Contoh Gambuh dengan temanya CINTA. (canva)

Tembang Macapat Gambuh memiliki khas dalam penampilan frasa yang menyentuh para pembaca,dan artinya yang sangat dalam. Saya paparkan di bawah beberapa contoh dengan temanya tembang Gambuh. Semoga bermanfaat.

1. Tembang Macapat Gambuh Tentang Akhlak

Sekar Gambuh ping catur
Kang cinatur polah kang kalantur,
Tanpa tutur katula-tula katali,
Kadaluwarsa kapatuh,
Katutuh pan dadi awon.

Artinya:

Tembang gambuh yang keempat,
yang dibicarakan tingkah laku yang melenceng,
Tanpa nasihat akan terlunta-lunta,
Kadaluwarsa menjadi kebiasaan,
Disalahkan sudah mengerti menjadi jelek.

2. Tembang Macapat Gambuh Tentang Cinta

Rasaning tyas kayung-yung
Angayomi lukitaning kalbu
Gambir wana kalawan hening ing ati
Kabekta kudu pinutur
Sumingkiringreh tyas mirong,
(Rangga warsita, sadbda tama.)

Artinya:

Keinginan dari rasanya hati,
Memberi perlindungan rasa nyaman di hati,
Melahirkan perasaan yang hening,
karena harus memberikan nasihat,
Agar dapat menyingkap hal-hal yang salah.

3. Tembang Macapat Gambuh Tentang Hawa Nafsu

Den samya amituhu
Ing sajroning jaman kala bendhu
Yogya sampeyan yuda hardaningati
Kang anuntun mring pakewuh
Uwohing panggawe awon.

Atinya:

Diharap semua menaati,
Di dalam zaman kala bendu,
Sebaiknya kamu memerangi nafsu pribadi,
Yang akan menuntun padahal yang tidak mengenakkan,
Hasil dari perbuatan yang buruk.

4. Tembang Macapat Gambuh Tentang Budi Pekerti

Ngajapa tyas rahayu,
Ngayomana sasameng tumuwuh,
wahanane ngendhakke angkara klindhih,
Ngendhangken pakarti dudu,
Dinulu luwar tibendoh.

Artinya:

UsahakanSupaya hatinya selamat
Lindungilah kepada sesama terus-menerus,
Perilaku demiki akan melenyapkan angkara murka,
Melenyapkan perbuatan yang kurang sopan,
Ditelan dan dibuang jauh.

5. Tembang Macapat Gambuh Tentang Larangan Mencuri

Beda kang ngaji pumpung,
Nir waspada rubedane tutut,
Kakanthilan manggon anggung atur wuri,
Tyas riwut ruwet dahuru,
Korup sinerung angoroh

Artinya:

Berbeda dengan yang ngaji mumpung,
Hilang kewaspadaan dan banyak gangguan,
Dengan menjumpai kerepotan mengikuti hidupnya,
Hati selalu ruwet terus,
Mengambil yang bukan haknya selalu berdusta.

6. Tembang Macapat Gambuh Tentang Janji

Ilang sudayanipun,
Tanpa bayu weyane ngalumpuk,
Sakciptanewardayaambebani,
Ubayanenorapayu,
Kari ketaman pakewuh.

Artinya:

Hilang sopan santunnya,
Tidak memiliki kekuatan dan lemah,
Apayangdilakukanselaluhal-halyang berbahaya,
Sumpah dan janji hanya di mulut,
Akhirnya hanya akan menemui sesuatu yang tidak mengenakan hati.

Alhamdulillah, pada kesempatan hari ini, kita bisa menyampaikan artikel tentang puisi tradisional atau bisa disebut macapat jenis tembung Gambuh. Semoga bermanfaat untuk teman-teman di rumah. Jangan lupa selalu bersyukur dengan segala keadaan.

Jika menemukan pertanyaan atau ingin bertanya, silahkan cantumkan dikolom komentar.

dan anda bisa berbagi artikel ini ke teman-tenab anda, freee alias gratisss,. hehe:)

 


Leave a Reply

%d bloggers like this: