Sinau Tembang Jowo – Tembang Kinanthi ini merupakan tembang yang mejelaskan pembentukan jati diri dan (tholabul ilmi) menuntut ilmu yang mejadi bekal ilmu, baik nanti berguna untuk dirinya sindiri atau bahkan menyebar ke orang lain sekitarnya. Bagaiman bisa manusia hidup sindiri pada hakikatnya ia diciptakan untuk saling memenuhi kebutuhan manusia lainnya.

Maka, artikel dalam sesi kali ini, akan belajar bareng dengan ulasan yang menarik untuk kalian semua yang ada dimana saja, hehe.

Apa Itu Kembang Kinanthi

tembang kinanthi

Poster tembang kinanthi

Mulai dari pengertian singkat dari tembang jawa ini yang disebut tembang Kinanthi. Asal dari kata “Kanthi” (Bahasa Jawa) artinya tuntun. Puisi Jawa Kinanthi ini bermakna bimbingan  atau tuntunan yang diterapkan oleh orang dewasa (tua) kepada anak-anak. Artinya bahwa seorang anak yang sedang tumbuh dan tumbuh membutuhkan bimbingan serta arahan dari orang dewasa agar menuai keberhasilan dalam hidupnya.

Asal-Usul Tambang Kinanthi

tembang kinanthi

Tembang atau yang bisa disebut juga puisi tradisional Jawa. Setiap bait macapat memiliki baris kalimat yang disebur Gatra, dan setiap gatra memiliki sejumlah suku kata tertentu bisa disebut dengan Guru Wilangan. Dan berakhir pada bunyi sajak yang disebut juga Guru Lagu.

Macapat dengan istilah lai bisa ditemukan dalam kebudayaan Bali, Sasak serta Madura dan Sunda. Pada umunya Macapat diartikan sebagai Moco Papat-papat (membaca empat-empat, dengan maksud cara membacanya terjalin tiap empat suku kata. Namun ini bkan satu-satunya arti, penafsiran lain juga ada.

Macapat diperkiraan lahir pada akhir zaman Majapahit  dan dimulainya pengaruh Walisanga, namun hal ini hanya bisa dijelaskan unutk situasi di Jawa
Tengah. Karna di Jawa Timur dan bali, Macapat telah dikenal sebelum datangnya Islam. (wikipedia.org)

Tembang dibagi 3 Kategori

Puisi tradisional Jawa atau disebut dengan tembang, biasanya dibagi menjadi tiga kategori;

  1. Tembang Cilik
  2. Tembang Tengahan
  3. Tembang Gedhe

Macapat digolongkan kepada kategori tembang cilik dan juga tembang tengahan, adapun tembang gedhe berdasarkan kakawin atau puisi tradisional Jawa Kuno, namun dalam pemakaiannya pada masa Mataram Baru, tidak diaplikasikan perbedaan antara suku kata panjang ataupun pendek.

Dilain itu tembang tengahan juga bisa merujuk kepada kidung, puisi treadisional dalam bahasa Jawa pertengahan.

Kalau dibandingkan dengan kakawin, aturan-aturan dalam macapat berbeda dan lebih mudah diterapkan penggunaaannya dengan abahasa Jawa, karna berbeda dengan kakawin yang didasarkan pada bahasa sansekerta, dalam macapatperbedaan antara suku kata panjang serta endek diabaikan.

Puisi Tradisional Jawa Kinanthi merupakan Tembang Cilik

Supaya lebih enak dan mudah membedakan antara guru gatra, guru wilangan dan guru lagu dari tembang-tembang diatas, jadi, setiap metrum ditata didalam barisan tabel dibawah ini;

Tembang Cilik / sekar alit

Metrum
Gatra
I
II
III
IV
V
VI
VII
VIII
IX
X
Tembang cilik / Sekar alit
Dhandhanggula
10
10i10a7u9i7a6u8a12i7a
Maskumambang
4
12i6a8i8a
Sinom
9
8a8i8a8i7i8u7a8i12a
Kinanthi
6
8u8i8a8i8a8i
Asmarandana
7
8i8i8a7a8u8a
Durma
7
12a7i6a7a8i5a7i
Pangkur
7
8a11i8u7a12u8a8i
Mijil
6
10i6o10é10i6i6u
Pocung
4
12u6a8i12a
Tembang tengahan / Sekar madya
Jurudhemung
7
8a8u8u8a8u8a8u
Wirangrong
6
8i8o10u6i7a8a
Balabak
6
12a12a12u
Gambuh
5
7u10u12i8u8o
Megatruh
5
12u8i8u8i8o
Tembang gedhé / Sekar ageng
Girisa
8
8a8a8a8a8a8a8a8a
Tembang tengahan / Sekar madya
Jurudhemung
7
8a8u8u8a8u8a8u
Wirangrong
6
8i8o10u6i7a8a
Balabak
6
12a12a12u
Gambuh
5
7u10u12i8u8o
Megatruh
5
12u8i8u8i8o
Tembang gedhé / Sekar ageng
Girisa
8
8a8a8a8a8a8a8a8a

Contoh Pemakaian Metrum Macapat

Di bawah ini akan kami sajikan contoh-contoh pemakaian setiap metrum macapat dalam bahasa Jawa dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia.

1. Dhandanggula

Jenis puisi Jawa atau macapat iniadalah sebuah metrum yang memiliki watak tluwes. Metrum ini dibawakan dan disebarkan oleh Sunan Kalijaga.

Contoh:

  1. Prajeng Medhang Kamulan winarni: Diceritakan mengenai kerajaan Medhang Kamula.
  2. Narendradi Sri Jayalengkara: Ketika Sang Raja Agung Sri Jayalengkara
  3. Kang jumeneng serpatine: yang bertahta sebagai raja

2. Maskumambang

Tembang Kinanthi juga dari daratan contoh-contoh ini, yang mana sekarang ini kita memberikan contoh dari Maskumambang yang dari  beberapa sumber kami baca, tapi belum ada terjemahannya. Jangan hawatir, sekarang generasi kakek kita msih mengetahui tentang hal-jal ini. Sangat luat biasa kekuatan seni Jawa dengan mengedepankan anggah-ungguhnya (sopan-santun).

Berikut ini adalah barisan contoh dari Maskumambang;

Geng-gereng Gathotkaca sru anangis
Sambate mlas arsa
Luhnya marawayan mili
Gung tinameng astania

3. Sinom

Tembang ini yang menggambarkan keadaaaan manusia dari masa anak-anak sampai remaja muda yang penuh dengan harapan dan angan-angan.

Pangeran panggung saksana
Anyangking daluwang mangsi
Denira manjing dahana
Alungguh sajroning geni
Eca sarwi nenulis
Ing jero pawaka murub

4. Asmaranda

Tembang Asmarandana ini artinya tembang yang ,menggambarkan keadaan insan disaat maulai bernajak deawa dan mulai tertarik dengan lawan jenisnya.

Contoh Tembang Asmarandana;

Aja turu sore kaki
Ana dewa nganglang jagad
Nyangkring bokor kencanane
Isine donga tetulak
Sandhang kelawan pangan
yaiku bageyaniopun
Wong melek sabar narima

5. Kinanthi

Inilah tembang yang akan kita ulas detail pada artikel ini, hanya saja pengertian singkatnya ialah tembang yang mengisyaratkan pembentukan jati diri dan mencari bekal ilmu.

Nah itulah beberapa tembang Jawa yang dikemas dengan apik dalam artikel ini. Mari kita lanjutkan pada isi bahasan artikel ini, tentang puisi tradisional Jawa Kinanthi selengkapnya.

 

Karakter Puisi Jawa Kinanthi

karakter tembang kinanthi

karakter puisi tradisional Jawa kinanthi. (canva)

Watak tembang jawa yang satu ini lebih cenderung mneggambarkan nuansa kebahagian, kasih sayang, dan juga budi peketi keteladanan hidup. Lirik frasa Tembang Kinanthi ini tepat sekali untuk sarana atau media umenyampaikan sebuah nasehat , wejangan dan ungkapan kasih sayang.

Konsep Tembang Jawa Kinanthi dan Contohnya

konsep tembang kinanthi

konsep tembang kinanthi

Pola Konsep Tambang Kinanthi memiliki Guru sastra yaitu 6 baris setia bait. Artinya adalah baris pertama terdiri dari 8 suku kata, baris kedua berisi dealapan suku kata,+ begitupun seterusnya.

Aturan persajakan sebagai berikut:

  1. Guru Gatra: jumlah kalimat tiap bait 6 kalimat;
  2. Guru Wilangan tembang ini sebagai berikut:  jumlah suku kata tiap lirik 8, 8, 8, 8, 8, 8;
  3. Guru Lagu: jatuhnnya vokal terakhir pada tiap lirik yaitu u, i, a, i,a ,i

Contoh Kinanthi Tentang Cinta

Kinanthi panglipur wuyung
Rerenggane prawan sunthi
Durung pasah doyan nginang
Tapih pinjung tur mantesi
Mendah gene yen di wasa
Bumu langit gonjang-ganjing

Artinya;

Dibarengi dengan penghibur cinta
Hiasannya perawan kencur
Belumbisa makan kinang
Mengenakan kain panjang dan pantas
Apalagi nanti kalau dewasa
Bumi langit akan bergerak

Contoh Puisi Tradisional Jawa Kinanthi Tentang Nasehat Diri

Anoman malumpat sampun
Prapteng witing nagasari
Mulat mangandhap katinggal
Wanodyayu kuru aking
Gelung rusak wor lankisma
Kangiga-iga kaeksi

Anoman sudah melompat
Datang di pohon nagasari
Melihat ke bawah terlihat
Seorang wanita kurus kering
Gelungnya rusak campur tanah
Terlihat iganya yang kurus

Contoh Tembang Kinanthi Tentang Kehidupan

Mangka kanthing tumuwuh,
Salami mung awas eling
Eling lukitaning alam
Dadi wiryaning dumadi
Supadi nir ing sangsara
Yeku pangreksaning urip

Artinya:

Padahal bekal hidup
Selamanya waspada dan ingat,
Ingatakan pertanda yang ada di alam ini
Menjadi kekuatannya asal-usul
Supaya lepas dari sengsara.
Begitulah memelihara hidup

Contoh Tembang Kinanthi Tentang Hawa Nafsu

Marma den taberi kulup
Angulah lantiping ati
Rina wengi den anedya
Pandak panduking pambudi
Bengkas kahardaning driya
Supaya dadya utami

Artinya:

Maka rajinlah anak-anakku
Belajar Menajamkan hati
Siang malam berusaha
Merasuk ke dalam sanubari
Melenyapkan nafsu pribadi
Agar menjadi manusia mulia

Contoh Tembang Jawa Kinanthi Tentang Kekuatan Ibadah

Pangasahe sepi samun
Aywa esah ing salami
Samangsa wis kawistara
Lalandhepe mingis-mingis
Pasah wukir reksamuka
Kekes srabedaning budi

Artinya:

Mengasahnya di alam sepi (bersemedi)
Jangan berhenti selamanya,
Apabila sudah kelihatan,
Tajamnya luar biasa,
Mampu mengiris gunung penghalang
Lenyap semua penghalang budi.

Alhamdulillah dengan gembira, kita sudah belajar tembang Kinanthi dengan artikel ini, semoga bermanfaat. Akan ada banyak, lagi artikel dengan tema ini dan lain sebagainya, jika kamu merasa bermanfaat artikel ini, boleh kamu share bebas  semua ke temanmu sosmed.

Terima kasih,:)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Leave a Reply

%d bloggers like this: